TEHERAN, Britainaja — Angkatan Bersenjata Iran meluncurkan sejumlah rudal balistik dalam serangan balasan terhadap Amerika Serikat dan Israel. Salah satu yang menjadi sorotan adalah rudal canggih Sejjil, yang digunakan untuk pertama kalinya sejak konflik memanas pada 28 Februari 2026.
Media internasional melaporkan bahwa rudal Sejjil termasuk sistem persenjataan yang sulit di deteksi dan di cegat karena menggunakan bahan bakar padat. Teknologi tersebut memungkinkan peluncuran lebih cepat dibandingkan rudal berbahan bakar cair.
Media Iran melaporkan peluncuran rudal tersebut terjadi dalam gelombang ke-54 operasi militer “True Promise 4” yang menargetkan fasilitas militer Israel dan kepentingan Amerika Serikat.
Operasi Militer “Ya Zahra”
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan operasi balasan itu dengan kode “Ya Zahra.” Dalam operasi tersebut, Iran mengerahkan berbagai jenis rudal, termasuk:
- Khorramshahr (rudal berat dengan hulu ledak ganda)
- Kheybar
- Qadr
- Emad
- Sejjil
Komandan Angkatan Udara IRGC, Brigadir Jenderal Majid Mousavi, juga mengonfirmasi peluncuran rudal Sejjil dalam gelombang serangan terbaru.
Sirene Serangan Udara Berbunyi di Israel
Media Israel melaporkan sirene peringatan serangan udara berbunyi di berbagai wilayah, termasuk Tel Aviv dan Herzliya. Peringatan tersebut muncul di lebih dari 140 lokasi di seluruh Israel.
Spesifikasi Rudal Sejjil
Rudal Sejjil merupakan rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat dengan dua tahap peluncuran. Sistem ini memiliki sejumlah kemampuan strategis:
- Jangkauan sekitar 2.000 kilometer
- Kapasitas muatan hingga 700 kilogram
- Panjang sekitar 18 meter
- Diameter 1,25 meter
- Berat sekitar 23.600 kilogram
Rudal ini juga mendapat julukan “dancing missile” karena mampu bermanuver di ketinggian untuk menghindari sistem pertahanan udara, termasuk Iron Dome milik Israel.
Desain bahan bakar padat memberikan keuntungan militer karena memungkinkan persiapan dan peluncuran berlangsung lebih cepat dalam situasi konflik. (Tim)















