BRIN Kembangkan Komposit Ringan Syntactic Foam untuk Transportasi dan Energi Terbarukan

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Selasa, 10 Juni 2025 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengembangan polimer komposit ringan hybrid syntactic foam untuk komponen dron dan alat transportasi. (Foto: Humas BRIN)

Pengembangan polimer komposit ringan hybrid syntactic foam untuk komponen dron dan alat transportasi. (Foto: Humas BRIN)

Britainaja, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Polimer saat ini tengah mengembangkan material inovatif berupa komposit ringan syntactic foam yang dinilai sangat potensial untuk diaplikasikan pada sektor transportasi, energi, hingga pertahanan.

Jayatin, Peneliti BRIN  dalam forum ilmiah Ornamat #64 menjelaskan bahwa syntactic foam merupakan material komposit ringan yang terdiri dari matriks polimer berisi mikrosfer berongga. Mikrosfer ini bisa berasal dari kaca, keramik, atau plastik, menciptakan struktur menyerupai busa dengan kekuatan mekanik tinggi.

“Material ini awalnya banyak digunakan di sektor maritim,misalnya untuk pelampung atau sensor bawah laut. Namun seiring waktu aplikasinya meluas ke bidang kedirgantaraan dan transportasi karena bobotnya yang ringan dan daya tahan tinggi,” jelas Jayatin.

Salah satu keunggulan utama syntactic foam adalah kepadatan yang rendah namun memiliki ketahanan terhadap tekanan,panas dan bahan kimia. Selain itu, formulasi material ini dapat disesuaikan untuk menghasilkan kombinasi kekuatan dan bobot tertentu, sesuai kebutuhan pengguna.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp2,171 Juta per Gram

BRIN juga membuka peluang kolaborasi untuk mengembangkan platform turbin angin terapung (floating wind platform) terutama di wilayah pesisir Indonesia yang sangat luas. Teknologi ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung energi baru terbarukan.

“Negara kita didominasi oleh wilayah perairan. Jika kita bisa mengembangkan turbin angin terapung ini akan menjadi langkah besar dalam mendukung energi ramah lingkungan,” imbuh Jayatin.

Tak hanya untuk sektor energi,material syntactic foam juga dikembangkan untuk komponen drone dan alat transportasi. Bobot yang ringan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi,daya jelajah,serta manuver drone dalam berbagai keperluan seperti pemetaan wilayah, pertanian modern (seperti food estate), hingga patroli keamanan perbatasan.

“Penggunaan drone sangat penting untuk pengawasan wilayah laut. Patroli menggunakan drone bisa menjadi solusi cepat dan efisien untuk mencegah masuknya kapal asing atau aktivitas ilegal lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Hasil Babak Pertama Indonesia vs China, Garuda Unggul 1-0 Lewat Penalti Romeny

Lebih lanjut, Jayatin memaparkan dua jenis pengembangan syntactic foam berdasarkan jenis matriksnya, yakni thermoset dan thermoplastic.

Untuk matriks thermoset,BRIN mengembangkan material berbasis epoksi yang dikombinasikan dengan mikrobalon kaca, cocok untuk aplikasi laut dalam seperti pelampung dan floater pada pesawat amfibi. Saat ini BRIN juga bekerja sama dengan Pusat Riset Transportasi dalam mengembangkan floater untuk pesawat N219.

Sementara itu, untuk matriks thermoplastic,pengembangan dilakukan menggunakan bahan polipropilena dan ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene), yang ditujukan untuk sektor otomotif. Namun, material ini juga berpotensi diterapkan pada komponen drone tertentu.

“Kami juga telah mengembangkan komposit hybrid dengan tambahan serat alami (natural fiber) untuk memperkuat struktur komponen drone,” tambah Jayatin.

Dengan pengembangan berkelanjutan dari material komposit ringan syntactic foam ini, BRIN berharap bisa mendorong kemajuan teknologi transportasi, pertahanan, dan energi di Indonesia. (Tim)

Berita Terkait

Ini Rincian 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026, IPDN Buka Kuota Terbanyak
Kabar Bahagia Guru PPPK: Paruh Waktu Naik Status dan Peluang CPNS 2027
1.147 PPPK Paruh Waktu Resmi Naik Status Jadi Penuh Waktu
Ini Estimasi Jadwal Resmi Seleksi CPNS 2026 Dari BKN
Lowongan Kerja Bank BRI 2026: Peluang Karier BBAP Lulusan D3 dan S1
Kemenag Buka 14 Ribu Kuota Kenaikan Jabatan Guru Madrasah 2026
Cara Cek Desil 1–10 Bansos Tahap 3 Agustus 2026: Panduan NIK KTP dan Kelayakan
KIP Kuliah 2026 Masih Buka! Ini Cara Daftar dan Cek Kampus Penerima
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Ini Rincian 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026, IPDN Buka Kuota Terbanyak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Kabar Bahagia Guru PPPK: Paruh Waktu Naik Status dan Peluang CPNS 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:46 WIB

1.147 PPPK Paruh Waktu Resmi Naik Status Jadi Penuh Waktu

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Ini Estimasi Jadwal Resmi Seleksi CPNS 2026 Dari BKN

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Lowongan Kerja Bank BRI 2026: Peluang Karier BBAP Lulusan D3 dan S1

Berita Terbaru