Warga Kepung dan Halau Polisi dari Area Tambang Emas Ilegal di Merangin Jambi

Emak-Emak Bawa Alat Dulang Ikut Berdiri di Garis Depan

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 07:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan Layar - Warga Kepung dan Halau Polisi dari Area Tambang.

Tangkapan Layar - Warga Kepung dan Halau Polisi dari Area Tambang.

MERANGIN, Britainaja – Ketegangan mewarnai upaya penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Tanjung Putus, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin, Jambi.

Puluhan warga setempat nekat menghadang dan mengusir tim gabungan dari Bareskrim Polri dan Polres Merangin yang hendak menutup lapak tambang ilegal tersebut. Insiden yang berlangsung pada Kamis sore (9/7/2026) ini sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, membenarkan kejadian tersebut. Beliau menjelaskan bahwa tim Bareskrim Polri sebenarnya sudah berkoordinasi dengan Polres Merangin untuk memperkuat personel sebelum turun ke lapangan. Namun, situasi di lokasi ternyata di luar kendali karena massa langsung mengepung petugas.

Baca Juga :  Walikota Sungai Penuh dan Jajarannya Hadiri Open House Gubernur Jambi

“Tim terpaksa mundur untuk mengonsolidasikan strategi karena jumlah warga di lokasi sangat banyak dan mereka melakukan perlawanan fisik,” ujar Erlan saat memberikan konfirmasi pada Jumat (10/7/2026). Meskipun sempat tegang, Erlan memastikan kondisi di lapangan kini sudah kembali kondusif.

Emak-Emak Ikut Hadang Petugas Lengkap

Video berdurasi 1 menit 54 detik yang beredar memperlihatkan detik-detik menegangkan saat warga mencegat barisan polisi. Padahal, para petugas saat itu mengenakan rompi hitam resmi dan membawa senjata laras panjang.

Menariknya, warga yang melakukan penolakan bukan hanya para pekerja tambang pria. Sejumlah emak-emak juga terlihat berdiri di garis depan sambil memegang alat dulang emas, menuntut polisi untuk segera meninggalkan area penambangan. Di latar belakang video, tampak juga satu unit ekskavator (alat berat) yang terparkir di area galian.

Baca Juga :  Tidak Hanya Dana BOS, Kepala SMAN 6 Merangin Belum Lunasi Uang Komite Rp142 Juta

Kapolres Merangin, AKBP Kiki Firmansyah Efendi, juga menyampaikan hal senada. Menurutnya, keputusan mundur merupakan langkah paling bijak demi menghindari bentrokan berdarah yang bisa memakan korban jiwa, mengingat jumlah massa jauh lebih banyak daripada jumlah personel polisi.

“Kami memilih kembali ke markas untuk menyusun ulang strategi penindakan. Keselamatan warga dan anggota di lapangan tetap menjadi prioritas utama kami,” pungkas Kiki singkat.

Pihak kepolisian kini tengah mengevaluasi taktik baru agar proses penegakan hukum terhadap penambangan liar ini bisa berjalan aman tanpa memicu konflik horizontal dengan masyarakat lokal. (Tim)

Berita Terkait

Ini Daftar 12 Nama Yang Lolos Seleksi Administrasi Lelang Jabatan Pemkab Merangin
Polisi Ciduk 6 Pria di Merangin Terkait Kasus Sabu, Ada Anak Pejabat?
Tidak Hanya Dana BOS, Kepala SMAN 6 Merangin Belum Lunasi Uang Komite Rp142 Juta
Kerinci dan Merangin Siap Jadi Lumbung Gandum
Bupati Merangin Syukur Rangkul Tokoh SAD: Komitmen Lindungi Hak Masyarakat Adat Jambi
Mahasiswa Desak Bupati Merangin Tolak Mobil Dinas dan Bebaskan Biaya Lapak PKL
Lima Kabupaten dengan Tingkat Kemiskinan Tertinggi di Jambi, Salah Satunya Dipimpin Bupati dengan Harta Miliaran Rupiah
Walikota Sungai Penuh dan Jajarannya Hadiri Open House Gubernur Jambi
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 07:03 WIB

Warga Kepung dan Halau Polisi dari Area Tambang Emas Ilegal di Merangin Jambi

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:30 WIB

Ini Daftar 12 Nama Yang Lolos Seleksi Administrasi Lelang Jabatan Pemkab Merangin

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:00 WIB

Polisi Ciduk 6 Pria di Merangin Terkait Kasus Sabu, Ada Anak Pejabat?

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:00 WIB

Tidak Hanya Dana BOS, Kepala SMAN 6 Merangin Belum Lunasi Uang Komite Rp142 Juta

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:28 WIB

Kerinci dan Merangin Siap Jadi Lumbung Gandum

Berita Terbaru

Ilustrasi Sedang Berdoa. Amalan Setelah Sholat Dhuha Pembuka Pintu Rezeki.

Khasanah

7 Amalan Setelah Sholat Dhuha Agar Rezeki Mengalir Deras

Senin, 13 Jul 2026 - 06:04 WIB