Mandi Keramas Sebelum Sholat Idul Adha: Wajib atau Sunnah? Simak Penjelasannya

Apakah Keramas Menjadi Kewajiban Saat Mandi Id?

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Mandi Keramas Sebelum Sholat Idul Adha. Gemini AI

Ilustrasi - Mandi Keramas Sebelum Sholat Idul Adha. Gemini AI

Britainaja – Menyambut Hari Raya Idul Adha bukan sekadar tentang menyiapkan hewan kurban. Sebagai umat Islam, kita juga perlu mempersiapkan diri secara lahir dan batin agar ibadah terasa lebih istimewa. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul setiap tahunnya adalah: Apakah kita wajib mandi keramas sebelum berangkat sholat Id?

Mari kita bedah jawabannya berdasarkan panduan para ulama dan literatur fikih yang relevan.

Hukum Mandi Sebelum Sholat Idul Adha

Secara hukum, mandi sebelum sholat Idul Adha bersifat Sunnah Muakkadah. Artinya, para ulama sangat menganjurkan amalan ini, meskipun bukan sebuah kewajiban. Jika Anda melakukannya, Anda akan mendapat pahala dan kesempurnaan ibadah. Namun, jika Anda tidak sempat, sholat Id Anda tetap sah.

Para sahabat Nabi, termasuk Ali bin Abi Thalib RA, rutin mengamalkan mandi sebelum menuju tempat sholat sebagai bentuk pembersihan diri. Rasulullah SAW juga memiliki kebiasaan mandi pada hari raya untuk menunjukkan kebersihan dan keagungan hari tersebut.

Perlukah Sampai Keramas?

Jawabannya sederhana: Tidak wajib, tetapi sangat baik.

Mandi Idul Adha bertujuan agar tubuh bersih, harum, dan segar saat berkumpul dengan jamaah lain. Keramas menggunakan sabun dan sampo membantu Anda mencapai kesegaran maksimal. Namun, jika Anda sudah mandi bersih tanpa keramas, kesunnahannya sudah terpenuhi.

Baca Juga :  Inilah Amalan Doa Terbaik untuk Menyambut Ramadan 2026

Catatan Penting: Jika Anda sedang dalam keadaan hadas besar (junub, haid, atau nifas), maka mandi dengan membasahi seluruh rambut dan kulit kepala (keramas) menjadi wajib hukumnya agar sholat Anda sah.

Tata Cara & Niat Mandi Idul Adha

Anda bisa melakukan mandi ini mulai dari tengah malam, namun waktu paling utama (afdhal) adalah setelah fajar hingga sesaat sebelum berangkat sholat. Ikuti langkah-langkah praktis berikut:

  1. Niat dalam Hati:

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِيَوْمِ عِيْدِ الْاَضْحَى سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى (Nawaitul ghusla liyaumi ‘iidil Adha sunnatal Lillahi Ta’alaa) Artinya: “Aku niat mandi pada hari Raya Idul Adha sunnah karena Allah Ta’ala.”

  2. Cuci Tangan: Basuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.

  3. Berwudhu: Lakukan wudhu secara sempurna seperti saat hendak sholat.

  4. Basuh Kepala: Siram kepala tiga kali dan pastikan air menyentuh kulit kepala (inilah bagian “keramas” yang dianjurkan).

  5. Ratakan Air: Guyur seluruh tubuh, mulai dari sisi kanan lalu ke kiri hingga benar-benar bersih.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Salat Tarawih: Niat, Tata Cara, dan Jumlah Rakaat

Amalan Sunnah Selain Mandi

Agar Idul Adha Anda semakin bermakna, Anda bisa melakukan beberapa amalan tambahan ini:

  • Kumandangkan Takbir: Mulailah bertakbir sejak malam hari raya.

  • Pakaian Terbaik: Gunakan pakaian yang paling bagus dan bersih (warna putih sangat disarankan) serta pakailah wangi-wangian secukupnya.

  • Tahan Makan: Berbeda dengan Idul Fitri, pada Idul Adha kita disunnahkan tidak makan sebelum sholat. Rasulullah SAW biasanya baru makan setelah pulang sholat dengan mencicipi hasil sembelihan kurban.

  • Berjalan Kaki: Jika memungkinkan, berjalanlah kaki menuju tempat sholat dan pilihlah jalan pulang yang berbeda.

Hikmah Dibalik Kesegaran Tubuh

Mandi dan membersihkan diri adalah simbol kesiapan kita menghadap Sang Pencipta. Idul Adha mengajarkan kita tentang ketakwaan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Dengan tubuh yang segar dan bersih, kita bisa menjalani sholat, mendengarkan khutbah, hingga proses penyembelihan kurban dengan penuh semangat dan rasa syukur.

Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha! Semoga kurban dan ibadah kita semua diterima oleh Allah SWT. (Tim)

Berita Terkait

Membuka Pintu Berkah: Mengapa Kita Harus Memulai Segalanya dengan Bismillah?
Siap Berangkat! Pemerintah Resmi Rilis Jadwal Lengkap Ibadah Haji 2026
Doa Nurbuat: Rahasia Cahaya Kenabian untuk Keberkahan Hidup
Bolehkah Berkurban untuk Orang yang Sudah Meninggal? Simak Penjelasan Lengkapnya
Mengapa Madinah Menjadi Tanah Haram? Simak Sejarah dan Keistimewaannya
Saat Kesombongan Meruntuhkan Takhta: Kisah Surat Nabi dan Jatuhnya Persia
Kemenag – Dinkes Wujudkan Calon Pengantin di Sungai Penuh Sehat & Siap
Persiapan Haji Perempuan: Daftar Perlengkapan Wajib Agar Ibadah Nyaman dan Berkah
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 18:00 WIB

Mandi Keramas Sebelum Sholat Idul Adha: Wajib atau Sunnah? Simak Penjelasannya

Jumat, 17 April 2026 - 05:00 WIB

Membuka Pintu Berkah: Mengapa Kita Harus Memulai Segalanya dengan Bismillah?

Kamis, 16 April 2026 - 12:00 WIB

Siap Berangkat! Pemerintah Resmi Rilis Jadwal Lengkap Ibadah Haji 2026

Kamis, 16 April 2026 - 05:00 WIB

Doa Nurbuat: Rahasia Cahaya Kenabian untuk Keberkahan Hidup

Rabu, 15 April 2026 - 05:00 WIB

Bolehkah Berkurban untuk Orang yang Sudah Meninggal? Simak Penjelasan Lengkapnya

Berita Terbaru