Britainaja – Ajax Amsterdam mengambil keputusan tegas dengan menghentikan kerja sama bersama pelatih kepala John Heitinga. Langkah ini di ambil setelah serangkaian hasil mengecewakan, terutama di ajang Liga Champions, yang membuat posisi klub terus terpuruk.
Ajax akhirnya mengumumkan pemutusan kontrak John Heitinga pada Kamis (6/11/2025). Padahal, mantan bek Timnas Belanda itu baru di percaya memimpin skuad musim ini dan masih memiliki kontrak hingga 30 Juni 2027. Namun, minimnya progres permainan serta buruknya performa tim di kompetisi domestik maupun Eropa membuat pihak klub tidak lagi mempertahankan jasanya.
Dalam pernyataan resmi, Ajax menjelaskan bahwa tugas pelatih untuk sementara akan di ambil alih oleh Fred Grim. Keputusan ini berlaku sesegera mungkin sambil klub menyiapkan proses pencarian pelatih kepala baru untuk jangka panjang.
Tak hanya Heitinga, Ajax juga memutus kontrak asisten pelatih Marcel Keizer. Manajemen menilai struktur kepelatihan perlu di benahi total agar tim bisa kembali ke jalur persaingan.
Direktur teknik Ajax, Alex Kroes, mengakui pemecatan ini bukan keputusan mudah. Ia mengatakan klub telah memberikan waktu bagi Heitinga untuk beradaptasi dan membangun tim yang mengalami banyak perubahan skuad. Namun, berdasarkan evaluasi dalam beberapa bulan terakhir, performa Ajax justru tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan.
“Kami memahami bahwa membangun tim membutuhkan proses. Namun, dalam periode yang telah berjalan, tren permainan dan hasil pertandingan tidak menunjukkan peningkatan yang kami harapkan,” ujar Kroes dalam keterangan resminya.
Menurut Kroes, yang menjadi perhatian utama adalah konsistensi dan kemampuan bersaing di kompetisi besar. Ajax menilai kedua aspek tersebut tidak tercapai selama era Heitinga. Kondisi ini berimbas pada posisi tim di Liga Belanda yang tertinggal dari para pesaing, serta empat kekalahan beruntun di fase grup Liga Champions.
Salah satu kekalahan yang paling mengecewakan adalah saat Ajax di paksa menyerah 0-3 dari Galatasaray, yang memicu banyak kritik dari publik dan suporter. Kekalahan tersebut mempertegas bahwa Ajax sedang berada dalam situasi sulit yang memerlukan penanganan cepat.
“Kami berterima kasih kepada John dan Marcel atas dedikasi serta kerja keras yang telah mereka berikan. Namun, dalam kondisi sekarang, kami harus mengambil langkah yang kami yakini terbaik bagi masa depan klub,” kata Kroes.
Untuk sementara, Fred Grim akan memimpin tim di laga terdekat, yaitu pertandingan tandang melawan Utrecht pada akhir pekan ini. Ajax berharap proses penunjukan pelatih tetap dapat di selesaikan dalam waktu dekat agar stabilitas tim segera kembali terjaga.
Heitinga sendiri memimpin Ajax dalam 15 pertandingan sejak awal musim 2025/2026 dengan rata-rata perolehan 1,82 poin per laga. Catatan tersebut di anggap belum cukup memenuhi ambisi klub yang selama ini dikenal sebagai salah satu raksasa di kompetisi Belanda dan Eropa.
Keputusan ini menandai babak baru perjalanan Ajax dalam mencari sosok pelatih yang mampu membawa tim kembali ke performa terbaik. Pendukung klub kini menantikan siapa yang akan ditunjuk untuk memimpin proyek kebangkitan Ajax ke depan. (Tim)















