Kronologi Penangkapan Nicolas Maduro oleh Militer AS

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kronologi Penangkapan Nicolas Maduro oleh Militer AS (foto: AFP/X/medcom))

Kronologi Penangkapan Nicolas Maduro oleh Militer AS (foto: AFP/X/medcom))

Britainaja – Langit Caracas yang biasanya riuh dengan aktivitas malam mendadak berubah mencekam pada Sabtu dini hari. Di bawah selimut kegelapan, ratusan pesawat tempur dan helikopter militer Amerika Serikat membelah ruang udara Venezuela dalam sebuah operasi skala besar yang berakhir dengan penangkapan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.

Langkah berani ini di konfirmasi langsung oleh Donald Trump melalui platform Truth Social. Ia menyatakan bahwa kekuatan gabungan militer dan penegak hukum AS telah berhasil mengamankan pemimpin Venezuela tersebut langsung dari kediamannya. Trump menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan titik puncak dari upaya panjang Washington dalam memerangi ancaman narko-terorisme dan krisis migrasi massal yang selama ini di tuding bersumber dari rezim Maduro.

Drama Penggerebekan Tengah Malam

Operasi yang berlangsung pada 3 Januari 2026 ini di mulai sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, mengungkapkan bahwa lebih dari 150 armada udara di kerahkan dari berbagai pangkalan di belahan bumi barat. Pasukan Delta Force yang menjadi ujung tombak operasi ini terbang rendah untuk menghindari deteksi radar sebelum akhirnya mendarat di kompleks kepresidenan.

Baca Juga :  Disney Destiny: Kapal Pesiar Baru Bertema Pahlawan dan Penjahat

Menurut laporan lapangan, Maduro dan Flores kabarnya masih terlelap saat pasukan elite tersebut merangsek masuk ke kamar tidur mereka. Meski sempat terjadi baku tembak di area sekitar kompleks, tim AS yang di bantu oleh unit khusus FBI berhasil menguasai keadaan dalam waktu singkat. Sekitar pukul 03.29 pagi, pasangan tersebut sudah berada di dalam pesawat evakuasi, meninggalkan wilayah udara Venezuela menuju kapal induk USS Iwo Jima.

Suasana Mencekam di Jantung Venezuela

Warga Caracas melaporkan adanya pemadaman listrik massal yang menyertai suara dentuman ledakan dan raungan mesin pesawat di langit ibu kota. Di kota Higuerote, rekaman video amatir menunjukkan kobaran api besar melalap area bandara setempat, menandakan adanya kontak senjata atau serangan udara taktis untuk melumpuhkan pertahanan lokal.

Mary Mena, koresponden yang memantau situasi di lokasi, menggambarkan suasana kota yang mendadak sunyi setelah badai serangan berlalu. Saluran televisi pemerintah terus menyiarkan pesan dari kementerian pertahanan yang meminta warga tetap tenang, sementara aparat militer mulai di siagakan di berbagai sudut kota untuk mencegah kerusuhan massal pasca-penangkapan sang presiden.

Baca Juga :  Gen Z Amerika Mulai Tinggalkan Smartpone dan Beralih ke Ponsel Jadul, Ada Apa?

Analisis: Babak Baru Hubungan AS-Venezuela

Penangkapan seorang kepala negara aktif oleh militer negara lain adalah tindakan ekstrem yang jarang terjadi dalam sejarah modern, mengingatkan kita pada kasus Manuel Noriega di Panama tahun 1989. Secara hukum internasional, langkah ini di pastikan akan memicu perdebatan panjang mengenai kedaulatan negara. Namun, bagi Gedung Putih, langkah ini di anggap sebagai solusi final untuk menghentikan aliran narkoba dan tekanan migran di perbatasan AS.

Dampak dari operasi ini tidak hanya akan di rasakan di meja hijau New York, tempat Maduro akan di adili, tetapi juga pada stabilitas harga minyak dunia dan peta politik Amerika Latin. Tanpa adanya figur sentral di Caracas, Venezuela kini berada di ambang ketidakpastian; apakah akan menuju transisi demokrasi atau justru terjerumus dalam konflik internal yang lebih dalam. (Tim)

Berita Terkait

Delcy Rodriguez Jadi Presiden Usai Maduro Ditangkap AS
Makna Mendalam Al-Qur’an Abad ke-18 dalam Pelantikan Walikota Zohran Mamdani
Eks CEO Miss Universe Divonis Penjara Kasus Penipuan, Anne Jakrajutatip Jadi Buronan
Analisis DNA Rambut Ungkap Penyebab Kematian Beethoven dan Rahasia Silsilah Keluarga
NASA Ungkap Titik Terpanas di Bumi Bukan di Libya, Suhunya Capai 70,7°C
PBB Loloskan Lima Resolusi Krusial Dukung Palestina di Tengah Agresi
Tabrakan Maut Bus Umrah di Saudi: 45 Jemaah India Meninggal, Satu Korban Selamat Dekat Sopir
Kunci Gelar Juara Dunia! Klasemen Akhir MotoGP 2025 Setelah Seri Valencia
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:00 WIB

Delcy Rodriguez Jadi Presiden Usai Maduro Ditangkap AS

Minggu, 4 Januari 2026 - 21:42 WIB

Kronologi Penangkapan Nicolas Maduro oleh Militer AS

Minggu, 4 Januari 2026 - 09:39 WIB

Makna Mendalam Al-Qur’an Abad ke-18 dalam Pelantikan Walikota Zohran Mamdani

Selasa, 30 Desember 2025 - 22:11 WIB

Eks CEO Miss Universe Divonis Penjara Kasus Penipuan, Anne Jakrajutatip Jadi Buronan

Jumat, 19 Desember 2025 - 11:00 WIB

Analisis DNA Rambut Ungkap Penyebab Kematian Beethoven dan Rahasia Silsilah Keluarga

Berita Terbaru