Britainaja – Berlibur tanpa beban dompet fisik kini bukan lagi sekadar impian. Memasuki awal tahun 2026, tren wisata hemat energi dan minim drama finansial semakin di gemari oleh masyarakat Indonesia yang mendambakan kepraktisan.
Pergantian tahun sering kali menjadi titik balik bagi banyak orang untuk menata ulang kebiasaan mereka, termasuk urusan mengelola uang di perjalanan. Alih-alih sibuk menghitung lembaran uang tunai atau bingung mencari kembalian, metode pembayaran digital atau cashless menawarkan kebebasan yang lebih nyata saat mengeksplorasi destinasi impian.
Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata, mobilitas masyarakat meningkat tajam dengan catatan miliaran perjalanan sepanjang tahun lalu. Angka ini membuktikan bahwa pelesiran sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup. Untuk mendukung ritme tersebut, hadirnya dompet digital seperti DANA memberikan solusi konkret agar setiap transaksi berjalan mulus tanpa hambatan.
Strategi Cerdas Liburan Tanpa Uang Tunai
Menyusun rencana perjalanan kini jauh lebih ringkas melalui fitur seperti Travel by Voyager. Pengguna tidak perlu lagi berpindah-pindah aplikasi hanya untuk memesan tiket pesawat, kereta, hingga akomodasi hotel. Semua kebutuhan logistik bisa diselesaikan dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi.
Bagi pelancong yang ingin mencicipi suasana luar negeri, tantangan mencari money changer atau mengkhawatirkan selisih kurs yang tinggi kini bisa diredam. Melalui QRIS Cross Border, transaksi di negara seperti Singapura, Thailand, Malaysia, hingga Jepang kini semudah memindai kode QR. Hal ini menghilangkan keraguan akan sisa uang asing yang sering kali terbuang percuma saat kembali ke tanah air.
Kecepatan juga menjadi kunci utama saat berwisata. Kehadiran teknologi QRIS Tap berbasis NFC memungkinkan pengguna cukup menempelkan ponsel pada mesin pembayaran. Fitur ini sangat membantu saat mobilitas tinggi, seperti saat menaiki moda transportasi publik MRT atau TransJakarta, sehingga waktu tidak habis terbuang di antrean panjang.
Mengelola Dana Bersama Tanpa Konflik
Liburan berkelompok dengan teman atau keluarga sering kali menyisakan persoalan kecil saat harus membagi tagihan. Riset menunjukkan mayoritas wisatawan Indonesia lebih suka bepergian bersama orang terdekat, namun urusan “siapa bayar apa” sering kali menjadi drama. Fitur Split Bill hadir untuk membagi biaya secara adil dan otomatis, sehingga hubungan pertemanan tetap terjaga tanpa ada rasa sungkan soal uang.
Olavina Harahap, selaku Director of Communications DANA Indonesia, menjelaskan bahwa fleksibilitas solusi keuangan digital harus mampu mengikuti keberagaman gaya liburan masyarakat saat ini. Menurutnya, teknologi ini bertujuan membuat setiap perjalanan lebih sederhana dan aman tanpa ketergantungan pada uang tunai.
Meski kemudahan ada di genggaman, Olavina mengingatkan agar pengguna tetap waspada terhadap keamanan siber. Rahasia keamanan transaksi terletak pada kedisiplinan menjaga data pribadi seperti PIN atau kode OTP agar tidak jatuh ke tangan yang salah.
Analisis: Mengapa Digitalisasi Keuangan Mengubah Wajah Pariwisata?
Penerapan sistem cashless bukan sekadar tren teknologi, melainkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi pariwisata yang lebih transparan. Bagi wisatawan, manfaat utamanya adalah keamanan; risiko kehilangan uang tunai akibat pencurian atau kelalaian jauh berkurang. Secara psikologis, kemudahan bertransaksi juga sering kali meningkatkan kepuasan perjalanan karena berkurangnya hambatan teknis di lapangan.
Selain itu, integrasi pembayaran lintas negara (cross-border) memperkuat posisi mata uang lokal dalam perdagangan regional. Hal ini memberikan efisiensi luar biasa bagi UMKM di destinasi wisata karena mereka bisa menerima pembayaran dari turis asing tanpa harus memiliki infrastruktur perbankan yang rumit. Digitalisasi ini adalah langkah besar menuju ekosistem pariwisata yang lebih inklusif dan modern di Asia Tenggara. (Tim)















