Air Danau Kerinci Menyusut, PLTA Merangin Hidro Sebut Hanya Gunakan 40 Persen

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Air Danau Kerinci Menyusut, PLTA Merangin Hidro Sebut Hanya Gunakan 40 Persen

Air Danau Kerinci Menyusut, PLTA Merangin Hidro Sebut Hanya Gunakan 40 Persen

Britainaja – Keresahan warga terkait menurunnya permukaan air di Danau Kerinci belakangan ini akhirnya di tanggapi oleh pihak pengelola energi. Dalam sebuah pertemuan bersama jurnalis dan aktivis di Sungai Penuh, Jambi, manajemen PLTA Merangin Hidro memberikan klarifikasi terkait tudingan yang menyebut operasional pembangkit penyebab keringnya danau ikonik tersebut.

Humas PLTA Merangin Hidro, Asroli, memaparkan bahwa fenomena ini murni di picu oleh faktor alam, yakni intensitas hujan yang merosot tajam. Penjelasan ini di sampaikan secara terbuka pada acara Cofee Morning bersama Wartawan dan Lsm yang bertempat di Aula Hotel Mahkota pada Kamis, 5 Februari 2026, guna meredam spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh.

Baca Juga :  Peluang Terakhir! Segera Tukar Kode Redeem FF 2 Maret 2026 Sebelum Kedaluwarsa

Menurut pemaparan pihak PLTA, sepanjang bulan Januari lalu, curah hujan di wilayah hulu memang berada di level yang sangat rendah. Asroli menegaskan bahwa posisi perusahaan bukan dalam rangka membela diri, melainkan berbicara berdasarkan data lapangan mengenai kondisi iklim terkini yang memang sedang tidak bersahabat.

Ada fakta menarik yang di ungkapkan dalam pertemuan tersebut mengenai intervensi manusia terhadap cuaca. Jika biasanya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan modifikasi cuaca untuk menurunkan hujan, kali ini situasinya justru terbalik. BNPB disebut tengah melakukan rekayasa agar hujan tidak turun di wilayah tertentu, yang secara tidak langsung berdampak pada minimnya pasokan air ke badan danau.

Baca Juga :  Huawei FreeBuds SE 4 ANC Resmi Rilis, TWS Premium Harga Terjangkau

Isu teknis mengenai kebutuhan air untuk menggerakkan turbin juga menjadi sorotan utama. PLTA membutuhkan debit air sekitar 100 meter kubik per detik untuk beroperasi secara maksimal. Asroli menjelaskan, jika angka tersebut sepenuhnya diambil dari Danau Kerinci, maka air danau dipastikan akan habis dalam waktu singkat.

Guna menjaga keseimbangan ekosistem, operasional tiga turbin pembangkit listrik ini sebenarnya lebih banyak mengandalkan aliran dari Sungai Batang Merangin. Proporsinya adalah 60 persen air berasal dari sungai, sementara porsi yang di ambil dari Danau Kerinci hanya berkisar 40 persen saja. Angka ini diklaim masih dalam batas aman dan tidak menjadi penyebab utama penyusutan air. (Tim)

Berita Terkait

Langkah Nyata Bupati Monadi Tingkatkan Kemandirian Lansia dan Disabilitas di Kerinci
Terbang Senin Kamis, Segini Harga Tiket Pesawat Rute Jambi-Kerinci
Akses Kerinci-Merangin Kembali Terbuka, Petugas Terapkan Sistem Buka Tutup
Butale Haji: Melodi Haru Warga Kerinci Melepas Tamu Allah
Kerinci Perkuat Sektor Tani: Hibah Tanah ke BULOG Demi Sejahterakan Petani
Bank Jambi Perpanjang Jam Operasional ATM Hingga Pukul 20.00 WIB
Waspada! Virus Campak Mulai Masuk Kerinci, 12 Sampel Pasien Dikirim ke Lab Jambi
Daftar Nama Puluhan Pejabat Baru di Kerinci Yang Dilantik Bupati Monadi
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:00 WIB

Langkah Nyata Bupati Monadi Tingkatkan Kemandirian Lansia dan Disabilitas di Kerinci

Senin, 11 Mei 2026 - 15:00 WIB

Terbang Senin Kamis, Segini Harga Tiket Pesawat Rute Jambi-Kerinci

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:00 WIB

Akses Kerinci-Merangin Kembali Terbuka, Petugas Terapkan Sistem Buka Tutup

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:00 WIB

Butale Haji: Melodi Haru Warga Kerinci Melepas Tamu Allah

Rabu, 29 April 2026 - 19:00 WIB

Kerinci Perkuat Sektor Tani: Hibah Tanah ke BULOG Demi Sejahterakan Petani

Berita Terbaru