Britainaja – Memiliki motor klasik kini bukan sekadar hobi mengoleksi barang tua, melainkan sebuah bentuk investasi yang menjanjikan. Bagi para pecinta otomotif, deru mesin tua dan lekuk bodi orisinal memiliki daya tarik magis yang tidak bisa di gantikan oleh teknologi motor listrik maupun injeksi terbaru. Fenomena ini membuat harga beberapa model motor antik melonjak drastis di pasar sekunder.
Tren berburu motor tua terus meningkat seiring dengan munculnya komunitas-komunitas restorasi yang kian menjamur. Banyak kolektor rela merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah demi mendapatkan unit dengan kondisi “full original” atau surat-surat yang masih lengkap.
Primadona Jalanan yang Tak Lekang Oleh Waktu
Honda CB Series menjadi salah satu yang paling di cari, terutama model CB100 dan CB125. Motor yang sempat populer di era 70-an ini kembali naik daun karena desainnya yang modis dan mesin yang tergolong bandel. Banyak anak muda hingga orang dewasa memburunya untuk di jadikan bahan modifikasi aliran japstyle atau sekadar dikembalikan ke kondisi standar pabrik.
Beralih ke pabrikan Eropa, Vespa 2-Tak tetap memegang takhta sebagai skuter paling legendaris. Model seperti Vespa PTS, Darling, hingga seri SS90 menjadi barang langka yang harganya sulit di nalar secara logika. Keunikan bodi besi dan transmisi tangan menjadi ciri khas yang membuat siapa pun yang mengendarainya merasa memiliki kasta berbeda di jalan raya.
Dari negeri matahari terbit lainnya, Yamaha RX-King masih menjadi “raja” di kelasnya. Motor dua langkah ini memiliki nilai sentimental yang sangat kuat di Indonesia. Unit dengan kondisi kinyis-kinyis alias simpanan sering kali di tawar dengan harga yang setara dengan mobil LCGC baru, menjadikannya aset digital yang nyata di dunia hobi.
Mengapa Motor Klasik Kini Sangat Bernilai?
Meningkatnya nilai jual motor antik di pengaruhi oleh faktor kelangkaan dan sejarah yang menyertainya. Di era serba digital ini, orang cenderung mencari sesuatu yang autentik dan memiliki karakter. Motor klasik menawarkan pengalaman berkendara yang melibatkan emosi, mulai dari cara menyalakan mesin hingga perawatan yang membutuhkan ketelatenan ekstra.
Secara teknis, motor-motor era 70-an hingga 90-an memiliki struktur mekanis yang lebih sederhana sehingga lebih mudah di pelajari oleh para penghobi restorasi. Hal ini menciptakan kepuasan tersendiri saat berhasil menghidupkan kembali “besi tua” yang sudah puluhan tahun mati suri.
Tips Membeli Motor Antik untuk Pemula
Cek Keaslian Mesin:
Pastikan nomor mesin dan nomor rangka akur dengan dokumen kendaraan agar tidak bermasalah dengan hukum.
Perhatikan Ketersediaan Suku Cadang:
Beberapa model mungkin sangat antik, namun jika onderdilnya mustahil ditemukan, Anda hanya akan memiliki pajangan statis di garasi.
Bergabung dengan Komunitas:
Jangan membeli sendirian jika Anda awam. Senior di komunitas biasanya tahu mana unit yang sehat dan mana yang hanya sekadar “poles” luar saja.
(Tim)















