Puasa Tapi Tidak Salat: Sia-siakan Lapar atau Tetap Sah?

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Puasa Tapi Tidak Salat: Sia-siakan Lapar atau Tetap Sah? (Foto: AI)

Ilustrasi. Puasa Tapi Tidak Salat: Sia-siakan Lapar atau Tetap Sah? (Foto: AI)

BritainajaRamadhan selalu membawa euforia ibadah yang luar biasa di tengah masyarakat. Namun, sebuah fenomena klasik kerap muncul ke permukaan: individu yang begitu taat menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar, namun dengan sengaja melewatkan salat lima waktu. Pertanyaan mengenai keabsahan ibadah mereka pun menjadi diskusi hangat yang memerlukan tinjauan jernih dari sisi syariat.

Shalat dan puasa merupakan dua pilar kokoh dalam rukun Islam. Namun, secara hierarki, salat menempati posisi sebagai tiang agama sekaligus amalan pertama yang akan di hisab di akhirat kelak. Lantas, bagaimana status puasa seseorang jika tiang agamanya justru roboh karena di tinggalkan?

Secara hukum fikih, mayoritas ulama berpendapat bahwa puasa orang yang tidak shalat tetap di anggap sah secara administratif, artinya tidak wajib diqadha, selama syarat dan rukun puasanya terpenuhi. Namun, para ahli ilmu memberikan catatan tebal bahwa meskipun sah di atas kertas, kualitas pahala puasa tersebut berada di ujung tanduk.

Kehilangan Inti dari Ibadah Ramadhan

Banyak ulama memberikan analogi yang sangat tajam terkait kondisi ini. Meninggalkan shalat saat berpuasa ibarat seseorang yang membangun sebuah bangunan megah namun tanpa fondasi yang kuat. Bangunan itu mungkin tampak berdiri, tetapi sangat rentan runtuh dan kehilangan fungsi utamanya sebagai tempat bernaung yang aman.

Baca Juga :  Al-Battani: Sang Pemuja Langit yang Mengoreksi Teori Astronomi Yunani

Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, salah satu ulama kontemporer, pernah memberikan penjelasan yang cukup tegas. Beliau menekankan bahwa ibadah dalam Islam adalah satu kesatuan yang saling mengikat. Seseorang yang meninggalkan shalat dengan sengaja dan meremehkannya, di khawatirkan puasanya hanya akan membuahkan rasa lapar dan haus belaka, tanpa membawa dampak spiritual atau ganjaran pahala di sisi Allah SWT.

Hal ini sejalan dengan pesan Rasulullah SAW yang mengingatkan bahwa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa pun kecuali rasa lapar. Ketidakpatuhan terhadap perintah shalat lima waktu menjadi salah satu faktor utama yang mampu menggugurkan nilai pahala puasa yang telah di jalani dengan susah payah sepanjang hari.

Mengapa Shalat Lebih Utama?

Jika kita membedah lebih dalam, puasa adalah latihan pengendalian diri, sementara shalat adalah jembatan komunikasi langsung antara hamba dengan Sang Pencipta. Sangat kontradiktif jika seseorang berusaha mengendalikan nafsu makannya demi Tuhan, namun di sisi lain ia memutus komunikasi dengan-Nya dengan cara meninggalkan shalat. Shalat berperan sebagai “filter” yang menjaga agar puasa seseorang tidak sekadar menjadi aktivitas diet massal.

Baca Juga :  Al-Khawarizmi: Sang Maestro Matematika yang Mengubah Cara Dunia Berhitung

Secara psikologis, shalat memberikan ritme spiritual yang menjaga konsistensi seseorang dalam kebaikan selama 24 jam. Tanpa shalat, puasa menjadi kehilangan kendali moral. Orang yang berpuasa tanpa shalat akan lebih mudah terjebak dalam perilaku negatif seperti berbohong, memfitnah, atau emosi yang tidak stabil, karena tidak ada ritual salat yang mengingatkannya pada hakikat ketakwaan setiap beberapa jam sekali.

Tips bagi Umat Muslim:

Ramadhan adalah momen terbaik untuk memperbaiki kualitas ibadah secara keseluruhan. Jika selama ini shalat masih sering bolong-bolong, jangan jadikan alasan untuk berhenti berpuasa. Sebaliknya, jadikan puasa sebagai pemantik semangat untuk mulai mendisiplinkan diri dalam shalat lima waktu. Ingatlah bahwa tujuan akhir puasa adalah menjadi pribadi yang bertakwa, dan takwa yang sempurna mustahil di capai tanpa tegaknya salat.

Mulailah dengan langkah kecil namun konsisten. Jika merasa berat untuk langsung berjemaah di masjid, setidaknya pastikan shalat lima waktu tidak terlewatkan di rumah. Jangan biarkan pengorbanan Anda menahan lapar selama 14 jam menguap begitu saja tanpa hasil hanya karena kelalaian menjalankan perintah utama yang hanya memakan waktu beberapa menit. (Tim)

Berita Terkait

Menyelami Keutamaan Salat Tarawih
Panduan Lengkap Salat Tarawih: Niat, Tata Cara, dan Jumlah Rakaat
BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah 2026 Sebesar Rp50 Ribu: Simak Panduan Lengkap dan Cara Bayarnya
Jadwal Sidang Isbat Ramadhan 2026: Intip Tahapan Penentuan Awal Puasa 1447 H
Berbuka Puasa Mewah di Medan: Swiss-Belinn Tawarkan Promo Early Bird Ramadhan Swiss Delight
Menghitung Hari Menuju Malam Nisfu Syaban 1447 H
Al-Hasan Ibnu Al-Haitsam: Sang Bapak Optik, Penerang Dunia dengan Cahaya Ilmu
Ibnu Yunus Al-Mishri: Sang Maestro Astronomi dan Matematika dari Mesir
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:00 WIB

Puasa Tapi Tidak Salat: Sia-siakan Lapar atau Tetap Sah?

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:04 WIB

Menyelami Keutamaan Salat Tarawih

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:00 WIB

Panduan Lengkap Salat Tarawih: Niat, Tata Cara, dan Jumlah Rakaat

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:30 WIB

BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah 2026 Sebesar Rp50 Ribu: Simak Panduan Lengkap dan Cara Bayarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:00 WIB

Jadwal Sidang Isbat Ramadhan 2026: Intip Tahapan Penentuan Awal Puasa 1447 H

Berita Terbaru

Ilustrasi. Puasa Tapi Tidak Salat: Sia-siakan Lapar atau Tetap Sah? (Foto: AI)

Khasanah

Puasa Tapi Tidak Salat: Sia-siakan Lapar atau Tetap Sah?

Kamis, 19 Feb 2026 - 08:00 WIB