Britainaja – Provinsi Lampung secara geografis memang istimewa karena hampir seluruh wilayahnya berbatasan langsung dengan laut. Kekayaan alam inilah yang melahirkan banyak destinasi bahari unggulan, namun belakangan ini satu nama terus mencuri perhatian: Pulau Pahawang. Destinasi ini tidak hanya menjadi primadona bagi pelancong lokal, tetapi juga mulai memikat turis mancanegara berkat keasrian alamnya.
Daya tarik utama Pahawang terletak pada air lautnya yang jernih dan hamparan pasir putih yang kontras dengan gradasi biru samudera. Bagi para pecinta fotografi atau mereka yang sekadar ingin melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan, pemandangan eksotis di sini menawarkan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain.
Akses dan Perkiraan Biaya Penyeberangan
Petualangan menuju Pahawang dimulai dari Dermaga Ketapang. Jaraknya sekitar 23 kilometer jika Anda berangkat dari Bandar Udara Radin Inten II. Dari dermaga ini, moda transportasi utama adalah kapal sewa yang harganya bervariasi tergantung ukuran dan daya tampung.
Untuk kapal berkapasitas 23 hingga 25 orang, tarif sewa biasanya dipatok sekitar Rp500 ribu untuk perjalanan pulang-pergi. Jika Anda datang dengan grup yang lebih besar, tersedia kapal dengan kapasitas lebih banyak seharga Rp800 ribu. Karena biaya sewa kapal cukup terasa bagi pelancong tunggal, sangat di sarankan untuk datang dalam rombongan agar pengeluaran transportasi menjadi lebih hemat.
Eksplorasi Bawah Laut dan Pulau Sekitar
Perjalanan membelah ombak dari dermaga menuju pulau memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit. Waktu yang relatif singkat ini akan terbayar lunas begitu Anda menceburkan diri ke air. Snorkeling menjadi aktivitas wajib karena biota laut di Pahawang masih sangat alami dan terjaga.
Puas di pulau utama, Anda bisa melanjutkan penjelajahan ke pulau-pulau tetangga seperti Pulau Kelagian Kecil, Pahawang Kecil, atau Tanjung Putus. Setiap titik memiliki karakter keindahan yang berbeda namun tetap konsisten dengan tema air jernih dan pasir putihnya yang ikonik.
Satu tips penting bagi pengunjung: pastikan mampir ke Pantai Sari Ringgung sebelum kembali ke daratan utama. Di sana terdapat fenomena pasir timbul yang membelah laut. Namun, fenomena ini hanya terlihat saat air sedang surut, biasanya pada sore hari sebelum pasang kembali naik.
Menjadi Wisatawan Bijak di Pahawang
Sebagai tambahan konteks bagi Anda yang berencana berkunjung, penting untuk diingat bahwa ekosistem terumbu karang di Pahawang sangat sensitif. Pastikan Anda menggunakan tabir surya (sunscreen) yang ramah lingkungan (reef-safe) agar bahan kimia tidak merusak koral.
Jangan pernah menginjak atau mematahkan karang saat snorkeling, dan hindari memberi makan ikan dengan roti atau makanan manusia lainnya karena dapat mengganggu keseimbangan rantai makanan alami mereka. Dengan menjaga kelestarian ini, kita memastikan kecantikan Pahawang tidak hanya menjadi cerita bagi generasi mendatang, tetapi tetap bisa dinikmati secara nyata. (Tim)















