Kisah Haru Penjual Sepatu yang Dapat Gelar Haji Mabrur Tanpa ke Makkah

Alasan Mengejutkan Kenapa Malaikat Sebut Haji Pria Ini Paling Mabrur

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Kisah Haru Penjual Sepatu yang Dapat Gelar Haji Mabrur Tanpa ke Makkah.

Ilustrasi - Kisah Haru Penjual Sepatu yang Dapat Gelar Haji Mabrur Tanpa ke Makkah.

Britainaja – Menggapai gelar haji mabrur menjadi impian terbesar bagi setiap umat Muslim di dunia. Namun, kisah inspiratif dari seorang penjual sepatu sederhana di Kota Damaskus, Suriah, bernama Ali bin al-Muwaffaq, membuktikan bahwa ketulusan hati mampu membuka jalan menuju rida Allah SWT dengan cara yang tidak terduga. Walaupun tidak pernah menginjakkan kaki di Tanah Suci Makkah, ia justru meraih kemuliaan haji yang luar biasa.

Cerita sarat makna ini abadi dalam buku 198 Kisah Haji Wali-wali Allah karya Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny. Melalui kisah ini, pembaca bisa memetik pelajaran berharga mengenai keikhlasan, pengorbanan, dan hakikat ibadah yang sesungguhnya.

Perjuangan Menabung Selama Empat Dekade

Seperti masyarakat pada umumnya, Ali memiliki cita-cita kuat untuk menunaikan rukun Islam kelima. Keterbatasan ekonomi tidak membuatnya patah semangat. Setiap hari, ia memeras keringat membuat dan menjual sepatu demi menghidupi keluarga tercinta.

Ali secara konsisten menyisihkan sebagian kecil keuntungan usahanya untuk tabungan haji. Ia rela menunda berbagai kebutuhan pribadi demi menjaga agar celengan tersebut terus terisi.

Waktu berjalan begitu cepat hingga empat dekade berlalu. Setelah 40 tahun penuh kesabaran, Ali akhirnya berhasil mengumpulkan uang sebesar 350 dirham. Pada masa itu, nominal tersebut sudah cukup untuk membiayai perjalanan menuju Baitullah. Impian melihat Ka’bah secara langsung kini sudah berada di depan mata.

Aroma Masakan Misterius yang Mengubah Niat

Saat hari keberangkatan semakin dekat, sebuah peristiwa menyentuh hati terjadi. Istri Ali yang sedang mengandung mencium aroma masakan yang sangat lezat dari rumah tetangganya. Sang istri pun meminta Ali meminta sedikit makanan tersebut untuk memenuhi porsi mengidamnya.

Baca Juga :  Hukum Transfusi Darah dari Non-Muslim dalam Islam, Bolehkah?

Ali melangkah menuju rumah tetangga dengan sopan. Namun, ketukan pintu itu justru membuka tabir kepedihan. Tetangganya mendadak menangis tersedu-sedu dan menceritakan kondisi keluarganya yang kelaparan selama tiga hari berturut-turut.

Karena tidak tega melihat anak-anaknya kelaparan, pria itu terpaksa memasak bangkai keledai yang ia temukan di jalan.

“Makanan ini halal untuk kami yang darurat, tetapi haram untukmu,” tutur tetangga itu dengan lirih.

Mendengar jawaban tersebut, hati Ali langsung bergetar hebat. Aroma gurih yang tercium ternyata menyimpan duka mendalam dari sebuah keluarga yang sedang bertaruh nyawa melawan kelaparan.

Melepas Impian Demi Kemanusiaan

Ali pulang dengan perasaan berkecamuk. Ia menghadapi pilihan yang sangat berat dalam hidupnya. Di satu sisi, uang 350 dirham itu merupakan hasil keringatnya selama 40 tahun untuk pergi haji. Di sisi lain, ada tetangga dekatnya yang membutuhkan uluran tangan instan agar bisa menyambung hidup.

Ketukan nurani Ali akhirnya menang. Tanpa ragu, ia mengambil seluruh tabungan hajinya dan menyerahkan uang tersebut kepada sang tetangga.

“Gunakan uang ini untuk keperluan anak-anakmu,” ucap Ali tulus tanpa syarat ataupun mengharap imbalan.

Keputusan besar ini otomatis membatalkan rencana perjalanannya ke Makkah. Secara kasatmata, impian yang ia rintis selama puluhan tahun hilang dalam sekejap.

Mimpi yang Menggemparkan Ulama Makkah

Pada musim haji yang sama, seorang ulama besar bernama Abdullah bin al-Mubarak sedang beribadah di Makkah. Usai menyelesaikan seluruh rangkaian haji, sang ulama mendapat sebuah mimpi yang sangat mengejutkan.

Baca Juga :  Makna Bulan Syawal: Waktu Terbaik Jaga Ibadah Setelah Ramadan

Dalam tidurnya, ia melihat dua malaikat turun dari langit dan saling berbincang mengenai kuota jemaah haji tahun itu.

“Berapa banyak jemaah yang diterima hajinya tahun ini?” tanya malaikat pertama.

“Dari 600 ribu orang yang datang, tidak ada satu pun yang diterima,” jawab malaikat kedua.

Namun, malaikat kedua menambahkan informasi yang membuat Abdullah bin al-Mubarak terperangah.

“Hanya ada satu orang yang hajinya diterima, yaitu Ali bin al-Muwaffaq, seorang penjual sepatu asal Damaskus. Dia tidak datang ke Makkah, tetapi keikhlasannya membuat Allah menerima ibadahnya dan mengampuni seluruh dosanya.”

Pelajaran Penting Tentang Keikhlasan

Terbangun dengan tubuh gemetar, Abdullah bin al-Mubarak langsung melakukan perjalanan ke Damaskus untuk mencari keberadaan Ali. Setelah bertemu, Ali pun menceritakan kisah nyata tentang uang tabungan yang ia berikan kepada tetangganya yang kelaparan.

Kisah legendaris ini tentu bukan menjadi alasan bagi umat Muslim untuk sengaja meninggalkan ibadah haji jika sudah mampu secara fisik dan finansial. Namun, lewat kisah Ali bin al-Muwaffaq, kita belajar bahwa Allah SWT melihat ketulusan hati yang paling dalam, bukan sekadar ritual lahiriah.

Membantu sesama manusia yang sedang berada dalam kondisi darurat memiliki nilai yang sangat agung di mata Sang Pencipta. Melalui cinta kepada sesama, Ali berhasil mengetuk pintu langit dan meraih gelar mabrur yang abadi sepanjang sejarah. (Tim)

Berita Terkait

Menyambut Tamu Allah: Doa dan Adab Terbaik Saat Jemaah Haji Pulang ke Tanah Air
Perjanjian Aqabah: Titik Balik Sejarah Islam di Bulan Dzulhijjah
Hukum Menikahi Wanita Hamil: Sahkah Menurut Agama dan Hukum Negara?
Tips Cerdas Memilih Sosis Sehat dan Halal untuk Keluarga
Panduan Sembelih Ayam Sesuai Syariah: Cepat, Tepat, Halal
Ciri Rezeki Tidak Berkah: Mengapa Harta Banyak Tapi Hati Gelisah?
Bolehkah Menikah Pada Hari Tasyrik? Ini Penjelasan Lengkapnya
Bolehkah Menjual Kulit Hewan Kurban? Ini Hukumnya dalam Islam
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:00 WIB

Menyambut Tamu Allah: Doa dan Adab Terbaik Saat Jemaah Haji Pulang ke Tanah Air

Rabu, 3 Juni 2026 - 05:00 WIB

Kisah Haru Penjual Sepatu yang Dapat Gelar Haji Mabrur Tanpa ke Makkah

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:00 WIB

Perjanjian Aqabah: Titik Balik Sejarah Islam di Bulan Dzulhijjah

Selasa, 2 Juni 2026 - 05:00 WIB

Hukum Menikahi Wanita Hamil: Sahkah Menurut Agama dan Hukum Negara?

Senin, 1 Juni 2026 - 18:00 WIB

Tips Cerdas Memilih Sosis Sehat dan Halal untuk Keluarga

Berita Terbaru