Harga Kripto Melonjak, Keputusan The Fed Jadi Penentu Arah Pasar

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitcoin. (Foto: Freepik)

Bitcoin. (Foto: Freepik)

Britainaja – Pasar kripto global tengah mengalami reli kuat pada pekan ini. Kenaikan harga Bitcoin, Ethereum, dan sejumlah altcoin terjadi seiring meningkatnya optimisme investor terhadap kemungkinan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang lebih longgar oleh Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data dari CoinMarketCap, kapitalisasi pasar aset digital dunia tercatat mencapai sekitar US$3,86 triliun, naik 3,6 persen dalam 24 jam terakhir.
Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$114.000, tumbuh sekitar 3,5 persen dalam sepekan, sementara Ethereum naik 4,1 persen ke level US$4.100.

Aset kripto lainnya juga menunjukkan penguatan signifikan. Solana (SOL) dan XRP mencatat kenaikan lebih dari 6 persen, sedangkan token berisiko tinggi seperti PUMP, HYPE, dan JUP bahkan melesat hingga 20 persen.

Menurut Fahmi Almuttaqin, analis pasar dari Reku, kenaikan harga aset digital kali ini ditopang oleh kombinasi beberapa faktor.

“Optimisme terhadap kemungkinan penurunan suku bunga The Fed, perbaikan hubungan dagang antara AS dan Tiongkok, serta meningkatnya minat terhadap aset berisiko menjadi pendorong utama penguatan pasar,” ujar Fahmi.

Ia menilai, fokus pelaku pasar kini tertuju pada hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pekan ini. Jika The Fed memberikan sinyal dovish atau cenderung melonggarkan kebijakan suku bunga, pasar kripto berpeluang melanjutkan reli. Sebaliknya, sikap hawkish dapat menekan harga aset digital kembali ke level bawah.

Baca Juga :  Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 yang Sedang Viral Hari Ini

“Apabila The Fed menegaskan rencana penurunan suku bunga pada Desember, kemungkinan terjadinya risk-on rally akan semakin besar. Namun jika mereka menahan diri, volatilitas bisa meningkat signifikan,” tambahnya.

Sebelumnya, pasar kripto sempat tergelincir hingga kapitalisasi totalnya turun ke US$3,53 triliun pada 17 Oktober 2025. Koreksi tersebut justru di manfaatkan investor institusional untuk kembali masuk ke pasar.

Data terbaru menunjukkan, aliran dana ke produk ETF Bitcoin mencapai US$477 juta, sedangkan ETF Ethereum spot mencatat net inflow sekitar US$141 juta per 21 Oktober.
“Arus masuk dana ini menandakan bahwa kepercayaan institusional terhadap aset digital masih sangat kuat,” ujar Fahmi.

Ia menambahkan, jika tren pelonggaran moneter berlanjut, likuiditas pasar akan meningkat dan mendorong adopsi institusional lebih luas di sektor kripto.

Menurut Fahmi, arah harga Bitcoin dalam waktu dekat akan sangat ditentukan oleh hasil keputusan The Fed.
Jika bank sentral melanjutkan kebijakan moneter longgar, harga Bitcoin berpotensi menembus US$120.000-US$125.000.

Baca Juga :  Kode Redeem Heartopia Januari 2026: Ambil Dekorasi Cantik dan Tiket Gacha Gratis!

Namun bila The Fed tetap waspada terhadap inflasi dan menunda pemangkasan suku bunga, risiko koreksi ke area US$108.000 bisa meningkat.

“Pasar saat ini berada di titik krusial. Potensi kenaikan masih terbuka lebar, tapi risiko pembalikan arah juga besar bila sentimen berubah cepat,” ungkapnya.

Untuk investor jangka menengah dan panjang, Fahmi menyarankan agar tetap fokus pada aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum, sambil menjaga komposisi portofolio agar tidak terlalu agresif.
Sedangkan bagi trader aktif, strategi yang di sarankan adalah buy the dip, memanfaatkan koreksi harga untuk akumulasi, serta mengambil profit ketika pasar berada di level jenuh beli.

Fahmi menekankan, pasar kripto di tahun 2025 masih akan di penuhi volatilitas tinggi akibat perubahan cepat dalam kebijakan global.
“Disiplin, manajemen risiko, dan pemilihan platform perdagangan yang tepercaya menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika pasar seperti sekarang,” katanya menutup analisis.

Dengan ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan The Fed yang masih kuat, reli pasar kripto berpotensi berlanjut hingga akhir tahun. Namun, ketidakpastian arah suku bunga tetap menjadi faktor utama yang akan menentukan pergerakan harga di bulan-bulan mendatang. (Tim)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Stabil di Hari Pertama Lebaran 21 Maret 2026
Harga Emas Dunia Anjlok Tajam Meski Konflik Iran Memanas
Harga Emas Perhiasan Anjlok Jelang Lebaran, Turun Hingga Rp110.000 per Gram
Harga Emas Hari Ini 19 Maret 2026: Antam di Bawah Rp3 Juta, UBS dan Galeri24 Stabil
Eksekusi Lahan Hotel Sultan Tetap Berjalan Meski Ada Gugatan
Antam Melemah, Lakuemas Menguat, Update Harga Emas Hari Ini Rabu, 18 Maret 2026
Harga Emas Antam Hari Ini, 17 Maret 2026: Rp2.992.000/Gram
Harga Emas Turun di Bawah US$5.000, Tekanan dari Krisis Timur Tengah
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 22:00 WIB

Harga Emas Antam Stabil di Hari Pertama Lebaran 21 Maret 2026

Sabtu, 21 Maret 2026 - 21:00 WIB

Harga Emas Dunia Anjlok Tajam Meski Konflik Iran Memanas

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Anjlok Jelang Lebaran, Turun Hingga Rp110.000 per Gram

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Hari Ini 19 Maret 2026: Antam di Bawah Rp3 Juta, UBS dan Galeri24 Stabil

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:00 WIB

Eksekusi Lahan Hotel Sultan Tetap Berjalan Meski Ada Gugatan

Berita Terbaru

Ilustrasi emas batangan.(PEXELS/JINGMING PAN)

Finansial

Harga Emas Dunia Anjlok Tajam Meski Konflik Iran Memanas

Sabtu, 21 Mar 2026 - 21:00 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian bersama Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Darussalam, kompleks hunian sementara (huntara) Aceh Tamiang dan bertemu warga terdampak bencana, Sabtu (21/3/2026). (dok. Kemendagri)

Nasional

Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bagikan 7.000 Sembako

Sabtu, 21 Mar 2026 - 20:00 WIB