Dunia di Persimpangan, Sekjen PBB Desak Pilih Perdamaian

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 September 2025 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres saat berpidato dalam Majelis Umum PBB di New York (Foto: X - Antonio Guterres)

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres saat berpidato dalam Majelis Umum PBB di New York (Foto: X - Antonio Guterres)

Britainaja, New York – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, mengingatkan para pemimpin dunia agar mengambil langkah tegas untuk memilih jalan perdamaian. Seruan ini ia sampaikan dalam pidato pembukaan High-Level Week di Markas PBB, New York, Rabu (24/9/2025), yang di hadiri kepala negara serta pemerintahan dari berbagai belahan dunia.

Dalam paparannya, Guterres menilai kondisi global saat ini lebih kompleks di banding era sebelumnya. Konflik bersenjata, krisis pangan, serta bencana iklim semakin memperburuk penderitaan manusia.

Menurut Guterres, dunia tengah berada di masa yang ia sebut sebagai “disrupsi sembrono”. Pilar perdamaian dan kemajuan, katanya, kini tertekan oleh impunitas, ketidaksetaraan, dan sikap tidak peduli.

Baca Juga :  Cara Mudah Membuat Ilustrasi Ala Studio Ghibli dengan ChatGPT, Coba Sekarang!

Ia menyoroti berbagai fenomena yang menandai krisis global, mulai dari invasi militer, kelaparan yang di jadikan senjata perang, hingga disinformasi yang menggerus kebenaran. Kota-kota yang hancur, masyarakat yang terbelah, dan garis pantai yang perlahan tenggelam menjadi simbol rapuhnya dunia.

Dalam pidatonya, Guterres memaparkan lima prioritas utama yang harus di ambil para pemimpin dunia untuk menyelamatkan masa depan:

  1. Mengutamakan perdamaian dengan menolak perang serta menegakkan hukum internasional.

  2. Menjunjung martabat manusia melalui penghormatan hak asasi, perlindungan kebebasan sipil, dan pembangunan berkelanjutan.

  3. Menegakkan keadilan iklim dengan mempercepat transisi energi terbarukan, memperkuat komitmen nasional, dan meningkatkan dukungan bagi negara rentan.

  4. Mengatur perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, agar tetap berpihak pada kemanusiaan.

  5. Memperkuat PBB melalui reformasi kelembagaan dan pendanaan yang memadai.

Baca Juga :  Tottenham Raih Juara Liga Europa Usai Kalahkan Manchester United 1-0 di Final

Guterres menyesalkan fakta bahwa banyak negara justru mengalokasikan anggaran lebih besar untuk persenjataan ketimbang membangun perdamaian. Ketimpangan itu, menurutnya, menjadi salah satu sumber utama instabilitas global.

“Dalam dunia yang penuh pilihan, kita tidak boleh menyerah. Itulah janji saya kepada Anda,” tegas Guterres menutup pidatonya.

Pernyataan Guterres sekaligus menjadi pengingat bahwa kerja sama antarnegara bukanlah sikap idealis, melainkan kebutuhan nyata di tengah ancaman global yang semakin nyata. Ia menegaskan bahwa hanya melalui solidaritas, dunia dapat keluar dari lingkaran kekerasan, krisis, dan ketidakadilan. (Tim)

Berita Terkait

Delcy Rodriguez Jadi Presiden Usai Maduro Ditangkap AS
Kronologi Penangkapan Nicolas Maduro oleh Militer AS
Makna Mendalam Al-Qur’an Abad ke-18 dalam Pelantikan Walikota Zohran Mamdani
Eks CEO Miss Universe Divonis Penjara Kasus Penipuan, Anne Jakrajutatip Jadi Buronan
Analisis DNA Rambut Ungkap Penyebab Kematian Beethoven dan Rahasia Silsilah Keluarga
NASA Ungkap Titik Terpanas di Bumi Bukan di Libya, Suhunya Capai 70,7°C
PBB Loloskan Lima Resolusi Krusial Dukung Palestina di Tengah Agresi
Tabrakan Maut Bus Umrah di Saudi: 45 Jemaah India Meninggal, Satu Korban Selamat Dekat Sopir
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:00 WIB

Delcy Rodriguez Jadi Presiden Usai Maduro Ditangkap AS

Minggu, 4 Januari 2026 - 21:42 WIB

Kronologi Penangkapan Nicolas Maduro oleh Militer AS

Minggu, 4 Januari 2026 - 09:39 WIB

Makna Mendalam Al-Qur’an Abad ke-18 dalam Pelantikan Walikota Zohran Mamdani

Selasa, 30 Desember 2025 - 22:11 WIB

Eks CEO Miss Universe Divonis Penjara Kasus Penipuan, Anne Jakrajutatip Jadi Buronan

Jumat, 19 Desember 2025 - 11:00 WIB

Analisis DNA Rambut Ungkap Penyebab Kematian Beethoven dan Rahasia Silsilah Keluarga

Berita Terbaru