Britainaja – Sepuluh malam terakhir Ramadhan merupakan waktu istimewa karena keberadaan malam Lailatul Qadar. Nabi Muhammad SAW memberikan contoh terbaik dalam menghidupkan malam-malam ini. Berikut amalan utama yang bisa diteladani:
1. Menghidupkan Malam dengan Ibadah
Nabi SAW memperbanyak shalat malam (qiyamullail), membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa. Kesungguhan beliau di malam-malam ini melebihi malam lainnya karena mengandung Lailatul Qadar.
2. Membangunkan Keluarga untuk Beribadah
Rasulullah SAW tidak beribadah sendiri, beliau membangunkan istri dan keluarganya agar ikut shalat malam, terutama pada malam ganjil seperti malam 27.
3. Bersungguh-sungguh dan Menjauhi Dunia
Beliau “mengencangkan kainnya,” yaitu fokus beribadah dan menjauhi kesenangan duniawi, termasuk menjauhi istri sementara. Ini simbol keseriusan mendekatkan diri pada Allah SWT.
4. I’tikaf di Masjid
Nabi SAW selalu beri’tikaf selama sepuluh hari terakhir Ramadhan, mengosongkan pikiran dari kesibukan, berdzikir, dan bermunajat kepada Allah SWT.
5. Mandi Malam
Beliau membersihkan diri antara Maghrib dan Isya, memakai wewangian, dan berhias untuk shalat malam, mirip sunnah saat Jum’at dan hari raya.
6. Puasa Wishal-Khusus
Beliau kadang menyambung puasa hingga sahur, menunjukkan kedekatan dengan Allah. Namun, Nabi melarang umatnya melakukan wishal terus-menerus.
7. Membaca Al-Qur’an
Nabi SAW memperbanyak membaca Al-Qur’an, terutama di sepuluh malam terakhir. Jibril AS datang setiap malam untuk membaca bersama beliau.
8. Memperbanyak Doa dan Istighfar
Beliau mengajarkan doa Lailatul Qadar: “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, ampunilah aku.” Waktu ini sangat mustajab untuk memohon ampunan.
9. Mencari Lailatul Qadar
Nabi mendorong umat untuk bersungguh-sungguh beribadah pada malam ganjil sepuluh terakhir. Tujuannya agar setiap malam dimanfaatkan sepenuhnya.
10. Kesungguhan Bertaubat dan Mendekatkan Diri
Sepuluh malam terakhir menjadi momen emas untuk bertaubat, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan
- Malam Lailatul Qadar – Lebih baik dari seribu bulan.
- Pengampunan Dosa – Qiyamullail dengan iman menghapus dosa masa lalu.
- Turunnya Malaikat – Membawa keberkahan dan rahmat.
- Malam Penuh Kesejahteraan – Terhindar dari gangguan setan hingga fajar.
- Waktu Mustajab Berdoa – Doa dikabulkan lebih cepat.
- Pahala Dilipatgandakan – Amalan malam Lailatul Qadar melebihi 83 tahun ibadah biasa.
- Pembebasan dari Neraka – Kesempatan dibebaskan dari siksa setiap malam Ramadhan.
- Turunnya Al-Qur’an – Awal penurunan Al-Qur’an dari Lauh Mahfudh ke bumi.
- Mengikuti Sunnah Nabi – Meneladani kesungguhan Rasulullah.
- Kesempatan Bertaubat – Memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. (Tim)















