Waspada Evolusi Ransomware 2025: Ancaman ‘Flu Digital’ yang Lumpuhkan Pertahanan Siber

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Kamis, 25 Desember 2025 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspada Evolusi Ransomware 2025: Ancaman 'Flu Digital' yang Lumpuhkan Pertahanan Siber (Foto: medcom)

Waspada Evolusi Ransomware 2025: Ancaman 'Flu Digital' yang Lumpuhkan Pertahanan Siber (Foto: medcom)

Britainaja – Lanskap keamanan siber global kini memasuki babak baru yang lebih mengkhawatirkan. Laporan bertajuk Cyber Threat Landscape Report 2025 yang di rilis oleh Ensign InfoSecurity mengungkapkan bahwa serangan ransomware telah berevolusi menjadi fenomena “flu digital” yang bersifat endemik.

Istilah ini bukan tanpa alasan. Layaknya virus di dunia nyata, ransomware kini bukan lagi sekadar gangguan musiman, melainkan ancaman kronis yang terus bermutasi. Ia beradaptasi di dalam ekosistem digital dan melahirkan varian baru yang semakin sulit di tangkal oleh sistem keamanan konvensional.

Evolusi teknis yang di temukan dalam laporan tersebut menunjukkan peningkatan kecanggihan yang signifikan. Jika dulu peretas hanya fokus mengunci data, kini mereka di bekali kemampuan untuk menjadi “siluman” yang tidak terdeteksi.

Salah satu metode yang paling berbahaya adalah penggunaan taktik Bring Your Own Vulnerable Driver (BYOVD). Dalam skema ini, penyerang menyisipkan driver resmi yang memiliki celah keamanan ke dalam sistem target. Tujuannya adalah mematikan fungsi antivirus seperti Endpoint Detection and Response (EDR) dari dalam, sehingga serangan dapat berjalan tanpa hambatan.

Baca Juga :  Liburan Hemat ke Vietnam Akhir Tahun, Dapat Diskon Tiket dan Hotel!

Para kelompok peretas juga mulai meninggalkan bahasa pemrograman lama seperti C atau C++. Mereka kini beralih menggunakan bahasa pemrograman modern seperti Rust dan Golang.

Penggunaan bahasa Rust membuat kode berbahaya tersebut memiliki “sidik jari” yang sulit di kenali oleh mesin pemindai keamanan. Sementara itu, efisiensi bahasa Golang memungkinkan satu jenis ransomware menyerang berbagai sistem operasi sekaligus secara serempak. Hal ini mempermudah aktor jahat untuk memperluas jangkauan korbannya secara masif.

Dunia bawah tanah (underground economy) juga mengalami pergeseran model bisnis. Kini muncul aktor yang di sebut Initial Access Brokers (IAB), yakni pihak yang khusus mencari celah masuk ke perusahaan.

Dulu, akses ini dijual secara eksklusif. Namun sekarang, IAB menerapkan prinsip “bobol sekali, jual berkali-kali”. Setelah menjual akses ke satu kelompok ransomware melalui program afiliasi, mereka akan menjual akses yang sama ke pihak lain setelah periode tertentu. Kondisi ini membuat satu perusahaan berisiko terkena serangan beruntun dari kelompok yang berbeda.

Baca Juga :  Kode Redeem ML 29 Oktober 2025: Klaim Hadiah Gratis Sebelum Hangus

Untuk wilayah regional, Singapura mencatatkan jumlah varian ransomware terbanyak sepanjang tahun 2024. Analisis dari Ensign menunjukkan kemungkinan besar infrastruktur digital Singapura dijadikan “laboratorium” atau tempat uji coba bagi peretas.

Setelah sukses di sana, serangan serupa di prediksi akan menyasar negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Beberapa aktor ancaman aktif yang patut diwaspadai antara lain LockBit Gang, Kill Ransomware, dan RansomHub.

Menghadapi ancaman yang semakin persisten ini, mengandalkan antivirus saja tidak lagi cukup. Fokus utama perusahaan harus bergeser pada ketahanan dan pemulihan data.

Ensign merekomendasikan penerapan strategi cadangan data 3-2-1-1, yang terdiri dari:

  • 3 salinan data utama.

  • 2 jenis media penyimpanan yang berbeda.

  • 1 salinan di simpan di lokasi luar (offsite).

  • 1 salinan disimpan secara offline atau bersifat immutable (tidak dapat di modifikasi atau di hapus).

Langkah preventif ini menjadi benteng terakhir yang memastikan operasional bisnis tetap bisa bangkit meskipun sistem utama telah lumpuh akibat infeksi siber. (Tim)

Berita Terkait

InterSystems IntelliCare: RME Berbasis AI Pertama yang Lolos Sertifikasi Ketat Uni Eropa
Pre-Order GTA 6 Buka 25 Juni 2026! Ini Jadwal Rilis & Bocoran Harga
Game One Piece x Kairosoft Siap Rilis Oktober 2026
Serbuan Kode Redeem ML 20 Juni 2026: Klaim Diamond & Skin Gratis Sekarang
Kode Redeem FC Mobile 20 Juni 2026: Banjir Gems dan Pemain OVR Tinggi
Serbu Kode Redeem FF 20 Juni 2026, Sikat Hadiah Langka Sekarang
Siap-Siap! Harga iPhone 18 Pro Bakal Naik Drastis Demi Fitur AI
Cara Mudah Lacak Lokasi Lewat WhatsApp dan Google Maps
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:00 WIB

InterSystems IntelliCare: RME Berbasis AI Pertama yang Lolos Sertifikasi Ketat Uni Eropa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:00 WIB

Pre-Order GTA 6 Buka 25 Juni 2026! Ini Jadwal Rilis & Bocoran Harga

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:00 WIB

Game One Piece x Kairosoft Siap Rilis Oktober 2026

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:00 WIB

Kode Redeem FC Mobile 20 Juni 2026: Banjir Gems dan Pemain OVR Tinggi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:00 WIB

Serbu Kode Redeem FF 20 Juni 2026, Sikat Hadiah Langka Sekarang

Berita Terbaru

One Piece: Grand Gourmet

Tech & Game

Game One Piece x Kairosoft Siap Rilis Oktober 2026

Sabtu, 20 Jun 2026 - 14:00 WIB