Benarkah Es Gabus Berbahaya? Menguak Fakta Ilmiah di Balik Tekstur Sponsnya

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Es gabus warna-warni. (Foto: Pinterest/Sylvia Herres/RRI)

Es gabus warna-warni. (Foto: Pinterest/Sylvia Herres/RRI)

Britainaja – Belakangan ini, jajanan nostalgia es gabus mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial. Sayangnya, perhatian tersebut muncul karena isu miring yang menyebut bahwa tekstur empuk khas es kue ini berasal dari bahan sintetis seperti spons cuci piring atau plastik polimer Polyurethane (PU). Kabar burung ini sempat memicu keresahan di tengah masyarakat yang khawatir akan keamanan pangan bagi anak-anak.

Padahal, jika kita menelaah dari kacamata ilmu pangan, tekstur unik yang menyerupai gabus tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan plastik. Kelembutan dan pori-pori halus pada es krim tradisional ini murni hasil dari reaksi fisika dan kimiawi antara bahan baku alami. Tidak perlu cemas berlebih, karena “keajaiban” tekstur ini merupakan proses yang lazim terjadi dalam industri kuliner.

Rahasia Penstabil: Mengapa Es Gabus Bisa Selembut Kue?

Secara umum, pembuatan es krim maupun es gabus melibatkan bahan utama seperti gula pasir, air, susu, atau santan. Kunci utama pembentuk strukturnya terletak pada penggunaan bahan penstabil (stabilizer). Dalam industri makanan, zat penstabil yang umum digunakan adalah Carboxymethyl Cellulose (CMC) atau bahan alami seperti gelatin, pati, alginat, hingga karagenan yang berasal dari rumput laut.

Baca Juga :  Item Gratis! Daftar Kode Redeem Chaos Zero Nightmare (CZN) Desember 2025

Zat-zat ini berfungsi untuk mengikat molekul air dan mengontrol distribusi lemak agar tidak terpisah. Menurut studi yang di terbitkan dalam Journal of Food and Pharmaceutical Sciences, penstabil seperti CMC atau gelatin bekerja dengan cara membentuk ikatan hidrogen untuk mengunci kadar air. Hasilnya, adonan menjadi kental, stabil, dan memiliki daya leleh yang terjaga dengan baik saat di  bekukan.

Proses ‘Overrun’ yang Menciptakan Pori-Pori Gabus

Keunikan es gabus yang tampak berpori mirip busa sebenarnya di jelaskan secara detail dalam Advances in Agricultural and Food Research Journal (2025). Tekstur tersebut lahir dari sebuah proses teknis yang di sebut overrun. Saat adonan yang berbahan dasar tepung pati dan santan di masak lalu di aduk selama pembekuan, udara secara tidak sengaja terperangkap di dalam jaringan adonan tersebut.

Udara yang terjebak ini kemudian membentuk kantong-kantong oksigen kecil yang terkunci saat suhu mencapai titik beku. Reaksi inilah yang membuat es terasa ringan, empuk, dan memberikan sensasi visual seperti spons saat dipotong. Jadi, lubang-lubang kecil pada es gabus bukanlah bukti adanya plastik, melainkan jejak udara yang memberikan tekstur “bernafas” pada jajanan tersebut.

Baca Juga :  Kisah Cinta & Luka: 2 Drakor Terbaru Vidio yang Wajib Kamu Tonton!

Pentingnya Memilih Produk yang Higienis

Meski secara sains es gabus dinyatakan aman karena proses kimianya yang alami, kita tetap harus bersikap kritis sebagai konsumen. Bahaya yang mungkin muncul bukan terletak pada tekstur sponsnya, melainkan pada kebersihan proses produksinya. Penggunaan pewarna tekstil non-pangan atau pemanis buatan berlebih tetap menjadi risiko nyata jika jajanan diproduksi tanpa standar keamanan yang jelas.

Saran bagi para pecinta kuliner jadul adalah pastikan untuk membeli es gabus dari produsen yang menjamin penggunaan bahan food grade. Warna yang terlalu mencolok dan rasa manis yang meninggalkan bekas pahit di tenggorokan seringkali menjadi indikator bahan baku yang kurang berkualitas. Edukasi mengenai ilmu pangan seperti ini sangat penting agar masyarakat tidak mudah termakan hoaks yang seringkali mencampuradukkan fakta ilmiah dengan ketakutan yang tidak beralasan. (Tim)

Berita Terkait

Awas! 250 Aplikasi Android Palsu Ini Diam-Diam Kuras Pulsa Anda
Serbu Hadiahnya! Kode Redeem ML Terbaru 6 Juni 2026 Siap Kamu Klaim
BMW Vision K18: Monster Futuristik Baru Besutan BMW Motorrad
Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 20 Mei 2026: Scorpio Butuh Rehat, Taurus Waktunya Party
Cara Mengasah Pisau Kurban Agar Setajam Silet: Praktis, Aman, dan Sesuai Syariat
Satrenarkoba Polres Kerinci Gagalkan Transaksi Sabu Sistem COD, Remaja 19 Tahun Diamankan
Kisah Cinta & Luka: 2 Drakor Terbaru Vidio yang Wajib Kamu Tonton!
Harga Emas Antam Hari Ini Naik! Saatnya Cek Tabungan Investasi Anda
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:00 WIB

Awas! 250 Aplikasi Android Palsu Ini Diam-Diam Kuras Pulsa Anda

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:00 WIB

Serbu Hadiahnya! Kode Redeem ML Terbaru 6 Juni 2026 Siap Kamu Klaim

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:00 WIB

BMW Vision K18: Monster Futuristik Baru Besutan BMW Motorrad

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:00 WIB

Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 20 Mei 2026: Scorpio Butuh Rehat, Taurus Waktunya Party

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:00 WIB

Cara Mengasah Pisau Kurban Agar Setajam Silet: Praktis, Aman, dan Sesuai Syariat

Berita Terbaru

Fitur Rahasia iOS 27 yang Bikin iPhone Makin Canggih. (Medcom)

Tech & Game

7 Fitur Rahasia iOS 27 yang Diam-Diam Bikin Nyaman Pengguna iPhone

Senin, 15 Jun 2026 - 16:00 WIB

Ilustrasi - Huawei Rilis HarmonyOS 7: AI Makin Cerdas & Tampilan 3D Memukau. Gemini

Tech & Game

Huawei Rilis HarmonyOS 7: AI Makin Cerdas & Tampilan 3D Memukau

Senin, 15 Jun 2026 - 14:00 WIB