Australia Terapkan Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Membuat Akun Media Sosial

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Australia Terapkan Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Membuat Akun Media Sosial  (Ilustrasi: Pixabay)

Australia Terapkan Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Membuat Akun Media Sosial (Ilustrasi: Pixabay)

Britainaja – Pemerintah Australia resmi menetapkan aturan baru mengenai penggunaan media sosial bagi anak. Mulai 10 Desember 2025, anak-anak berusia di bawah 16 tahun tidak di perbolehkan memiliki akun di platform media sosial. Kebijakan ini berlaku untuk berbagai layanan digital populer seperti Facebook, Instagram, Snapchat, TikTok, Threads, X (Twitter), YouTube, Reddit, hingga Kick.

Australia menjadi salah satu negara pertama yang mengambil langkah tegas dalam mengatur akses media sosial berdasarkan batas usia. Kebijakan ini di susun untuk mencegah dampak negatif yang kian banyak di temukan pada anak dan remaja, termasuk penurunan kesehatan mental, gangguan citra diri, hingga risiko terpapar konten yang tidak sesuai usia.

Menteri Komunikasi Australia, Anika Wells, menjelaskan bahwa pemerintah telah berdiskusi dengan perwakilan perusahaan media sosial dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah meminta platform digital menggunakan teknologi yang mereka miliki bukan hanya untuk memasarkan konten kepada anak, melainkan juga untuk melindungi mereka.

“Kami bertemu dengan sejumlah platform bulan lalu agar mereka memahami bahwa aturan ini harus dijalankan tanpa pengecualian. Teknologi yang di gunakan untuk menjangkau anak-anak seharusnya dapat pula digunakan untuk menjaga keamanan mereka,” kata Wells, di kutip dari Associated Press (AP).

Baca Juga :  Dominasi Medan Tempur: Panduan Build Senjata Terbaik Delta Force 2025

Di bawah kebijakan ini, perusahaan media sosial di wajibkan menerapkan sistem verifikasi usia yang akurat. Mereka harus memastikan bahwa pengguna yang membuat akun berusia minimal 16 tahun. Jika terbukti lalai, perusahaan dapat dikenai denda hingga 50 juta dolar Australia atau sekitar Rp545 miliar.

Komisioner eSafety Australia, Julie Inman Grant, menuturkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan akademisi untuk mempelajari dampak kebijakan ini secara menyeluruh. Evaluasi di lakukan untuk melihat apakah larangan ini membawa perubahan positif pada perilaku anak, misalnya dalam pola tidur atau interaksi langsung di lingkungan sosial.

“Kami juga akan memperhatikan kemungkinan munculnya konsekuensi yang tidak di inginkan. Semua data yang di peroleh nantinya dapat menjadi pembelajaran bagi negara lain,” ujarnya.

Meski demikian, implementasi aturan ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Para pakar menilai verifikasi usia bukan hal yang mudah dilakukan. Banyak anak dapat memanfaatkan celah seperti penggunaan VPN, identitas palsu, hingga meminjam akun milik orang dewasa agar tetap dapat mengakses platform yang dibatasi.

Baca Juga :  Harga Diamond MLBB Naik 12%: Cek Estimasi Harga Terbaru dan Trik Top Up Hemat

Pemerintah menyatakan sedang menjalin komunikasi aktif dengan perusahaan teknologi untuk mencari metode verifikasi yang efektif, namun tetap menjaga privasi pengguna.

Sementara itu, beberapa layanan seperti WhatsApp, Discord, dan Roblox tidak termasuk dalam daftar pembatasan karena dianggap memiliki fokus utama pada komunikasi personal atau aktivitas bermain, bukan interaksi sosial yang bersifat luas.

Kebijakan ini mendapatkan dukungan yang cukup besar dari orang tua dan organisasi kesehatan mental. Mereka menilai media sosial dapat berkontribusi pada meningkatnya kecemasan, depresi, hingga tekanan sosial pada remaja.

Di sisi lain, sejumlah akademisi Australia dan internasional menyampaikan kritik. Sebelumnya, lebih dari 140 ahli telah mengirim surat terbuka kepada Perdana Menteri Anthony Albanese. Mereka berpendapat bahwa pembatasan usia bukan solusi yang tepat karena di anggap terlalu sederhana untuk menghadapi masalah yang kompleks terkait penggunaan media digital.

Meskipun terdapat perbedaan pandangan, pemerintah Australia menegaskan bahwa tujuan utama kebijakan ini adalah memberikan perlindungan jangka panjang bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. (Tim)

Berita Terkait

Cara Pakai Steal an Egg Calculator untuk Cek Waktu Fuse Pet Terbaik
Cara Pakai Google Gemini AI Plus untuk Pengguna IM3 dan Tri dan Gratis 6 Bulan
Cara Mudah Hasilkan Uang Dengan Monetisasi ZEPETO World
Ampuh Bongkar Penipu, Begini Cara Melacak Nomor HP Tak Dikenal
Cara Aktifkan & Matikan Notifikasi SISCAMLING Telkomsel Anti-Spam
Panduan Lengkap Cara Login Akun Starlink via HP & Komputer
Cara Menemukan dan Memunculkan Aplikasi Tersembunyi di iPhone
Cara Mematikan SafeSearch Google di HP dan Laptop yang Terkunci
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 12:12 WIB

Cara Pakai Steal an Egg Calculator untuk Cek Waktu Fuse Pet Terbaik

Selasa, 1 September 2026 - 11:15 WIB

Cara Pakai Google Gemini AI Plus untuk Pengguna IM3 dan Tri dan Gratis 6 Bulan

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Cara Mudah Hasilkan Uang Dengan Monetisasi ZEPETO World

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ampuh Bongkar Penipu, Begini Cara Melacak Nomor HP Tak Dikenal

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Panduan Lengkap Cara Login Akun Starlink via HP & Komputer

Berita Terbaru

Ilustrasi - Cara Mudah Monetisasi ZEPETO World. (Foto: AI)

Tech & Game

Cara Mudah Hasilkan Uang Dengan Monetisasi ZEPETO World

Senin, 31 Agu 2026 - 13:02 WIB

Ilustrasi - Cara Melacak Nomor HP Tak Dikenal. (Foto: AI)

Tech & Game

Ampuh Bongkar Penipu, Begini Cara Melacak Nomor HP Tak Dikenal

Senin, 31 Agu 2026 - 12:11 WIB