Britainaja – Membangun rumah tangga baru bukan sekadar menyatukan dua hati, tetapi juga menyelaraskan dua kebiasaan finansial yang sering kali bertolak belakang. Banyak pasangan muda terjebak dalam euforia awal pernikahan sehingga melupakan fondasi ekonomi yang kuat. Padahal, transparansi dan manajemen uang yang rapi sejak hari pertama adalah kunci utama untuk menghindari gesekan di masa depan.
Persoalan anggaran sering menjadi pemicu stres jika tidak di bicarakan secara terbuka. Anda dan pasangan perlu duduk bersama untuk membedah kondisi keuangan masing-masing tanpa ada yang ditutup-tupi. Langkah ini krusial agar target jangka panjang, seperti memiliki hunian pribadi atau mempersiapkan dana persalinan, bisa tercapai dengan lebih terukur.
Langkah Taktis Mengatur Arus Kas Rumah Tangga
Langkah awal yang paling efektif adalah menerapkan sistem rekening bersama untuk pengeluaran rutin, namun tetap memberikan ruang privasi melalui rekening pribadi. Anda bisa mengalokasikan persentase tertentu dari gaji masing-masing untuk biaya kontrak rumah, tagihan listrik, hingga belanja dapur. Cara ini menciptakan rasa gotong royong sekaligus tanggung jawab bersama atas operasional harian.
Prioritaskan pembentukan dana darurat sebelum melirik instrumen investasi yang berisiko tinggi. Bagi keluarga baru, memiliki simpanan setara 3 hingga 6 bulan pengeluaran adalah jaring pengaman paling aman jika terjadi situasi tidak terduga, seperti kehilangan pekerjaan atau masalah kesehatan. Mulailah menyisihkan minimal 10% dari total pendapatan bulanan secara konsisten.
Menggeser Paradigma Konsumtif ke Produktif
Sebagai pengamat tren gaya hidup, saya melihat tantangan terbesar pasangan muda saat ini adalah tekanan media sosial atau fenomena lifestyle inflation. Keinginan untuk tampil mapan secara instan sering kali membuat pasangan baru memaksakan diri mengambil cicilan yang melampaui kemampuan bayar. Hal ini sangat berisiko karena bisa menggerus porsi tabungan masa depan.
Saran saya, gunakanlah metode budgeting sederhana seperti 50-30-20. Alokasikan 50% pendapatan untuk kebutuhan pokok, 30% untuk gaya hidup atau hiburan agar hubungan tetap harmonis, dan 20% mutlak untuk tabungan serta investasi. Ingatlah bahwa kemapanan finansial sejati di bangun dari konsistensi, bukan dari besarnya nominal gengsi yang Anda tunjukkan di depan orang lain.
Sangat di sarankan juga bagi pasangan muda untuk mulai melek asuransi kesehatan selain BPJS. Memiliki perlindungan tambahan sejak usia muda biasanya memberikan premi yang lebih murah dan manfaat yang lebih optimal. Dengan perencanaan matang, uang tidak akan lagi menjadi sumber pertengkaran, melainkan alat untuk mencapai kebahagiaan bersama. (Tim)















