Hari Guru Nasional Penuh Haru: SMA 1 Sungai Penuh Kenang Dua Pendidik Teladan yang Berpulang

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari Guru Nasional Penuh Haru: SMA 1 Sungai Penuh Kenang Dua Pendidik Teladan yang Berpulang (Foto: albrita)

Hari Guru Nasional Penuh Haru: SMA 1 Sungai Penuh Kenang Dua Pendidik Teladan yang Berpulang (Foto: albrita)

Britainaja, Sungai PenuhHari Guru Nasional (HGN) dan perayaan HUT ke-80 PGRI di SMA Negeri 1 Sungai Penuh tahun 2025 di selimuti suasana duka mendalam. Jika biasanya perayaan di warnai tawa riang dan ucapan selamat, kali ini langit mendung seolah mewakili rasa kehilangan besar yang di rasakan seluruh warga sekolah.

SMA 1 Sungai Penuh tengah berduka atas kepergian dua guru terbaik mereka, Ibuk Dorlan Tamba dan Bapak Dodi Irawan. Keduanya meninggal dunia dalam rentang waktu kurang dari satu tahun, meninggalkan kesedihan dan ruang kosong yang sulit terisi.

Sejak pagi, barisan siswa terlihat rapi, namun langkah mereka terasa berat dan lambat. Aura kesedihan terpancar jelas di wajah-wajah muda tersebut, yang merindukan sosok guru yang selama ini membimbing mereka.

Saat iring-iringan memasuki lapangan upacara, tidak ada sorakan atau tepuk tangan yang meriah seperti tahun-tahun sebelumnya. Yang ada hanyalah keheningan yang di selingi helaan napas dan isakan tangis tertahan. Dua siswa berada di depan, membawa bingkai foto almarhum Ibuk Dorlan Tamba dan Bapak Dodi Irawan, sementara seorang siswa lain memegang erat karangan bunga.

Baca Juga :  Lembaga Adat Depati IV Kumun Debai Himbau Warga Lanjutkan Pencarian Wira

Momen paling mengharukan terjadi saat karangan bunga di serahkan kepada Kepala Sekolah, Bapak Marwazy. Ia tak kuasa menahan air mata yang mengalir di balik kacamatanya.

Bapak Marwazy memeluk erat siswa yang menyerahkan bunga, mencoba menguatkan, meskipun bahunya sendiri terlihat bergetar hebat. Tangis haru para guru lain pun pecah, larut dalam kesedihan kolektif. Peringatan hari besar ini berubah fungsi, dari perayaan kegembiraan menjadi ruang terbuka untuk mengenang dan menghormati jasa para pendidik yang telah tiada.

Rasa kehilangan ini tidak hanya di rasakan oleh para guru sejawat. Bagi siswa SMA 1 Sungai Penuh, kedua almarhum adalah panutan sejati. Mereka di kenang karena disiplin, kebaikan hati, dan ketulusan dalam mengajar.

“Kami sungguh kehilangan dua guru terbaik kami. Mereka adalah teladan sejati, disiplin, tulus, dan total mengabdi untuk sekolah ini. Doa terbaik kami selalu untuk mereka,” ujar Marwazy, dengan suara yang terdengar pecah akibat menahan kepedihan.

Ibuk Dorlan Tamba di kenal sebagai sosok yang tegas namun lembut, sangat disiplin, dan selalu memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal. Ia di kenal datang paling awal dan pulang paling akhir, menunjukkan dedikasi yang tak setengah-setengah. Sementara itu, Bapak Dodi Irawan di kenal karena ketulusan hatinya yang tak tergantikan. Banyak siswa menyebutnya sebagai guru yang selalu siap membantu tanpa pernah mengeluh, bekerja dalam senyap, dan pengorbanannya sering baru di sadari setelah ia pergi.

Baca Juga :  Perkiraan Awal Ramadan 2026: Pemerintah Siapkan Sidang Isbat Februari Mendatang

Kepergian kedua pendidik ini meninggalkan jejak yang tak terukir di piagam, melainkan tertanam kuat di hati para siswa dan rekan sejawat yang pernah mereka sentuh. Banyak guru muda mengaku banyak belajar dari mereka tentang etika, disiplin, dan keikhlasan.

Upacara Hari Guru tahun ini di SMA 1 Sungai Penuh menjadi pengingat kolektif. Mereka tidak hanya merayakan profesi guru, tetapi juga memaknai arti penting seorang pendidik dalam kehidupan. Nama Dorlan Tamba dan Dodi Irawan akan abadi di hati sekolah, di kenang sebagai dua cahaya yang cahayanya tidak akan pernah padam oleh waktu. (*)

Berita Terkait

Monadi dan Al Haris Tinjau Pintu Air PLTA di Desa Sangir
Monadi Pimpin Gerakan Indonesia ASRI 2026 di Kayu Aro Barat
Gubernur Al Haris Setujui THR Rp1 Juta untuk PPPK Paruh Waktu di Jambi
Target Rampung Sebelum Lebaran, Gudang Koperasi Merah Putih Siap Jadi Motor Ekonomi Baru Sungai Penuh
Isu Peretasan Bank Jambi Mencuat, Benarkah Saldo Nasabah Hilang?
Alfin Dukung PT Tren Gen Horizon Gerakkan Ekonomi Lewat Syiar Al-Qur’an
Jelang Ramadhan, Harga Daging Ayam di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh Merangkak Naik
MTQ Desa Talang Lindung Siapkan Hadiah Dua Paket Umroh
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 11:00 WIB

Monadi dan Al Haris Tinjau Pintu Air PLTA di Desa Sangir

Senin, 9 Maret 2026 - 10:00 WIB

Monadi Pimpin Gerakan Indonesia ASRI 2026 di Kayu Aro Barat

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:30 WIB

Gubernur Al Haris Setujui THR Rp1 Juta untuk PPPK Paruh Waktu di Jambi

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:00 WIB

Target Rampung Sebelum Lebaran, Gudang Koperasi Merah Putih Siap Jadi Motor Ekonomi Baru Sungai Penuh

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:07 WIB

Isu Peretasan Bank Jambi Mencuat, Benarkah Saldo Nasabah Hilang?

Berita Terbaru