Britainaja – Nama Bill Gates telah menjadi sinonim dengan revolusi teknologi yang mengubah wajah dunia di abad ke-20. Terlahir dengan nama William Henry Gates III pada 28 Oktober 1955 di Seattle, Washington, perjalanannya di mulai dari obsesi masa remaja terhadap komputer di sekolah Lakeside. Di tempat itulah, ia bertemu Paul Allen, sosok yang nantinya menjadi mitra kunci dalam melahirkan Microsoft pada tahun 1975, sebuah perusahaan yang bermimpi meletakkan komputer di setiap meja kerja dan di setiap rumah.
Kejeniusan Gates bukan hanya pada kode pemrograman, melainkan pada visi bisnisnya yang agresif dan taktis. Di bawah kepemimpinannya, Microsoft merajai pasar sistem operasi melalui MS-DOS dan Windows, yang kemudian menjadikannya orang terkaya di dunia selama bertahun-tahun. Namun, perjalanan ini tidak lepas dari kontroversi; ia pernah menghadapi pemeriksaan antimonopoli yang sengit, yang justru menjadi titik balik dalam hidupnya untuk mulai memikirkan warisan yang lebih dari sekadar angka di neraca keuangan.
Transformasi terbesar Gates terjadi ketika ia memutuskan untuk perlahan mundur dari operasional harian Microsoft dan mendirikan Bill & Melinda Gates Foundation pada tahun 2000. Melalui yayasan ini, ia menyalurkan puluhan miliar dolar untuk memerangi polio, malaria, dan meningkatkan sanitasi di negara-negara berkembang. Gates mengubah citranya dari seorang pengusaha perangkat lunak yang “kejam” menjadi sosok filantropis yang sangat teknis, menggunakan data sains untuk memecahkan masalah kemanusiaan paling pelik.
Baru-baru ini, Gates kembali menjadi sorotan melalui komitmennya untuk menghabiskan seluruh dana abadi yayasannya dalam dua dekade ke depan. Fokusnya pun bergeser pada isu-isu eksistensial manusia: perubahan iklim, ketahanan pangan, dan kesiapan menghadapi pandemi di masa depan. Meski telah resmi bercerai dari Melinda French Gates pada 2021, keduanya tetap berkomitmen menjalankan visi yayasan demi masa depan yang lebih inklusif.
Mengapa Visi Gates Masih Relevan? Gates adalah prototipe dari seorang “problem solver” global. Pendekatannya terhadap isu sosial selalu berbasis pada inovasi teknologi dan efisiensi biaya. Saat ini, melalui inisiatif seperti Breakthrough Energy, ia berupaya mempercepat transisi energi bersih dengan mendanai teknologi yang masih di anggap terlalu berisiko oleh pasar tradisional.
Bagi kita, pelajaran terbesar dari seorang Bill Gates bukan hanya tentang bagaimana menumpuk kekayaan, melainkan bagaimana kekayaan tersebut di gunakan sebagai instrumen perubahan. Ia membuktikan bahwa pengaruh sejati seseorang tidak di ukur dari berapa banyak sistem operasi yang terpasang, tetapi dari berapa banyak nyawa yang bisa di selamatkan melalui kebijakan dan investasi yang berpihak pada kemanusiaan. (Tim)















