Britainaja – Dokter sering memanfaatkan pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk memindai organ serta jaringan tubuh secara mendalam.
Meski begitu, estimasi biaya MRI secara mandiri kerap membuat calon pasien berpikir dua kali sebelum menjalani tes ini.
Kabar baiknya, BPJS Kesehatan menanggung penuh biaya pemeriksaan MRI selama pasien mengantongi indikasi medis kuat dan mengikuti alur pelayanan JKN secara benar.
Berapa Estimasi Biaya MRI 2026 Secara Mandiri?
Biaya MRI bervariasi karena setiap rumah sakit menetapkan tarif tersendiri. Besaran harga bergantung pada beberapa faktor utama:
- Bagian tubuh yang menjalani pemindaian (otak, tulang belakang, lutut, atau abdomen).
- Jenis mesin dan teknologi MRI yang rumah sakit gunakan.
- Penggunaan zat kontras untuk memperjelas gambar organ.
Sebagai gambaran, tarif MRI otak tentu berbeda dengan MRI jaringan sendi atau organ perut. Penggunaan cairan kontras juga otomatis menambah komponen biaya.
Oleh sebab itu, pasien non-BPJS perlu mengonfirmasi rincian tarif langsung ke bagian informasi rumah sakit sebelum menjadwalkan tindakan.
Syarat Utama Agar BPJS Menanggung Biaya MRI
Peserta JKN aktif tidak perlu mengeluarkan uang pribadi jika memenuhi ketentuan penjaminan berikut:
- Kepesertaan Aktif: Pastikan status kartu JKN bebas dari tunggakan iuran.
- Indikasi Medis: Dokter menetapkan bahwa pasien memang membutuhkan hasil pindaian MRI untuk menentukan diagnosis.
- Sesuai Prosedur: Pasien menjalani alur rujukan berjenjang dari fasilitas kesehatan awal, bukan atas permintaan pribadi.
Prosedur Lengkap Pemeriksaan MRI Lewat BPJS
Pasien wajib mengikuti alur resmi BPJS Kesehatan agar seluruh biaya pemindaian mendapat jaminan penuh:
1. Pemeriksaan di FKTP
Kunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdaftar, seperti puskesmas, klinik pratama, atau dokter keluarga. Dokter FKTP akan memeriksa kondisi awal Anda.
2. Penerbitan Surat Rujukan
Jika dokter FKTP menilai Anda membutuhkan penanganan spesialis, mereka akan menerbitkan surat rujukan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) atau rumah sakit mitra BPJS.
3. Evaluasi Dokter Spesialis di Rumah Sakit
Dokter spesialis di rumah sakit tujuan akan mengevaluasi ulang kondisi klinis Anda. Apabila dokter menilai pindaian MRI sangat mendesak, ia akan mengeluarkan surat perintah tindakan MRI.
4. Pelaksanaan Tindakan MRI
Pasien tinggal mendaftar sesuai jadwal yang unit radiologi tentukan. Untuk memotong waktu tunggu, pasien bisa memanfaatkan fitur antrean online lewat aplikasi Mobile JKN.
Catatan Penting: Rumah sakit menolak klaim BPJS jika pasien datang langsung ke unit radiologi dan meminta pemeriksaan MRI atas keinginan sendiri tanpa rujukan dokter.
Mengapa Ada Pasien BPJS yang Tetap Dikenakan Biaya?
BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya MRI apabila:
- Pasien meminta tindakan atas kemauan sendiri tanpa indikasi medis dari dokter.
- Pasien memilih naik kelas perawatan di luar hak kelas kepesertaannya.
- Pasien memilih opsi atau obat tambahan yang tidak masuk dalam paket penjaminan JKN.
Jika petugas rumah sakit mendadak meminta biaya tambahan, mintalah rincian alasan secara tertulis. Apabila menemukan ketidaksesuaian, pasien dapat menghubungi petugas BPJS SATU! yang bertugas di rumah sakit atau mengontak call center resmi BPJS Kesehatan di nomor 165.
Fungsi Utama Pemeriksaan MRI dalam Dunia Medis
Tim medis mengandalkan teknologi pencitraan MRI untuk mendeteksi berbagai gangguan kesehatan, antara lain:
- Struktur otak dan sistem saraf pusat (seperti evaluasi stroke, tumor, atau demensia).
- Kelainan tulang belakang dan saraf terjepit.
- Cedera sendi, ligamen, dan jaringan lunak.
- Kondisi organ dalam seperti hati, pankreas, dan ginjal.
Tips Pilih Rumah Sakit untuk Pemeriksaan MRI
Hindari memilih rumah sakit hanya berdasarkan iming-iming harga murah. Pertimbangkan juga ketersediaan dokter spesialis radiologi yang kompeten, kelengkapan fasilitas medis, serta kesiapan fasilitas kesehatan dalam menangani kondisi darurat.
Bagi pengguna BPJS Kesehatan, fokus utama Anda adalah memastikan rumah sakit tujuan telah bekerja sama secara resmi dengan BPJS dan mematuhi seluruh alur rujukan yang berlaku. (Tim)






