Britainaja – Pasar otomotif di tanah air awal 2026 ini kian berwarna dengan hadirnya berbagai produk mobil listrik baru seperti BYD Atto1. Namun, nama besar Honda Brio seolah tak goyah. City car andalan Honda ini tetap memegang takhta sebagai salah satu unit yang paling di cari di bursa mobil bekas, berkat efisiensi dan nilai jual kembalinya yang stabil.
Kekuatan utama Brio terletak pada transformasinya yang konsisten. Versi terbarunya hadir dengan wajah yang lebih berani melalui desain grille anyar pada varian RS serta bemper yang kini jauh lebih sporty. Pilihan warna Electric Lime Metallic pada seri RS dan Satya memberikan kesan segar di jalanan, di padukan dengan velg 14 inci untuk Satya dan 15 inci untuk kasta tertingginya, RS.
Dapur pacunya mengandalkan mesin 1,2 liter i-VTEC 4-silinder yang sanggup memuntahkan tenaga 90 PS dengan torsi maksimal 110 Nm. Angka ini di nilai sangat proporsional untuk membelah kemacetan kota. Konsumen bisa memilih varian S dengan transmisi manual, atau varian E dan RS yang tersedia dalam pilihan manual serta CVT yang halus.
Meski sudah di bekali fitur keselamatan standar seperti rem ABS, EBD, hingga dual SRS airbag, calon pembeli perlu mencatat satu hal. Hingga saat ini, Honda belum menyematkan fitur Vehicle Stability Control (VSC) dan Hill Start Assist (HSA). Bagi Anda yang sering melewati medan tanjakan curam, absennya fitur ini patut menjadi pertimbangan matang saat memilih unit.
Mengamati fluktuasi harga di lapangan, Brio bekas menawarkan rentang harga yang sangat fleksibel. Untuk unit generasi awal (2014-2015), tipe Satya S dan E bisa di pinang dengan budget Rp70 juta hingga Rp90 jutaan. Sementara itu, untuk model yang lebih muda seperti keluaran 2021 hingga 2022, harganya masih bertengger kuat di angka Rp125 juta hingga Rp150 jutaan, tergantung kondisi fisik dan riwayat servis.
Mengapa Brio Masih Unggul?
Di tengah tren elektrifikasi, alasan Brio tetap di minati adalah kemudahan perawatan. Jaringan bengkel resmi Honda yang tersebar luas hingga ke pelosok daerah membuat pemiliknya tidak merasa was-was. Suku cadangnya pun melimpah, mulai dari yang orisinal hingga produk aftermarket, sehingga biaya operasional jangka panjang cenderung lebih murah di bandingkan rival di kelasnya.
Bagi Anda yang berencana untuk meminang mobil Honda Brio bekas di tahun 2026, sangat di sarankan untuk melakukan pemeriksaan pada sektor transmisi CVT, terutama untuk unit yang sudah menempuh jarak di atas 50.000 kilometer. Pastikan tidak ada gejala “jedug” atau tarikan yang tersendat, karena kenyamanan berkendara Brio sangat bergantung pada kondisi transmisinya yang responsif. (Tim)













