Britainaja – Dua pekan sudah nasabah Bank Jambi hidup dalam ketidakpastian. Sejak sistem di laporkan bobol pada Minggu (22/2/2026), layanan perbankan digital macet total. Di balik layar, aparat penegak hukum mulai menemukan titik terang ke mana larinya uang ratusan miliar milik warga dan aparatur sipil negara (ASN) tersebut.
Gubernur Jambi, Al Haris, mengungkapkan bahwa tim pelacak mulai mengendus jejak digital para pelaku. Dari total kerugian yang mencapai Rp143 miliar, sebagian besar dana ternyata telah di konversi ke dalam bentuk aset digital yang sulit di lacak secara konvensional.
“Rp19 miliar terdeteksi di crypto. Sebagian lagi masuk ke Bank Permata dan Sampoerna,” ujar Al Haris saat memberikan keterangan di Jambi, Senin (9/3/2026).
Aksi peretasan ini bukan perkara kecil. Setidaknya 6.000 rekening nasabah menjadi korban dengan total saldo yang menguap mencapai Rp143 miliar. Dampaknya pun meluas hingga ke urusan dapur warga. Hingga Selasa (10/3/2026), fasilitas mesin ATM dan aplikasi mobile banking Bank Jambi terpantau masih belum bisa di gunakan.
Kondisi ini memaksa nasabah, yang mayoritas adalah ASN dari 11 kabupaten/kota, untuk menyerbu kantor fisik. Antrean panjang di bagian teller menjadi pemandangan harian di 55 kantor layanan Bank Jambi.
Wilda Oktafia, salah satu nasabah, mengeluhkan betapa melelahkannya harus mengantre manual hanya untuk menarik uang tunai. “Sudah tidak sanggup lagi kalau harus antre terus di teller. ATM dan mobile banking sampai sekarang belum juga pulih,” keluhnya.
Polda Jambi saat ini tengah bekerja ekstra keras mengurai benang kusut serangan siber ini. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, Taufik Nurmandia, menegaskan bahwa pihaknya tidak bekerja sendiri. Mengingat adanya aliran dana ke aset kripto, koordinasi dengan tingkat pusat menjadi kunci.
“Kami masih berkomunikasi dengan Bareskrim Polri,” kata Taufik singkat.
Sejauh ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya 15 orang saksi yang terdiri dari jajaran direksi, staf internal bank, hingga pihak ketiga yang mengelola sistem IT perusahaan. Fokus utama polisi saat ini adalah menunggu hasil digital forensik untuk membedah bagaimana pelaku bisa menembus dinding pertahanan bank plat merah tersebut. (Tim)















