Chernobyl: Ketika Kesalahan Fatal Mengubah Dunia Selamanya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 27 April 2025 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Britainaja – Setelah berhasil mengembangkan teknologi nuklir, Uni Soviet terus membangun reaktor-reaktor baru. Hingga tahun 1986, terdapat empat reaktor besar yang beroperasi di Chernobyl, dengan kekuatan serupa. Namun, sebagian dari reaktor tersebut masih dalam tahap pengujian.

Menurut laporan The Guardian, pengujian itu fokus pada sistem pendinginan darurat. Sebab, reaktor nuklir harus tetap dingin sepanjang waktu, dengan pasokan air yang tak boleh terputus selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Jika suplai air terganggu, suhu reaktor akan meningkat drastis dan bisa menyebabkan ledakan.

Pada 26 April 1986, tim teknis di Chernobyl mencoba menguji seberapa lama turbin bisa terus memompa air pendingin setelah listrik utama terputus. Secara teori, turbin yang masih berputar seharusnya dapat mempertahankan pendinginan reaktor hingga generator darurat menyala.

Namun, dalam pelaksanaannya, banyak kekacauan. Orang-orang kunci yang terlibat dalam pengujian, seperti Deputi Kepala Insinyur Anatoly Dyatlov dan Kepala Insinyur Nicholai Fomin, dinilai tidak kompeten dan enggan mendengarkan peringatan dari teknisi lain.

Baca Juga :  Kode Redeem FC Mobile 17 Februari 2026: Sikat Pemain OVR Tinggi!

Mengutip buku Chernobyl: 01:23:40 (2014), Fomin dengan sengaja mengabaikan kenyataan bahwa daya reaktor sudah terlalu rendah — hanya 200 megawatt, padahal standar minimalnya adalah 700 megawatt. Sementara itu, Dyatlov bersikeras tes harus dilakukan hari itu juga, meskipun teknisi sudah memperingatkan bahwa kondisi reaktor tidak stabil. Di bawah tekanan ancaman mutasi jabatan, para teknisi akhirnya terpaksa melanjutkan pengujian.

Dari sinilah bencana dimulai.

Malam itu, mereka menjalankan generator, dan turbin sempat mengalirkan air pendingin ke reaktor. Namun tak berselang lama, daya turbin menurun drastis dan tidak mampu menopang proses pendinginan. Suhu di inti reaktor pun melonjak cepat. Saat darurat terjadi, teknisi berusaha menekan tombol SCRAM, sistem otomatis yang seharusnya mematikan reaktor. Sayangnya, tombol itu gagal berfungsi karena sebelumnya tidak pernah diuji.

Dalam hitungan detik, suhu di inti reaktor menembus 3.000 derajat Celcius. Ledakan hebat pun tak terelakkan, menghancurkan reaktor dan memuntahkan material radioaktif ke atmosfer.

Baca Juga :  BNPB: 38 Santri Ponpes Al Khoziny Belum Ditemukan

Saat itu, sebagian besar penduduk masih terlelap, tidak menyadari bahaya yang mengintai. Banyak yang tidak sempat melarikan diri, dan terpapar radiasi dalam jumlah mematikan. Alat-alat pengukur radiasi pun lumpuh karena skala radiasi terlalu tinggi untuk dideteksi.

Ketika pagi tiba, warga melihat debu-debu beterbangan di udara, tanpa menyadari bahwa itu adalah partikel radioaktif yang mematikan.

Menurut catatan BBC, sekitar 90 ribu orang meninggal dalam jangka panjang akibat paparan radiasi tersebut. Sementara itu, lebih dari 600 ribu orang lainnya terdampak langsung. WHO melaporkan bahwa radiasi dari ledakan Chernobyl menyebar hingga 200 ribu kilometer, bahkan mencapai benua Eropa. Sedangkan kawasan Chernobyl sendiri diperkirakan akan tetap berbahaya bagi manusia hingga 20.000 tahun ke depan akibat kontaminasi yang ekstrem. (***)

Berita Terkait

F-35 AS Ditembak Iran, Qalibaf Sebut Era Baru Dimulai
FIFA Denda Israel, Tolak Desakan Palestina, Piala Dunia 2026 Tetap di AS
Lewandowski Pecahkan Rekor Messi, Barcelona Hajar Newcastle 7-2
Big Match Panas! Ini Jadwal Perempat Final Liga Champions 2025/2026
Live di Indosiar & SCTV! Ini Jadwal FIFA Series 2026
Trump Terjebak Kebuntuan di Perang Iran, Tekanan Domestik Meningkat
Trump Tegaskan AS Bisa Amankan Selat Hormuz Tanpa Sekutu
Vietnam Lolos Piala Asia 2027 Usai Malaysia Kena Sanksi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:00 WIB

F-35 AS Ditembak Iran, Qalibaf Sebut Era Baru Dimulai

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:00 WIB

FIFA Denda Israel, Tolak Desakan Palestina, Piala Dunia 2026 Tetap di AS

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:00 WIB

Lewandowski Pecahkan Rekor Messi, Barcelona Hajar Newcastle 7-2

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:00 WIB

Big Match Panas! Ini Jadwal Perempat Final Liga Champions 2025/2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:00 WIB

Live di Indosiar & SCTV! Ini Jadwal FIFA Series 2026

Berita Terbaru

Veda Ega Pratama (9) lagi-lagi menunjukkan performa impresif di Moto3 Brasil 2026 (Foto: MotoGP)

Nasional

Veda Ega Pratama Masuk 3 Besar Practice Moto3 Brasil 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 23:00 WIB

Ilustrasi emas batangan.(PEXELS/JINGMING PAN)

Finansial

Harga Emas Dunia Anjlok Tajam Meski Konflik Iran Memanas

Sabtu, 21 Mar 2026 - 21:00 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian bersama Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Darussalam, kompleks hunian sementara (huntara) Aceh Tamiang dan bertemu warga terdampak bencana, Sabtu (21/3/2026). (dok. Kemendagri)

Nasional

Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bagikan 7.000 Sembako

Sabtu, 21 Mar 2026 - 20:00 WIB