Viral Dugaan Jule Selingkuh Lagi, Ternyata Ini Penjelasan Medis di Balik Hobinya Berbohong

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Dugaan Jule Selingkuh Lagi, Ternyata Ini Penjelasan Medis di Balik Hobinya Berbohong (Foto @juliaprt7Instagram)

Viral Dugaan Jule Selingkuh Lagi, Ternyata Ini Penjelasan Medis di Balik Hobinya Berbohong (Foto @juliaprt7Instagram)

Britainaja – Nama Jule mendadak menjadi sorotan publik setelah dugaan perselingkuhan yang kembali menyeruak di media sosial. Fenomena “pemain lama” dalam urusan pengkhianatan cinta ini memicu diskusi hangat mengenai alasan seseorang sulit untuk berhenti berselingkuh setelah tertangkap satu kali.

Bukan sekadar masalah moral, sains mencoba membedah apa yang terjadi di balik tempurung kepala para pelaku perselingkuhan kronis. Sebuah penelitian yang di terbitkan dalam jurnal Nature Neuroscience memberikan gambaran menarik tentang bagaimana kebohongan kecil perlahan-lahan merusak sensitivitas otak terhadap rasa bersalah.

Para peneliti menemukan bahwa amygdala, bagian otak yang memproses emosi dan ketakutan, bereaksi sangat kuat saat seseorang pertama kali berbohong. Ada rasa tidak nyaman yang hebat dan desakan hati nurani yang muncul. Namun, respons emosional ini perlahan meredup seiring dengan frekuensi kebohongan yang meningkat.

Baca Juga :  Tonggak Baru: OnePlus 15 Resmi Meluncur Global Tanpa Branding Hasselblad di Kamera

Dalam konteks hubungan, perselingkuhan pertama mungkin terasa sangat membebani pikiran pelaku. Namun, jika perbuatan tersebut berlanjut menjadi pola, otak mengalami adaptasi emosional. Ketidakjujuran yang terus-menerus membuat amygdala menjadi “kebal”, sehingga rasa takut akan konsekuensi atau empati terhadap pasangan yang tersakiti pun jauh berkurang.

Studi lain dari University College London turut memperkuat temuan ini. Mereka menyoroti bahwa otak manusia memiliki kecenderungan untuk menormalisasi perilaku menyimpang jika dilakukan berulang kali. Ketika seseorang lolos dari satu kebohongan, jalur saraf mereka seolah mendapatkan lampu hijau untuk melakukan kebohongan berikutnya yang lebih besar.

Baca Juga :  Netflix Guncang Pasar, Akuisisi Warner Bros Senilai Rp1.144 Triliun

Kasus yang menimpa figur seperti Jule menjadi pengingat bahwa kesetiaan bukan sekadar pilihan hati, melainkan juga perjuangan melawan pola kognitif. Tanpa adanya keinginan kuat untuk memutus rantai kebohongan dan memperbaiki integritas diri, seseorang akan terjebak dalam siklus pengkhianatan yang sama secara terus-menerus. (Tim)

Berita Terkait

Dulu Kaset Sekarang Streaming, Teknologi Apa yang Bakal Gantikan Spotify?
Tiket Konser Laufey Jakarta Laris Manis? Ini Profil Musisi Peraih Grammy yang Viral di TikTok
Netflix Beri Lampu Hijau One Piece Season 2, Intip Sinopsis Lengkapnya
Ferry Irwandi Bagi-Bagi Beasiswa Kuliah 1 Semester, Begini Cara Daftarnya
Buntut Konten Viral, YouTuber Resbob dan Bigmo Kini Resmi Berstatus Tersangka Kasus Azizah Salsha
Agnez Mo Akhirnya Buka Suara Soal Kondisinya di Dubai Usai Isu Perang Iran-Israel Memanas
Plot Twist Hollywood: Paramount Depak Netflix, Amankan Tahta Warner Bros!
Link Video Viral Teh Pucuk 17 Menit yang Gegerkan Media Sosial, Waspada!
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:00 WIB

Dulu Kaset Sekarang Streaming, Teknologi Apa yang Bakal Gantikan Spotify?

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:00 WIB

Tiket Konser Laufey Jakarta Laris Manis? Ini Profil Musisi Peraih Grammy yang Viral di TikTok

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:10 WIB

Netflix Beri Lampu Hijau One Piece Season 2, Intip Sinopsis Lengkapnya

Jumat, 6 Maret 2026 - 11:07 WIB

Ferry Irwandi Bagi-Bagi Beasiswa Kuliah 1 Semester, Begini Cara Daftarnya

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:49 WIB

Buntut Konten Viral, YouTuber Resbob dan Bigmo Kini Resmi Berstatus Tersangka Kasus Azizah Salsha

Berita Terbaru

Ilustrasi Suasana Mudik Lebaran. Gemini AI

Khasanah

Bolehkah Berpuasa Saat Mudik? Ini Panduan Fikih Lengkap

Sabtu, 14 Mar 2026 - 12:00 WIB