Britainaja – Media sosial belakangan ini gempar oleh kemunculan sosok pria cerdas asal Indonesia bernama Mochamad Asri. Namanya mencuat dan menjadi bahan perbincangan hangat netizen setelah video obrolannya bersama konten kreator, Theresa, viral di Instagram.
Siapa sangka, pria yang akrab dengan sapaan Mocha ini menduduki posisi krusial sebagai pemimpin tim pengembang chip Artificial Intelligence (AI) di raksasa teknologi dunia, Nvidia.
Meski sudah memegang karier cemerlang di Amerika Serikat, Mocha menyimpan satu mimpi mulia: ia ingin pulang kampung demi membantu anak-anak muda Indonesia menggapai mimpi mereka.
Perjalanan Akademik yang Luar Biasa
Kesuksesan Mocha di panggung teknologi global tentu tidak datang begitu saja. Ia merupakan alumni SMA Negeri 8 Jakarta, salah satu sekolah bergengsi di ibu kota.
Setamat SMA, Mocha langsung terbang ke Negeri Sakura untuk menempuh kuliah di Tokyo Institute of Technology. Kampus ini terkenal sebagai institusi teknologi terbaik yang menyandang gelar “MIT-nya Jepang”. Di sana, ia sukses merengkuh gelar Magister di bidang Computer Science.
Haus akan ilmu, Mocha melanjutkan petualangan akademiknya ke Amerika Serikat. Ia berhasil menyelesaikan studi doktoral (S3) di The University of Texas at Austin.
“Dulu saya sekolah di SMA 8 Jakarta. Setelah itu kuliah di Jepang, dan lanjut S3 di Amerika,” kisah Mocha dalam video unggahan akun @bostoninno45.
Sempat Ikut Merancang Kacamata Masa Depan Meta
Sebelum recruiter Nvidia melirik potensinya, Mocha lebih dulu mengukir prestasi di Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram. Di Meta, ia memegang peran penting dalam proyek masa depan.
“Sebelum di Nvidia, saya bekerja di Meta. Saya merancang kacamata masa depan, smart glasses. Proyek itu menggabungkan komponen augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan AI,” jelas Mocha.
Saat tren ChatGPT mulai meledak, Mocha melihat peluang besar di depan mata. Ia sadar betul bahwa Nvidia adalah jantung utama dari pergerakan teknologi AI dunia. Momentum emas ini membuatnya mantap untuk mundur dari Meta dan menerima pinangan Nvidia.
Kini, Mocha menjabat sebagai Lead Architect di Nvidia. Ia menggambarkan pekerjaannya mirip seperti arsitek bangunan, namun media rancangnya adalah teknologi digital terkini.
“Tugas saya merancang komputer dan chip, memastikan komponen tersebut berfungsi maksimal sesuai kebutuhan zaman,” tambahnya.
Misi Mulia: Pulang untuk Melahirkan Talenta Baru
Walau punya karier super mapan di luar negeri, Mocha tidak pernah melupakan tanah airnya. Ia memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap masa depan generasi muda Indonesia.
Mocha menyadari bahwa banyak anak muda di Indonesia yang punya potensi luar biasa namun minim kesempatan. Baginya, membantu mereka adalah bentuk balas budi atas perjalanan hidupnya sendiri.
“Saya dulu seperti mereka, tidak tahu harus bermimpi apa dan kekurangan peluang. Sampai akhirnya ada orang-orang baik yang memberi saya kesempatan hingga bisa di posisi sekarang. Ini adalah misi pribadi saya untuk memberikan sumbangsih nyata bagi talenta muda Indonesia,” pungkas Mocha dengan penuh haru.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Siapa itu Mochamad Asri? Mochamad Asri (Mocha) adalah seorang ilmuwan komputer asal Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Lead Architect (pemimpin tim pengembang chip AI) di perusahaan teknologi raksasa, Nvidia.
2. Di mana saja Mochamad Asri menempuh pendidikan? Mocha merupakan lulusan SMA Negeri 8 Jakarta. Ia meraih gelar Magister dari Tokyo Institute of Technology di Jepang dan menyelesaikan program S3 (Doktoral) di The University of Texas at Austin, Amerika Serikat.
3. Sebelum di Nvidia, Mochamad Asri bekerja di mana? Sebelum bergabung dengan Nvidia, Mocha bekerja di Meta untuk merancang teknologi masa depan seperti smart glasses berbasis AR, VR, dan AI.
4. Apa misi Mochamad Asri untuk Indonesia? Mocha berencana kembali ke Indonesia untuk membantu anak-anak muda bertalenta agar mendapatkan kesempatan kerja dan pendidikan yang lebih luas di bidang teknologi. (Tim)






