Britainaja – Piala Dunia 2026 akan menjadi ajang terbesar sepanjang sejarah FIFA. Untuk pertama kalinya, jumlah pertandingan bertambah menjadi 104 laga yang digelar di 16 kota dan melibatkan tiga negara tuan rumah. Skala besar ini menuntut pengelolaan logistik dan sistem teknologi yang lebih kompleks dari edisi-edisi sebelumnya.
Guna memastikan seluruh proses berjalan mulus, FIFA menunjuk Lenovo sebagai mitra teknologi resmi. Perusahaan yang selama ini di kenal lewat lini komputer dan perangkat elektronik tersebut di tugaskan menyediakan infrastruktur teknologi lengkap, mulai dari perangkat pendukung hingga layanan cloud.
Direktur Teknologi FIFA, Nacho Fresco, menjelaskan bahwa kerja sama ini menjadi kunci kelancaran turnamen.
“Piala Dunia 2026 adalah yang terbesar yang pernah kami selenggarakan. Karena itu, kami membutuhkan mitra yang benar-benar dapat di andalkan dalam hal teknologi,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (6/11).
Lenovo Ingin Ubah Citra, Bukan Sekadar Produsen PC
Bagi Lenovo, kolaborasi ini bukan hanya urusan pemasaran, tetapi juga kesempatan untuk memperluas identitas perusahaan di ranah teknologi global. Senior Vice President & Chief Communications Officer Lenovo, Jeff Shafer, menegaskan bahwa pihaknya ingin menunjukkan bahwa Lenovo memiliki keahlian end-to-end dalam solusi digital tingkat lanjut.
“Kami ingin di lihat bukan hanya sebagai pembuat perangkat, tetapi sebagai penyedia teknologi lengkap yang mendorong inovasi,” kata Shafer.
Tiga Fokus Utama: Penggemar, Penyiar, dan Tim
FIFA dan Lenovo sepakat membangun turnamen berbasis AI dengan tiga sasaran utama: penggemar, media penyiaran, serta tim peserta. Teknologi AI akan di optimalkan untuk memperkaya pengalaman menonton, membantu pelatih dalam pengambilan keputusan cepat, serta meningkatkan kualitas tayangan pertandingan.
Untuk penonton, teknologi ini memungkinkan tampilan statistik yang lebih mendalam, konten analisis interaktif, hingga personalisasi pengalaman menonton.
Sementara di sisi teknis, para pelatih dan analis akan di bekali perangkat tablet Lenovo yang mampu menampilkan data taktis secara real-time di pinggir lapangan.
Teknologi Teruji di Piala Dunia Antarklub
Lenovo sebelumnya telah terlibat dalam penyelenggaraan Piala Dunia Antarklub 2025. Pada turnamen tersebut, Lenovo mendukung penerapan teknologi semi-automated offside yang mempercepat proses penentuan pelanggaran dan keputusan wasit.
Teknologi tersebut di anggap memberikan dampak nyata bagi kelancaran laga, baik bagi pemain, ofisial, maupun penonton.
Shafer menyebut keberhasilan itu menjadi landasan kuat untuk membawa teknologi serupa ke panggung yang lebih besar, yakni Piala Dunia 2026.
Inovasi Baru Masih Dirahasiakan
Meski demikian, FIFA dan Lenovo belum mengungkapkan seluruh jenis teknologi yang akan diterapkan tahun depan. Detail lebih lanjut dijadwalkan diumumkan dalam ajang Lenovo Tech World yang berlangsung di Las Vegas pada 6 Januari 2026 mendatang.
Dengan kolaborasi ini, Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga terbesar di dunia, tetapi juga panggung demonstrasi inovasi teknologi masa depan. Harapannya, pengalaman menonton sepak bola akan semakin imersif, akurat, dan menarik bagi seluruh penggemar di berbagai negara. (Tim)















