Dokter Muda Meninggal Diduga Campak, Kemenkes Siagakan Faskes Nasional

Kemenkes Perketat Protokol Kesehatan, Tenaga Medis Diminta Waspada Penularan Campak di Tengah Lonjakan Kasus

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Muda Meninggal Diduga Campak. Ilustrasi Gemini AI

Dokter Muda Meninggal Diduga Campak. Ilustrasi Gemini AI

Britainaja – Kementerian Kesehatan mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1602/2026 yang mewajibkan seluruh fasilitas kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap penyakit campak. Langkah ini muncul setelah kasus meninggalnya dokter muda di Cianjur, Jawa Barat.

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, menegaskan pentingnya tindakan cepat di lapangan. Fasilitas kesehatan harus melakukan skrining dan triase sejak dini, menyiapkan ruang isolasi, memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD), serta memperkuat sistem pengendalian infeksi.

Tenaga medis juga wajib disiplin menjalankan protokol kesehatan dan segera melapor jika menemukan gejala campak. Kemenkes menetapkan batas waktu pelaporan maksimal 24 jam melalui sistem surveilans nasional.

Baca Juga :  Usai Lebaran, Dua Keluhan Kesehatan Ini Paling Sering Muncul

Lonjakan mobilitas masyarakat saat momen hari raya meningkatkan risiko penularan campak. Aktivitas berkumpul dan perjalanan antar daerah mempermudah penyebaran virus, terutama pada individu yang belum memiliki kekebalan.

Tenaga kesehatan menjadi kelompok paling rentan karena sering berinteraksi langsung dengan pasien. Karena itu, Kemenkes menekankan pentingnya perlindungan ekstra di seluruh fasilitas layanan kesehatan.

Data terbaru hingga minggu ke-11 tahun 2026 mencatat 58 kejadian luar biasa (KLB) campak di 39 kabupaten/kota di 14 provinsi. Kasus sempat menyentuh 2.740 di awal tahun dan kini menurun menjadi 177 kasus.

Sebagai langkah pengendalian, pemerintah menjalankan program imunisasi Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch-Up Campaign (CUC) di 102 kabupaten/kota dengan target anak usia 9–59 bulan.

Baca Juga :  Dokter Internship Meninggal Akibat Campak Dewasa, Waspada Pneumonia

Kasus dokter yang meninggal melibatkan pria berinisial AMW (26), dokter internship di RSUD Cimacan, Cianjur. Ia mengalami demam, ruam merah, dan sesak napas berat. Investigasi awal menunjukkan campak dengan komplikasi pneumonia yang memperparah kondisi hingga berujung kematian meski tim medis telah memberikan penanganan maksimal.

Para ahli menekankan pentingnya vaksinasi campak, tidak hanya untuk anak-anak tetapi juga orang dewasa, khususnya tenaga kesehatan. Dua dosis vaksin MMR umumnya memberikan perlindungan jangka panjang, bahkan seumur hidup. (Tim)

Berita Terkait

Arogansi Preman di Tanah Abang: Rusak Mangkok Tukang Bakso Hingga Terbukti Konsumsi Sabu
Kabar Gembira! Kemenkeu Buka Lowongan 300 Formasi Bea Cukai untuk Lulusan SMA
Menkeu Purbaya Stop Anggaran Motor Listrik Badan Gizi Nasional di 2026
Dukung Makan Bergizi Gratis, BGN Siapkan Motor Listrik untuk Area Sulit
Dubes Belanda Siap Bawa Investasi dan Nobar Euro 2024 di Ambon
Cara Cek Bansos PKH dan Sembako 2026: Data Kini Update Lebih Cepat
Kabar Gembira! Pemerintah Tambah Kuota Penerima Bansos 2026, Yuk Cek Nama Anda
Muamar Fajar, CPNS Juara 1 Latsar 2026 Lewat Inovasi SIGAPTEL
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 18:00 WIB

Arogansi Preman di Tanah Abang: Rusak Mangkok Tukang Bakso Hingga Terbukti Konsumsi Sabu

Kamis, 9 April 2026 - 20:00 WIB

Kabar Gembira! Kemenkeu Buka Lowongan 300 Formasi Bea Cukai untuk Lulusan SMA

Rabu, 8 April 2026 - 18:00 WIB

Menkeu Purbaya Stop Anggaran Motor Listrik Badan Gizi Nasional di 2026

Rabu, 8 April 2026 - 17:00 WIB

Dukung Makan Bergizi Gratis, BGN Siapkan Motor Listrik untuk Area Sulit

Rabu, 8 April 2026 - 15:00 WIB

Dubes Belanda Siap Bawa Investasi dan Nobar Euro 2024 di Ambon

Berita Terbaru

GTA 6. Foto: Rockstar

Tech & Game

Artemis II vs GTA 6: Mana yang Lebih Worth It?

Minggu, 12 Apr 2026 - 19:00 WIB