Panduan Lengkap Salat Tarawih: Niat, Tata Cara, dan Jumlah Rakaat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Panduan Lengkap Salat Tarawih: Niat, Tata Cara, dan Jumlah Rakaat (Foto: AI)

Ilustrasi. Panduan Lengkap Salat Tarawih: Niat, Tata Cara, dan Jumlah Rakaat (Foto: AI)

Britainaja – Gema selawat dan langkah kaki menuju masjid menjadi pemandangan syahdu setiap kali hilal Ramadan tampak di ufuk. Salah satu ibadah yang paling di nantikan umat muslim adalah salat Tarawih. Ibadah sunah muakkad ini bukan sekadar rutinitas malam, melainkan ruang bagi hamba untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik dalam suasana yang tenang setelah seharian berpuasa.

Salat Tarawih memiliki kedudukan istimewa. Mengacu pada tuntunan syariat, amalan ini menjadi penggugur dosa bagi siapa saja yang menjalankannya dengan ketulusan hati dan iman yang kokoh. Waktunya terbentang cukup panjang, yakni di mulai tepat setelah salat Isya hingga menjelang fajar atau waktu Subuh tiba.

Sebelum memulai rakaat pertama Tarawih, sangat di anjurkan untuk menuntaskan salat sunah Ba’diyyah Isya sebagai pelengkap kesempurnaan ibadah malam Anda. Kebanyakan masyarakat di tanah air memilih melaksanakannya secara berjemaah di masjid segera setelah Isya guna memupuk silaturahmi antarwarga.

Memantapkan Hati Melalui Niat

Landasan utama setiap ibadah adalah niat yang terpatri di dalam hati. Anda bisa melafalkan niat berikut untuk memantapkan fokus sebelum bertakbir, baik saat berjemaah maupun ketika menjalankan ibadah sendiri di rumah.

1. Niat untuk Salat Sendiri (Munfarid): Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’âlâ. Artinya: “Aku niat salat sunah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Baca Juga :  Menyelami Keutamaan Salat Tarawih

2. Niat sebagai Imam: Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati imâman lillâhi ta’âlâ. Artinya: “Aku niat salat sunah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

3. Niat sebagai Makmum: Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati ma’mûman lillâhi ta’âlâ. Artinya: “Aku niat salat sunah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Menilik Perbedaan Jumlah Rakaat

Mengenai jumlah rakaat, terdapat keragaman pendapat di kalangan ulama yang semuanya memiliki dasar kuat. Sebagian muslim memilih mengerjakan 8 rakaat yang kemudian di tutup dengan 3 rakaat Witir. Pilihan ini merujuk pada kebiasaan Rasulullah SAW yang dalam riwayat Aisyah RA disebutkan tidak pernah melebihi 11 rakaat saat salat malam, baik di dalam maupun di luar Ramadan.

Di sisi lain, mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Hanafi, dan Hambali memegang tradisi 20 rakaat ditambah 3 rakaat Witir. Praktik ini berakar pada tradisi masa Khalifah Umar bin Khattab yang kemudian di teruskan oleh para sahabat lainnya. Keberagaman ini adalah rahmat; Anda bisa mengikuti tradisi yang berlaku di lingkungan sekitar atau memilih yang paling sesuai dengan kondisi fisik dan kemantapan hati.

Urutan Tata Cara Pelaksanaan

Secara teknis, salat Tarawih di kerjakan dengan pola dua rakaat satu salam. Meskipun jumlahnya banyak, gerakannya serupa dengan salat sunah pada umumnya. Dimulai dari Takbiratul Ihram, membaca Al-Fatihah dan surat pendek, rukuk, iktidal, hingga dua kali sujud dengan tuma’ninah (tenang/tidak terburu-buru).

Baca Juga :  Al-Khawarizmi: Sang Maestro Matematika yang Mengubah Cara Dunia Berhitung

Proses ini diulang terus menerus hingga mencapai target rakaat yang di inginkan. Sebagai pamungkas, rangkaian ibadah malam ini wajib ditutup dengan salat Witir. Salat berjumlah ganjil ini berfungsi sebagai pengunci ibadah malam agar hari Anda berakhir dalam kondisi mengingat Allah SWT.

Menjaga Kualitas di Tengah Kuantitas

Sering kali, karena mengejar jumlah rakaat yang banyak, sebagian orang cenderung terburu-buru dalam gerakan salat. Padahal, inti dari Tarawih adalah “istirahat” atau ketenangan, sesuai dengan akar katanya tarwihatun. Melaksanakan 8 rakaat dengan bacaan yang tadabur dan gerakan yang tenang jauh lebih utama daripada 20 rakaat yang dilakukan secara kilat tanpa makna.

Bagi Anda yang memiliki kesibukan tinggi atau kondisi fisik yang kurang prima, melaksanakan Tarawih di rumah secara mandiri tetaplah sah dan berpahala besar. Kuncinya terletak pada konsistensi. Ramadan adalah maraton spiritual, bukan sprint. Menjaga semangat agar tetap stabil hingga malam terakhir jauh lebih krusial daripada sekadar semangat di awal bulan namun kendor di pertengahan. (Tim)

Berita Terkait

Menyelami Keutamaan Salat Tarawih
BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah 2026 Sebesar Rp50 Ribu: Simak Panduan Lengkap dan Cara Bayarnya
Jadwal Sidang Isbat Ramadhan 2026: Intip Tahapan Penentuan Awal Puasa 1447 H
Berbuka Puasa Mewah di Medan: Swiss-Belinn Tawarkan Promo Early Bird Ramadhan Swiss Delight
Menghitung Hari Menuju Malam Nisfu Syaban 1447 H
Al-Hasan Ibnu Al-Haitsam: Sang Bapak Optik, Penerang Dunia dengan Cahaya Ilmu
Ibnu Yunus Al-Mishri: Sang Maestro Astronomi dan Matematika dari Mesir
Inilah Amalan Doa Terbaik untuk Menyambut Ramadan 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:04 WIB

Menyelami Keutamaan Salat Tarawih

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:00 WIB

Panduan Lengkap Salat Tarawih: Niat, Tata Cara, dan Jumlah Rakaat

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:30 WIB

BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah 2026 Sebesar Rp50 Ribu: Simak Panduan Lengkap dan Cara Bayarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:00 WIB

Jadwal Sidang Isbat Ramadhan 2026: Intip Tahapan Penentuan Awal Puasa 1447 H

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:53 WIB

Berbuka Puasa Mewah di Medan: Swiss-Belinn Tawarkan Promo Early Bird Ramadhan Swiss Delight

Berita Terbaru

Menyelami Keutamaan Salat Tarawih (Foto: pixabay)

Khasanah

Menyelami Keutamaan Salat Tarawih

Rabu, 18 Feb 2026 - 13:04 WIB