Britainaja – Nama Mochtar Riady kembali menjadi pusat perhatian dunia bisnis internasional. Kabar terbaru menyebutkan bahwa melalui entitas bisnisnya di Singapura, OUE Ltd, keluarga Riady memutuskan untuk menjual salah satu aset properti paling bergengsi, yakni gedung pencakar langit OUE Bayfront.
Keputusan melepas gedung di kawasan finansial utama Singapura ini tentu bukan tanpa alasan. Bagi seorang maestro bisnis sekelas Mochtar Riady, setiap langkah divestasi biasanya menjadi bagian dari strategi re-alokasi modal atau antisipasi terhadap dinamika pasar properti global yang sedang bergejolak.
Jejak Sang Maestro: Dari Toko Kecil ke Imperium Lippo
Lahir di Malang pada tahun 1929, perjalanan hidup Mochtar Riady adalah definisi nyata dari kerja keras dan visi yang tajam. Ia tidak lahir dari keluarga kaya raya, namun ambisinya untuk memahami dunia keuangan membawanya menjadi salah satu tokoh perbankan paling berpengaruh di Asia.
Penyelamat Bank-Bank Besar
Mochtar mendapat julukan sebagai spesialis penyehat bank. Kemampuannya teruji saat ia berhasil membesarkan Bank Panin, kemudian membawa BCA (Bank Central Asia) milik keluarga Soedono Salim terbang tinggi pada masanya. Reputasi inilah yang menjadi fondasi kuat saat ia akhirnya membangun imperium bisnisnya sendiri, Lippo Group.
Gurita Bisnis dari Properti hingga Kesehatan
Di bawah kepemimpinannya, Lippo Group bertransformasi menjadi konglomerasi yang menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia:
Real Estate: Melalui Lippo Karawaci dan Lippo Cikarang.
Layanan Kesehatan: Jaringan rumah sakit Siloam Hospitals yang tersebar di seluruh Indonesia.
Ritel & Digital: Penguasaan atas Matahari Department Store hingga langkah visioner di dunia fintech.
Makna di Balik Penjualan OUE Bayfront
Banyak pengamat menilai bahwa penjualan gedung senilai triliunan rupiah di Singapura ini mencerminkan kelincahan Lippo Group dalam mengelola aset. Menjual aset di harga premium saat pasar masih kompetitif adalah ciri khas strategi Riady untuk menjaga likuiditas perusahaan.
Langkah ini juga memungkinkan keluarga Riady untuk lebih fokus pada pengembangan sektor teknologi dan kesehatan yang kini menjadi mesin pertumbuhan baru bagi grup tersebut. Mochtar Riady selalu menekankan bahwa bisnis harus adaptif terhadap perubahan zaman agar tetap relevan.
Tips Sukses ala Mochtar Riady untuk Pebisnis Muda
Mempelajari profil Mochtar Riady bukan sekadar melihat kekayaannya, melainkan filosofi bisnisnya yang dikenal sebagai “Filosofi Kuda”. Berikut beberapa prinsip yang bisa diambil:
Peka Terhadap Momentum: Jangan takut melepas aset jika momentum pasar memungkinkan untuk mendapatkan nilai maksimal.
Kepercayaan Adalah Mata Uang Utama: Membangun reputasi di dunia perbankan membutuhkan integritas yang tanpa kompromi.
Terus Belajar: Di usia senjanya, Mochtar masih aktif memantau perkembangan teknologi digital, membuktikan bahwa inovasi tidak mengenal usia.
Mochtar Riady membuktikan bahwa kesuksesan bukan hanya tentang membangun, tetapi juga tentang tahu kapan harus melakukan langkah strategis demi keberlangsungan imperium jangka panjang. (Tim)















