Britainaja – Mengawali pekan kedua di bulan Januari 2026, kabar mengejutkan datang dari pasar logam mulia domestik. Berdasarkan rilis data terbaru dari Pegadaian pada Senin (12/1/2026), harga emas batangan mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan. Fenomena ini tentu menjadi sinyal penting bagi para investor yang tengah memantau pergerakan aset aman (safe haven).
Kenaikan kali ini menyasar dua produk unggulan, yakni Galeri24 dan UBS. Pergerakan angka di papan harga menunjukkan tren yang sangat agresif jika di bandingkan dengan posisi perdagangan pada akhir pekan sebelumnya.
Produk emas keluaran Galeri24 kini dibanderol di angka Rp2.622.000 per gram. Jika menilik catatan hari kemarin yang masih berada di level Rp2.596.000, artinya terjadi kenaikan sebesar Rp26.000 per gram hanya dalam waktu satu malam. Kenaikan serupa juga dialami oleh emas produksi UBS yang melompat ke posisi Rp2.676.000, setelah sebelumnya sempat bertahan di harga Rp2.652.000 per gram.
Bagi masyarakat yang berminat mengoleksi, pilihan ukuran yang tersedia tergolong sangat fleksibel. Pegadaian menyediakan stok emas Galeri24 mulai dari pecahan terkecil 0,5 gram hingga batangan jumbo 1.000 gram. Sementara untuk merek UBS, ketersediaan unit di mulai dari ukuran 0,5 gram hingga 500 gram.
Rincian Lengkap Harga Emas Galeri24 Hari Ini
Bagi Anda yang merencanakan pembelian, berikut adalah daftar harga terbaru yang dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian per 12 Januari 2026:
0,5 gram: Rp1.375.000
1 gram: Rp2.622.000
5 gram: Rp12.819.000
10 gram: Rp25.570.000
100 gram: Rp254.745.000
1.000 gram: Rp2.541.184.000
Daftar Harga Emas Batangan UBS
Sementara itu, untuk produk UBS yang sering menjadi incaran karena desainnya yang menarik, harganya adalah sebagai berikut:
0,5 gram: Rp1.447.000
1 gram: Rp2.676.000
5 gram: Rp13.124.000
10 gram: Rp26.108.000
50 gram: Rp130.016.000
500 gram: Rp1.297.737.000
Mengapa Emas Terus Menguat di Awal 2026?
Lonjakan harga emas di awal tahun ini bukan tanpa sebab. Secara global, ketidakpastian ekonomi dan spekulasi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) seringkali membuat investor mengalihkan dananya ke aset emas. Saat nilai tukar rupiah mengalami tekanan terhadap dolar, harga emas di pasar domestik cenderung ikut terkerek naik mengikuti kurs internasional.
Bagi investor pemula, momen kenaikan ini bisa dilihat dari dua sisi. Jika Anda sudah memiliki stok emas sejak tahun lalu, ini adalah saat yang tepat untuk melihat nilai aset Anda bertumbuh. Namun, bagi yang baru ingin membeli, disarankan menggunakan strategi dollar cost averaging atau membeli secara bertahap. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko jika terjadi koreksi harga secara mendadak di tengah fluktuasi pasar yang masih tinggi.
Pastikan Anda selalu melakukan transaksi di gerai resmi atau aplikasi terpercaya untuk menjamin keaslian dan kemudahan dalam proses penjualan kembali (buyback) di kemudian hari. (Tim)















