Cara Cari Tahu Perangkat Elektronik Penyebab Token Listrik Cepat Habis

Uji Langsung Selisih Angka Meteran Listrik (kWh)

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Senin, 2 November 2026 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Perangkat Elektronik Penyebab Token Listrik Cepat Habis. (Foto: AI)

Ilustrasi - Perangkat Elektronik Penyebab Token Listrik Cepat Habis. (Foto: AI)

Britainaja – Setiap peralatan elektronik di rumah membutuhkan daya dan durasi pemakaian yang berbeda-beda. Ketika token listrik berkurang lebih cepat dari biasanya, perangkat yang menyala nonstop sering kali menjadi biang keroknya.

Kamu bisa melacak sumber keborosan ini dengan mengevaluasi kebiasaan harian dan memantau angka pada meteran listrik (kWh).

PLN menjelaskan bahwa token listrik merupakan energi prabayar dalam satuan kWh yang akan terus berkurang seiring pemakaian seluruh alat elektronik di rumah. Lantas, bagaimana cara paling tepat menemukan perangkat yang paling banyak menyedot listrik?

Berikut 7 langkah praktis yang bisa kamu terapkan langsung untuk mengamankan sisa token listrik di rumah.

1. Periksa Label Daya Peralatan

Cek stiker spesifikasi daya yang menempel di bagian belakang, bawah, atau dekat kabel alat elektronik milikmu. Catat angka ber-satuan Watt tersebut untuk mengetahui konsumsi dasar saat alat beroperasi.

Bandingkan angka Watt antar-perangkat. Peralatan dengan Watt besar dan waktu pakai panjang jelas menyedot energi paling tinggi. Namun ingat, faktor utama keborosan bukan cuma angka Watt, melainkan seberapa lama kamu menggunakannya setiap hari.

2. Amati Durasi Pemakaian AC

Air Conditioner (AC) termasuk salah satu alat yang menyedot energi paling besar. Hitung total jam kerja AC harianmu, terutama jika alat ini menyala dari siang hingga malam hari.

Baca Juga :  Kode Redeem Blox Fruits 30 Desember 2025: Klaim XP Boost dan Reset Stat Gratis!

Kamu bisa menguji efeknya dengan membandingkan konsumsi kWh pada hari pemakaian normal dengan hari saat durasi AC dikurangi. Pastikan kamu tidak mengubah pola pemakaian alat lain agar hasil perbandingannya akurat.

3. Evaluasi Cara Pakai Kulkas

Kulkas beroperasi penuh selama 24 jam. Kamu perlu memerhatikan kebiasaan harian, seperti frekuensi membuka pintu, kerapatan karet pintu, hingga kebiasaan memasukkan makanan panas yang memaksa mesin kulkas bekerja ekstra keras.

Amati perubahan konsumsi listrik selama beberapa hari setelah kamu memperbaiki kebiasaan tersebut. Jangan pernah mencabut colokan kulkas hanya demi eksperimen, sebab suhu penyimpanan makanan harus tetap terjaga. Jika listrik tetap boros, panggil teknisi untuk memeriksa komponen pendinginnya.

4. Batasi Mode Penghangat Penanak Nasi

Rice cooker mengonsumsi energi saat memasak dan mempertahankan suhu nasi. Banyak orang tidak sadar bahwa fitur penghangat (warm) yang menyala berjam-jam ikut menyumbang pemborosan.

Masaklah nasi sesuai porsi harian dan segera matikan mode penghangat saat nasi sudah tidak perlu dihangatkan. Langkah sederhana ini efektif menekan konsumsi listrik harian tanpa mengganggu kebutuhan makan keluarga.

5. Atur Penggunaan Dispenser Air

Dispenser dengan fitur pemanas dan pendingin otomatis menyedot listrik secara berkala untuk menjaga suhu air.

Baca Juga :  Jet Rafale Dilaporkan Jatuh, Saham Dassault Merosot Tajam

Matikan fitur pemanas atau pendingin jika kamu sedang tidak mebutuhkannya. Bandingkan angka meteran listrik setelah kamu menonaktifkan fitur tersebut. Jika kamu hanya menggunakan dispenser standar tanpa pemanas/pendingin, konsumsi listriknya tentu jauh lebih hemat.

6. Kelola Jadwal Mesin Cuci dan Setrika

Mesin cuci menyedot energi tinggi saat memutar tabung pencucian, sedangkan setrika membutuhkan daya besar untuk menghasilkan panas konsisten.

Kelola jadwal mencuci dan menyetrika secara berkala, misalnya dua sampai tiga hari sekali, daripada menggunakannya setiap hari dalam jumlah sedikit. Selalu cabut colokan setrika begitu selesai menggunakannya untuk menjaga keamanan rumah.

7. Bandingkan Angka Meteran Listrik

Catat angka kWh pada meteran sebelum kamu menyalakan alat elektronik tertentu. Setelah alat beroperasi dalam durasi tertentu (misalnya 1–2 jam), catat kembali angka kWh terakhir.

Selisih angka tersebut menunjukkan jumlah energi yang dihabiskan oleh perangkat tersebut. Lakukan pengujian ini satu per satu pada waktu berbeda agar kamu mendapat gambaran pasti perangkat mana yang paling boros. Jika angka kWh tetap melonjak padahal pemakaian sudah dihemat, segera hubungi teknisi PLN untuk memeriksa potensi kebocoran instalasi listrik. (Tim)

Berita Terkait

Cara Mudah Menghapus Kontak WhatsApp di Android dan iPhone
Capcom Unjuk Gameplay Resident Evil 3 Remake Native di Switch 2
Review dan Cara Skin Selena Silverbolt Raiko MLBB
Cara Dapat Skin Obsidia Imperatrix Arashi MLBB & Review Lengkap
Ini Daftar Link, Harga, dan Cara Pre-Order iPhone 18 Pro
Cara Plesing PES PS3: Trik Rahasia Cetak Gol Melengkung Indah
Cara Unduh Video Facebook Tanpa Aplikasi di HP dan Laptop
Cara Cepat dan Praktis Matikan Notifikasi HP Android, Bebas Gangguan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:15 WIB

Cara Cari Tahu Perangkat Elektronik Penyebab Token Listrik Cepat Habis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Cara Mudah Menghapus Kontak WhatsApp di Android dan iPhone

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:10 WIB

Capcom Unjuk Gameplay Resident Evil 3 Remake Native di Switch 2

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Review dan Cara Skin Selena Silverbolt Raiko MLBB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Cara Dapat Skin Obsidia Imperatrix Arashi MLBB & Review Lengkap

Berita Terbaru

lustrasi - Cara Mencegah Gagal Ginjal Sejak Dini. (Foto: AI)

Health

Cara Efektif Mencegah Gagal Ginjal Sejak Dini

Senin, 2 Nov 2026 - 11:14 WIB

Ilustrasi - Cara Menghapus Kontak WhatsApp di Android dan iPhone. (Foto: AI)

Tech & Game

Cara Mudah Menghapus Kontak WhatsApp di Android dan iPhone

Sabtu, 31 Okt 2026 - 15:08 WIB