Cuitan.id – Presiden Prabowo Subianto memberikan kepercayaan baru kepada Hanif Faisol Nurofiq. Hari ini, Senin (17/4/2026), Hanif resmi mengemban tugas sebagai Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan. Penunjukan ini mempertegas peran strategis pria asal Bojonegoro tersebut dalam memperkuat kedaulatan pangan Indonesia.
Sebelumnya, masyarakat mengenal Hanif sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) sejak Oktober 2024. Kini, ia membawa keahliannya di bidang sumber daya alam untuk memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat.
Jejak Anak Bojonegoro yang Gemar Mendaki
Lahir di Bojonegoro pada 21 Maret 1971, Hanif tumbuh besar di lingkungan yang sederhana sebagai anak ke-8 dari 10 bersaudara. Ia menyelesaikan masa sekolahnya di SDN Kadipaten 2, SMPN 1, dan SMAN 1 Bojonegoro sebelum akhirnya jatuh cinta pada dunia kehutanan.
Hobi mendaki gunung membawanya menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat dan puncaknya meraih gelar Doktor dari Universitas Brawijaya. Kedekatannya dengan alam inilah yang membentuk karakter kepemimpinannya yang taktis namun tetap humanis.
Merintis Karier dari Bawah
Perjalanan karier Hanif adalah bukti nyata bahwa kerja keras membuahkan hasil. Ia memulai langkahnya pada 1993 sebagai staf data di Kalimantan Selatan. Perlahan tapi pasti, ia menduduki posisi krusial di lapangan, mulai dari Kepala Resort Pemangkuan Hutan hingga memimpin wilayah Batulicin yang merupakan pusat kayu besar.
Dedikasinya membawa Hanif menduduki jabatan Kepala Dinas Kehutanan Kalsel pada 2016, hingga akhirnya ditarik ke pusat sebagai Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) pada 2023.
Misi Besar: Sampah, Industri, dan Ketahanan Pangan
Selama memimpin Kementerian Lingkungan Hidup, Hanif aktif mengampanyekan gerakan “Akhiri Open Dumping Sampah” pada 2025. Ia ingin mengubah cara masyarakat mengelola sampah demi masa depan bumi yang lebih hijau.
Tak hanya itu, ia bertindak tegas terhadap pengelola kawasan industri di Jabodetabek. Hanif mewajibkan mereka memantau kualitas air limbah secara otomatis melalui sistem elektronik dan serius menekan pencemaran udara.
Kini, tantangan baru menantinya. Sebagai Wakil Menko Pangan, Hanif memikul harapan besar untuk menyelaraskan tata kelola lingkungan dengan produktivitas lahan pertanian. Pengalamannya mengelola hutan menjadi modal berharga untuk memastikan agenda ketahanan pangan nasional berjalan tanpa merusak ekosistem alam. **






