Britainaja – Saat ini Indonesia tengah mengalami krisis kebakaran hutan yang sulit sekali dihentikan akibat hujan yang tidak kunjung tiba, walaupun petugas telah berjibaku untuk memadamkan titik api.
Akibatnya polusi udara dan kabut asap dampak terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tentu menjadi ancaman serius bagi kesehatan organ pernapasan.
Partikel debu yang sangat halus dari pembakaran hutan dengan mudah menembus sistem penyaring alami di dalam hidung.
Akibatnya, paparan asap ini memicu alergi, peradangan, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Fenomena ini sering kali meningkatkan jumlah pasien gangguan pernapasan hingga dua kali lipat di wilayah terdampak. Masyarakat perlu mewaspadai ancaman ISPA dan memahami langkah penanganannya secara tepat.
Mengenal ISPA dan Cara Penularannya
ISPA merupakan infeksi akibat serangan virus (seperti rhinovirus, coronavirus, atau adenovirus) dan bakteri pada saluran pernapasan atas maupun bawah. Virus-virus ini memiliki daya tahan tinggi dan mampu hidup selama berjam-jam di luar tubuh manusia.
Kabut asap karhutla memang bukan penyebab utama lahirnya virus tersebut. Namun, udara kotor mempercepat kerusakan lapisan lendir hidung dan tenggorokan, sehingga virus dan bakteri lebih mudah berkembang biak. Penularan ISPA terjadi melalui beberapa jalur:
- Melakukan kontak langsung dengan penderita ISPA.
- Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang benda yang tercemar virus.
- Menghirup percikan air liur (droplet) saat penderita batuk atau bersin.
Gejala ISPA yang Wajib Waspadai
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah membutuhkan perhatian ekstra. Segera periksakan diri jika mengalami gejala-gejala berikut:
| Gejala Ringan – Sedang | Gejala Berat |
| Hidung tersumbat dan meler | Demam tinggi (lebih dari 39°C) |
| Batuk kering dan sakit tenggorokan | Sesak napas atau sulit bernapas |
| Badan pegal-pegal dan lemas | Menggigil hebat dan pusing berat |
| Nyeri kepala | Penurunan kesadaran |
Pertolongan Pertama dan Cara Merawat Penderita ISPA
Kebanyakan kasus ISPA skala ringan dapat membaik melalui perawatan mandiri di rumah. Fokus utama perawatan adalah meredakan gejala dan mempercepat pemulihan jaringan pernapasan:
- Perbanyak Istirahat: Hentikan aktivitas berat dan penuhi waktu tidur agar sistem imun fokus melawan infeksi.
- Menjaga Kelembapan Udara: Gunakan humidifier (alat pelembap udara) di dalam ruangan untuk melegakan tenggorokan dan hidung yang mampet.
- Cukupi Kebutuhan Cairan: Minum air putih secara rutin untuk melembapkan saluran pernapasan sekaligus mencegah dehidrasi.
- Konsumsi Makanan Bergizi: Tetap makan secara teratur dengan menu sehat rumahan untuk menyuplai energi tubuh.
- Gunakan Obat Pereda Gejala: Manfaatkan obat sesuai dosis, seperti dekongestan untuk hidung tersumbat, atau parasetamol/ibuprofen untuk meredakan nyeri dan demam.
- Oleskan Petroleum Jelly: Aplikasikan sedikit petroleum jelly di area luar hidung dan bibir guna mencegah iritasi kulit akibat gesekan tisu.
Langkah Efektif Mencegah Infeksi ISPA
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, terutama bagi masyarakat yang tinggal di area terdampak bencana asap karhutla. Terapkan langkah pencegahan berikut:
- Batasi Aktivitas luar Ruangan: Tetaplah berada di dalam rumah selama kualitas udara masih berada pada level tidak sehat.
- Gunakan Masker Standar (N95): Pakai masker berfilter khusus saat harus keluar rumah untuk menyaring partikel mikroskopis asap.
- Jagalah Kebersihan Diri: Rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan hindari berbagi alat makan dengan orang lain.
- Terapkan Etika Batuk: Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lipatan siku saat batuk dan bersin.
- Sterilkan Perabotan Rumah: Bersihkan permukaan benda yang sering tersentuh secara berkala.
Kapan Harus ke Dokter?
Jangan anggap remeh penyakit ISPA. Infeksi yang tidak mendapat penanganan tepat dapat memicu komplikasi fatal, seperti pneumonia, gagal napas, hingga kerusakan fungsi paru-paru secara permanen. Jika gejala makin memburuk atau tidak membaik setelah beberapa hari, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis secara profesional. (Tim)






