Tsabit bin Qurrah, Sang Maestro Geometri dan Penjaga Estafet Sains Modern

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Tsabit bin Qurrah, Sang Maestro Geometri dan Penjaga Estafet Sains Modern

Ilustrasi. Tsabit bin Qurrah, Sang Maestro Geometri dan Penjaga Estafet Sains Modern

Britainaja – Dunia ilmu pengetahuan modern berutang besar pada sosok Tsabit bin Qurrah, ilmuwan serbabisa asal Harran yang hidup di masa keemasan Kekhalifahan Abbasiyah. Lahir pada tahun 826 M, pria bernama lengkap Abu al-Hasan Tsabit bin Qurrah al-Sabi’ al-Harrani ini bukan sekadar penerjemah ulung, melainkan arsitek intelektual yang menjembatani warisan Yunani kuno dengan inovasi sains Islam. Perjalanannya dari seorang tukang emas hingga menjadi astronom istana di Baghdad adalah bukti nyata bahwa ketekunan mampu mengubah peradaban.

Tsabit tumbuh dalam komunitas Sabian yang di kenal memiliki kecintaan mendalam pada astronomi dan matematika. Kecemerlangan otaknya menarik perhatian Muhammad bin Musa bin Syakir, salah satu dari anggota “Banu Musa” yang tersohor. Di bawah naungan institusi prestisius Bayt al-Hikmah, Tsabit tidak hanya menerjemahkan karya-karya Euclid, Archimedes, dan Ptolemaeus, tetapi juga memberikan koreksi kritis serta pengembangan teori yang orisinal.

Baca Juga :  Xiaomi 17 Series Dikabarkan Rilis 30 September 2025

Dalam dunia matematika, kontribusi terbesarnya terletak pada bidang geometri dan teori bilangan. Ia berhasil memperluas konsep sistem bilangan untuk menggambarkan rasio antara besaran kontinu, sebuah langkah revolusioner yang mendahului konsep kalkulus modern. Tsabit juga di kenal karena penemuan rumus untuk menentukan “bilangan bersahabat” (amicable numbers), yang menjadi salah satu capaian teoritis paling mengesankan di abad ke-9.

Beralih ke cakrawala, Tsabit bin Qurrah melakukan observasi astronomi yang sangat presisi. Ia berhasil menghitung panjang tahun matahari dengan akurasi yang mengejutkan pada masanya, yakni 365 hari, 6 jam, 9 menit, dan 12 detik. Ia juga memopulerkan teori “trepidasi” untuk menjelaskan presesi ekuinoks, sebuah studi yang menjadi referensi penting bagi para astronom Eropa di kemudian hari, termasuk Nicolaus Copernicus.

Baca Juga :  Bocah 8 Tahun di Pamulang Hilang Terseret Arus Saat Kejar Sandal

Warisan Intelektual dan Relevansi Modern Karya Tsabit bin Qurrah tidak berhenti pada angka dan bintang. Ia juga menulis risalah tentang anatomi tubuh manusia dan musik, menunjukkan kapasitas otak seorang polymath sejati. Mengapa profilnya begitu penting hari ini? Di era algoritma dan kecerdasan buatan, metodologi Tsabit dalam memvalidasi data dan mencari kebenaran empiris adalah fondasi utama dari metode ilmiah yang kita gunakan sekarang.

Bagi para akademisi dan peminat sejarah, mempelajari Tsabit bin Qurrah adalah upaya untuk melihat bagaimana kolaborasi antarbudaya dalam hal ini Yunani dan Arab mampu menghasilkan lonjakan teknologi. Ia membuktikan bahwa ilmu pengetahuan tidak mengenal batas negara atau agama, melainkan sebuah estafet panjang yang harus di jaga keberlanjutannya demi kemajuan umat manusia. (Tim)

Berita Terkait

Jejak Heroik Depati Parbo dalam Perang Kerinci yang Melegenda
Menghitung Hari Menuju Malam Nisfu Syaban 1447 H
Raden Hamzah: Panglima Perang Jambi yang Gentarkan Serdadu Belanda
Al-Hasan Ibnu Al-Haitsam: Sang Bapak Optik, Penerang Dunia dengan Cahaya Ilmu
Ibnu Yunus Al-Mishri: Sang Maestro Astronomi dan Matematika dari Mesir
Inilah Amalan Doa Terbaik untuk Menyambut Ramadan 2026
Abu al-Wafa al-Buzjani: Sang Jenius di Balik Kecanggihan Trigonometri Modern
Abu al-Qasim az-Zahrawi: Bapak Bedah Modern yang Mengubah Wajah Kedokteran Dunia
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:00 WIB

Jejak Heroik Depati Parbo dalam Perang Kerinci yang Melegenda

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:15 WIB

Menghitung Hari Menuju Malam Nisfu Syaban 1447 H

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:30 WIB

Raden Hamzah: Panglima Perang Jambi yang Gentarkan Serdadu Belanda

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:01 WIB

Al-Hasan Ibnu Al-Haitsam: Sang Bapak Optik, Penerang Dunia dengan Cahaya Ilmu

Senin, 26 Januari 2026 - 16:00 WIB

Ibnu Yunus Al-Mishri: Sang Maestro Astronomi dan Matematika dari Mesir

Berita Terbaru