Britainaja – Hari Jumat selalu menempati posisi istimewa dalam Islam sebagai Sayyidul Ayyam atau penghulunya hari. Ketika keistimewaan ini bertemu dengan kemuliaan bulan Ramadan, setiap detik yang kita lalui menjadi peluang emas untuk menggugurkan dosa dan melipatgandakan pahala.
Banyak dari kita mungkin terjebak dalam rutinitas puasa yang sekadar menahan lapar dan dahaga. Padahal, Jumat di bulan suci adalah momentum tepat untuk melakukan “akselerasi” ibadah. Dengan sedikit penyesuaian aktivitas, Anda bisa meraih keberkahan yang jauh lebih besar sepanjang hari ini.
Menghidupkan Sunnah Sejak Terbit Fajar
Memulai hari Jumat dengan kesadaran penuh akan keberkahan adalah langkah awal yang krusial. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah membaca Surat Al-Kahfi. Mengapa ini krusial? Al-Kahfi bukan sekadar bacaan rutin, melainkan cahaya yang akan menerangi pelakunya di antara dua Jumat.
Di sela-sela kesibukan bekerja atau mengurus rumah, sempatkan pula untuk memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Selawat adalah kunci pembuka doa-doa kita agar lebih cepat diijabah oleh Allah SWT, terutama saat hati sedang dalam keadaan tenang menjalankan puasa.
Optimalisasi Ibadah Menjelang Salat Jumat
Bagi laki-laki, persiapan menuju masjid adalah bagian dari ibadah itu sendiri. Mandi sunnah Jumat, mengenakan pakaian terbaik yang bersih, serta menggunakan wewangian (bagi pria) merupakan bentuk penghormatan terhadap hari raya mingguan umat Islam.
Sesampainya di masjid, usahakan datang lebih awal sebelum khatib naik ke mimbar. Waktu luang sebelum khotbah dimulai sangat ideal digunakan untuk beriktikaf sejenak atau membaca Al-Qur’an. Hindari mengobrol saat khotbah berlangsung, karena hal tersebut dapat membatalkan pahala jumat Anda secara sia-sia.
Memburu Waktu Mustajab Sebelum Berbuka
Banyak yang tidak menyadari bahwa sore hari menjelang matahari terbenam di hari Jumat adalah salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW menyebutkan ada satu waktu singkat di hari Jumat di mana doa hamba-Nya tidak akan ditolak.
Banyak ulama berpendapat waktu tersebut berada di penghujung hari, tepatnya setelah Ashar hingga waktu Magrib. Bayangkan betapa dahsyatnya momen tersebut: Anda sedang dalam keadaan berpuasa, berada di hari Jumat, dan menunggu waktu berbuka. Gunakan waktu ini untuk melangitkan doa-doa terbaik bagi keluarga, kesehatan, hingga urusan akhirat Anda.
Sedekah Jumat: Gandakan Kebaikan dengan Berbagi
Ramadan adalah bulan kedermawanan. Memberi makan orang yang berbuka puasa di hari Jumat memiliki nilai yang sangat istimewa. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya besar; sekadar membagikan paket takjil sederhana atau mengirimkan donasi melalui aplikasi digital pun sudah tercatat sebagai amal jariyah.
Sedekah tidak akan mengurangi harta, justru ia menjadi pembersih bagi harta yang kita miliki. Dengan berbagi, rasa syukur kita atas nikmat Ramadan akan semakin bertambah, sekaligus membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan untuk merasakan kegembiraan berbuka puasa. (Tim)















