Britainaja – Rasa lengket dan gerah setelah olahraga berat atau menuntaskan pekerjaan rumah tangga sering kali memicu keinginan untuk segera mengguyur tubuh dengan air dingin. Rasanya, kesegaran instan adalah imbalan terbaik setelah lelah beraktivitas. Namun, dorongan untuk buru-buru masuk ke kamar mandi ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa di anggap remeh. Tubuh manusia memerlukan transisi suhu yang halus, bukan perubahan drastis yang mengejutkan sistem metabolisme.
Peringatan orang tua zaman dulu tentang bahaya mandi saat berkeringat ternyata memiliki landasan medis yang kuat. Ketika Anda masih berkeringat deras, pori-pori kulit sedang terbuka lebar untuk membuang panas internal tubuh. Menyiramkan air secara mendadak, terutama air dingin, saat kondisi ini berlangsung dapat memicu reaksi balik. Tubuh akan mengalami guncangan suhu yang mengakibatkan mekanisme pelepasan panas terhenti secara paksa, sehingga memunculkan sensasi menggigil atau apa yang populer kita kenal sebagai masuk angin.
Efek lain yang sering di rasakan adalah munculnya sakit kepala atau pening seketika. Hal ini terjadi karena saat beraktivitas fisik, pembuluh darah melebar demi melancarkan sirkulasi oksigen. Paparan air dingin yang tiba-tiba memaksa pembuluh darah menyempit dalam sekejap. Perubahan tekanan darah yang mendadak ini mengganggu aliran oksigen ke otak, sehingga memicu rasa nyeri atau denyut di kepala yang sangat tidak nyaman.
Risiko yang jauh lebih serius berkaitan dengan kesehatan jantung dan sistem kardiovaskular. Selama berolahraga, jantung berdetak kencang untuk memompa darah ke seluruh otot. Jika fase pendinginan atau cooling down di lewati begitu saja demi segera mandi, jantung di paksa bekerja ekstra keras untuk beradaptasi dengan perubahan suhu lingkungan. Dalam skenario terburuk, guncangan ini bisa memicu gangguan irama jantung atau kram pembuluh darah yang membahayakan nyawa bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Pentingnya Fase Transisi Tubuh
Secara fisiologis, tubuh manusia adalah mesin biologis yang membutuhkan waktu untuk kembali ke titik setimbang (homeostasis). Mandi terlalu cepat setelah berkeringat juga berisiko membuat otot yang masih tegang menjadi kaku. Hal ini dikarenakan proses pembuangan asam laktat melalui keringat terhenti secara prematur sebelum otot benar-benar rileks. Akibatnya, alih-alih merasa segar setelah mandi, Anda justru mungkin akan merasakan pegal-pegal atau nyeri sendi di keesokan harinya.
Lantas, berapa lama waktu ideal yang dibutuhkan? Para ahli kesehatan menyarankan untuk menunggu sekitar 20 hingga 30 menit setelah aktivitas berat selesai. Gunakan waktu ini untuk melakukan peregangan ringan atau sekadar duduk santai hingga napas kembali teratur dan keringat mulai mengering secara alami. Jika memang sudah sangat tidak tahan dengan rasa lengket, mulailah membasuh tubuh dengan air hangat suam-suam kuku guna membantu suhu tubuh turun secara bertahap, bukan secara drastis. (Tim)















