Meta Resmi Tutup Tiga Studio Game Legendaris Demi Teknologi Wearables

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meta Resmi Tutup Tiga Studio Game Legendaris Demi Teknologi Wearables (Foto: duniagames)

Meta Resmi Tutup Tiga Studio Game Legendaris Demi Teknologi Wearables (Foto: duniagames)

Britainaja – Langkah besar Meta dalam membangun dunia virtual kembali menemui kerikil tajam. Raksasa teknologi pimpinan Mark Zuckerberg ini secara mengejutkan mengonfirmasi penutupan tiga studio pengembang game papan atas yang berada di bawah naungannya. Keputusan pahit ini menimpa Sanzaru Games, Armature Studio, dan Twisted Pixel, sebuah langkah yang menandai berakhirnya era ekspansi agresif konten eksklusif pada perangkat Meta Quest.

Penutupan ini merupakan bagian dari gelombang restrukturisasi masif di divisi Reality Labs yang selama ini menjadi pusat pengembangan jagat Metaverse. Berdasarkan informasi yang di himpun, pemangkasan ini berdampak pada lebih dari 1.000 karyawan. Langkah drastis tersebut di ambil seiring dengan pergeseran arah angin perusahaan yang mulai meninggalkan fokus penuh pada Virtual Reality (VR) murni.

Pergeseran Fokus: Dari Metaverse ke Teknologi Wearables

Juru bicara Meta mengungkapkan bahwa perusahaan tengah melakukan kalibrasi ulang terhadap strategi investasi mereka. Alih-alih terus menyuntikkan dana besar pada ekosistem game VR yang pertumbuhan pasarnya melambat, Meta kini mengalihkan sumber dayanya ke segmen wearables atau perangkat yang dapat di kenakan. Dana yang berhasil di hemat dari penutupan studio ini akan di alokasikan untuk mempercepat inovasi produk-produk seperti kacamata pintar (smart glasses) yang di anggap memiliki potensi pasar lebih luas.

Baca Juga :  WhatsApp Uji Coba Fitur Log Out Sementara, Tak Perlu Hapus Akun atau Uninstall Aplikasi

Kehilangan Sanzaru Games menjadi kabar yang paling menyedihkan bagi komunitas gamer. Studio yang di pinang Meta pada 2020 lalu ini adalah otak di balik mahakarya Asgard’s Wrath 2, salah satu game VR dengan rating tertinggi sepanjang sejarah. Sebelum bernaung di bawah Meta, Sanzaru memiliki rekam jejak mentereng dengan menggarap waralaba ikonik seperti Sly Cooper dan Sonic Boom.

Nasib Tragis Armature dan Twisted Pixel

Sama halnya dengan Sanzaru, Armature Studio dan Twisted Pixel harus mengakhiri perjalanannya lebih cepat. Armature Studio, yang baru di akuisisi pada akhir 2022, sempat di puji dunia berkat keberhasilan mereka memboyong Resident Evil 4 ke format VR dengan sangat sempurna. Sayangnya, portofolio mereka di bawah Meta harus terhenti sebelum sempat melahirkan judul orisinal baru.

Sementara itu, Twisted Pixel yang di kenal lewat kreativitasnya di era Xbox 360 melalui judul Splosion Man, juga terpaksa gulung tikar. Studio ini sebenarnya baru saja mulai mengeksplorasi potensi penuh dari perangkat keras Meta. Penutupan serentak ini mengirimkan sinyal kuat kepada para pengembang pihak ketiga bahwa masa depan game eksklusif di platform Meta kini berada dalam ketidakpastian.

Baca Juga :  Menelusuri Jejak Rasa: 5 Makanan Tertua di Indonesia yang Bertahan Melintasi Zaman

Sinyal Bahaya bagi Industri Game VR?

Keputusan Meta menutup studio-studio yang sebenarnya memiliki performa produk sangat baik (seperti peraih penghargaan Game of the Year VR) menunjukkan bahwa model bisnis Metaverse sedang mengalami krisis identitas. Meta tampaknya menyadari bahwa perangkat keras yang canggih tidak akan cukup tanpa ekosistem yang berkelanjutan secara finansial. Investasi di bidang wearables seperti kacamata AR (Augmented Reality) di anggap lebih menjanjikan karena fungsinya yang lebih dekat dengan gaya hidup sehari-hari daripada sekadar alat bermain game.

Bagi para pemain di industri ini, langkah Meta bisa menjadi peringatan bahwa ketergantungan pada satu raksasa teknologi sangatlah berisiko. Studio-studio independen kini mungkin akan lebih memilih untuk merilis game secara multi-platform (seperti ke PlayStation VR2 atau PC VR) guna menjaga stabilitas bisnis mereka, daripada terikat kontrak eksklusif yang bisa berakhir dengan penutupan mendadak akibat perubahan arah kebijakan korporat. (Tim)

Berita Terkait

iPhone 18 Diprediksi Jadi Revolusi Apple: Spesifikasi, dan Harga
Kode Redeem Genshin Impact 21 Maret 2026, Klaim Primogem Gratis Spesial Lebaran
Kode Redeem ML 21 Maret 2026: Klaim Hadiah Gratis Hari Ini
Kode Redeem FC Mobile 21 Maret 2026: Hadiah Lebaran Gratis, Buruan Klaim
Ini Kode Redeem FF Spesial Lebaran 21 Maret 2026 Masih Aktif
Honor X7d & X6c Rilis di Indonesia, Baterai Jumbo dan Fitur AI Canggih
Kode Redeem Mobile Legends Terbaru 20 Maret 2026, Klaim Hadiah Gratis Sekarang
15 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Maret 2026, Hadiah Spesial Lebaran
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 19:00 WIB

iPhone 18 Diprediksi Jadi Revolusi Apple: Spesifikasi, dan Harga

Sabtu, 21 Maret 2026 - 15:00 WIB

Kode Redeem Genshin Impact 21 Maret 2026, Klaim Primogem Gratis Spesial Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 - 14:30 WIB

Kode Redeem ML 21 Maret 2026: Klaim Hadiah Gratis Hari Ini

Sabtu, 21 Maret 2026 - 14:00 WIB

Kode Redeem FC Mobile 21 Maret 2026: Hadiah Lebaran Gratis, Buruan Klaim

Sabtu, 21 Maret 2026 - 13:35 WIB

Ini Kode Redeem FF Spesial Lebaran 21 Maret 2026 Masih Aktif

Berita Terbaru

Ilustrasi emas batangan.(PEXELS/JINGMING PAN)

Finansial

Harga Emas Dunia Anjlok Tajam Meski Konflik Iran Memanas

Sabtu, 21 Mar 2026 - 21:00 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian bersama Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Darussalam, kompleks hunian sementara (huntara) Aceh Tamiang dan bertemu warga terdampak bencana, Sabtu (21/3/2026). (dok. Kemendagri)

Nasional

Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bagikan 7.000 Sembako

Sabtu, 21 Mar 2026 - 20:00 WIB