Britainaja – Krisis air bersih yang melanda wilayah Aceh Tamiang memicu aksi kepedulian dari sektor swasta. Menanggapi kondisi tersebut, PT Tren Gen Horizon bergerak cepat dengan mendistribusikan satu tangki air bersih untuk membantu kebutuhan harian warga yang terdampak kekeringan panjang.
Dalam penyalurannya, perusahaan menggandeng lembaga sosial PPALC-YAI Sungai Penuh Kerinci. Kolaborasi ini dilakukan guna memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau titik-titik pemukiman yang paling membutuhkan pasokan air.
Direktur PT Tren Gen Horizon, Mardizal, S.OS, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap beban hidup masyarakat. Ia berharap kehadiran bantuan ini mampu membangkitkan kembali semangat gotong royong di tengah masa sulit.
“Kami ingin meringankan beban yang dirasakan warga. Harapannya, semangat kebersamaan ini bisa menjadi kekuatan bagi masyarakat untuk melewati masa kekeringan ini bersama-sama,” ujar Mardizal dalam keterangan tertulisnya.
Di lapangan, tim relawan dari PPALC-YAI Sungai Penuh Kerinci terjun langsung ke desa-desa terdampak. Mereka bekerja sama dengan perangkat desa setempat untuk mengatur distribusi air agar berjalan tertib dan merata.
Lebih lanjut, Mardizal menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus menjalin kedekatan dengan komunitas lokal. Menurutnya, perusahaan memegang prinsip untuk tidak hanya hadir sesaat, melainkan terus mendukung kesejahteraan masyarakat secara jangka panjang.
Respons positif datang dari para warga. Setelah berminggu-minggu mengalami kesulitan akses air, bantuan tangki ini langsung dimanfaatkan untuk berbagai keperluan rumah tangga, mulai dari memasak hingga kebutuhan sanitasi dasar.
Pihak PPALC-YAI Sungai Penuh Kerinci juga mengapresiasi sinergi ini. Mereka menilai keterlibatan perusahaan swasta sangat krusial untuk memperluas jangkauan bantuan. Ke depan, kolaborasi serupa direncanakan akan terus berlanjut demi memitigasi dampak bencana alam di wilayah lainnya.
Langkah yang diambil PT Tren Gen Horizon ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi pelaku usaha lain. Kontribusi nyata dari dunia usaha diyakini mampu mempercepat pemulihan kondisi sosial masyarakat saat menghadapi tantangan bencana alam. (*)















