Britainaja – Harga emas merosot di bawah US$5.000 per troy ounce pada Senin (16/3/2026) di tengah konflik Timur Tengah yang memasuki pekan ketiga.
Data Bloomberg mencatat, harga emas spot turun 0,66% menjadi US$4.986,22, sementara kontrak berjangka April 2026 di Comex AS melemah 1,49% ke US$4.986,1 per troy ounce.
Penurunan ini melanjutkan tren negatif dua minggu terakhir. Lonjakan harga energi dan kekhawatiran inflasi membuat pasar ragu bank sentral, termasuk Federal Reserve AS, akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
Harga minyak mentah melonjak setelah serangan AS terhadap pusat ekspor minyak Iran dibalas Teheran di fasilitas energi negara-negara Arab. Meski emas menurun, harga bullion masih naik sekitar 16% secara kumulatif sejak awal tahun.
Ketidakpastian durasi konflik memperburuk sentimen pasar. Seorang ajudan Presiden Donald Trump memperkirakan perang bisa berlangsung 4–6 minggu. Trump menyebut Iran ingin kesepakatan, tapi AS menuntut syarat lebih baik. Sementara Iran membantah meminta gencatan senjata.
Data pengeluaran konsumen AS menunjukkan pertumbuhan lemah pada Januari, ditambah sentimen konsumen menurun, menekan ekspektasi penurunan suku bunga.
Suku bunga tinggi biasanya menekan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Namun, kekhawatiran stagflasi bisa mendorong investor kembali ke emas sebagai lindung nilai jangka panjang. (Tim)















