Isu Kompensasi Rp300 Juta per KK Dibantah PLTA KMH, Aslori: Itu Tidak Benar

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Agustus 2025 - 07:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manager Humas PT Kerinci Merangin Hidro, H.Aslori Ilham

Manager Humas PT Kerinci Merangin Hidro, H.Aslori Ilham

Britainaja, Kerinci – PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) angkat bicara terkait isu yang menyebut perusahaan menjanjikan kompensasi sebesar Rp300 juta per kepala keluarga (KK) bagi warga terdampak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di pintu air Sungai Tanjung Merindu, Desa Pulau Pandan dan Karang Pandan, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci.

Manager Humas KMH, H. Aslori Ilham, dengan tegas membantah kabar tersebut. Ia menegaskan, angka yang beredar bukan keputusan perusahaan, melainkan murni tuntutan dari sebagian warga.

“Tidak pernah ada janji dari perusahaan soal kompensasi Rp300 juta per KK. Itu bukan keputusan resmi dari KMH,” jelas Aslori.

Kesepakatan Resmi Rp5 Juta per KK

Aslori menjelaskan bahwa besaran kompensasi sebenarnya sudah diputuskan dalam rapat bersama Tim Terpadu (Timdu) pada 11 Agustus lalu. Dalam forum tersebut, disepakati bahwa perusahaan hanya menyanggupi kompensasi sebesar Rp5 juta per KK.

Baca Juga :  Diskon Fantastis Akhir Tahun! Cek Harga Terbaru Smartphone, Smartwatch, dan TWS Realme November 2025

Proses penyaluran bantuan juga dilakukan secara resmi melalui Timdu Kabupaten Kerinci dengan tenggat penyelesaian paling lambat 19 Agustus 2025.

Berdasarkan data Dinas Dukcapil, jumlah keluarga terdampak di dua desa tersebut mencapai 907 KK. Dari total itu, sebanyak 643 KK telah menerima kompensasi, sedangkan sisanya masih dalam proses penyelesaian.

“Kalau ada klaim bahwa masih ada 500 KK belum menerima, mari kita cek ulang datanya lewat Timdu. Di sana ada unsur Forkopimda, Dandim, Kapolres, hingga Bupati. Jadi tidak bisa sembarangan klaim tanpa data yang valid,” tegas Aslori.

Dugaan Data Ganda

Ia juga mengungkapkan adanya kemungkinan data ganda yang menyebabkan munculnya informasi simpang siur. Menurutnya, ada warga yang sudah menerima kompensasi namun kembali mendaftarkan diri dengan harapan mendapat pembayaran tambahan.

Baca Juga :  Maling Cabai Bermotor Nekat Beraksi Siang Hari di Kayu Aro Barat, Aksinya Terekam CCTV

“Karena itu semua data harus diverifikasi ulang melalui Timdu dan Dukcapil agar lebih akurat,” tambahnya.

Soal Dampak Lingkungan

Menjawab kekhawatiran warga terkait ekosistem sungai, Aslori memastikan proyek PLTA tidak akan merusak keseimbangan lingkungan maupun mengganggu debit air sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

“Ekosistem tetap terjaga, aliran air normal. Kalau ingin dibuktikan, silakan diuji,” ucapnya.

Ia menambahkan, pekerjaan di area Sungai Tanjung Merindu hanya mencakup sekitar 5 persen dari keseluruhan proyek, sedangkan 95 persen pekerjaan telah selesai.

KMH Komitmen Transparansi

Pihak KMH menegaskan akan terus menjalankan pembangunan sesuai regulasi, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat agar seluruh proses berlangsung transparan dan tidak menimbulkan salah persepsi. (Wd)

Berita Terkait

Warga Sungai Penuh Keluhkan Tarif Parkir, Tak Sesuai Perda yang Berlaku
Lacak Dana Rp143 Miliar Bank Jambi: Rp19 Miliar Mengalir ke Aset Kripto
Sempat Ambruk, Jalur Puncak Sungai Penuh-Tapan Kini Kembali Bisa Dilalui Kendaraan
Kulit Kopi hingga Daun Nanas Jambi Kini Jadi Rebutan Pasar Global
Monadi dan Al Haris Tinjau Pintu Air PLTA di Desa Sangir
Monadi Pimpin Gerakan Indonesia ASRI 2026 di Kayu Aro Barat
Gubernur Al Haris Setujui THR Rp1 Juta untuk PPPK Paruh Waktu di Jambi
Target Rampung Sebelum Lebaran, Gudang Koperasi Merah Putih Siap Jadi Motor Ekonomi Baru Sungai Penuh
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:00 WIB

Warga Sungai Penuh Keluhkan Tarif Parkir, Tak Sesuai Perda yang Berlaku

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:51 WIB

Lacak Dana Rp143 Miliar Bank Jambi: Rp19 Miliar Mengalir ke Aset Kripto

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:03 WIB

Sempat Ambruk, Jalur Puncak Sungai Penuh-Tapan Kini Kembali Bisa Dilalui Kendaraan

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:00 WIB

Kulit Kopi hingga Daun Nanas Jambi Kini Jadi Rebutan Pasar Global

Senin, 9 Maret 2026 - 11:00 WIB

Monadi dan Al Haris Tinjau Pintu Air PLTA di Desa Sangir

Berita Terbaru

Ilustrasi emas batangan.(PEXELS/JINGMING PAN)

Finansial

Harga Emas Dunia Anjlok Tajam Meski Konflik Iran Memanas

Sabtu, 21 Mar 2026 - 21:00 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian bersama Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Darussalam, kompleks hunian sementara (huntara) Aceh Tamiang dan bertemu warga terdampak bencana, Sabtu (21/3/2026). (dok. Kemendagri)

Nasional

Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bagikan 7.000 Sembako

Sabtu, 21 Mar 2026 - 20:00 WIB