KERINCI, Britainaja — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak cepat merancang langkah nyata untuk melindungi kawasan permukiman dan lahan pertanian dari ancaman banjir tahunan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Merao, Jambi.
Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI Jambi, pemerintah merumuskan strategi jangka panjang demi mengamankan wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Pemerintah menaruh perhatian besar pada penanganan DAS Batang Merao karena bentang sungainya yang sangat luas. Berdasarkan hasil kajian teknis dan Detail Engineering Design (DED), tim ahli merekomendasikan penataan serta penguatan infrastruktur sungai sepanjang kurang lebih 57 kilometer dari hulu hingga hilir.
Pemerintah mengeksekusi proyek raksasa ini secara bertahap sesuai skala prioritas dan ketersediaan anggaran negara.
Hingga akhir tahun 2025, BWS Sumatera VI Jambi berhasil menuntaskan pembangunan fisik tanggul dan penguat tebing sepanjang 8,4 kilometer.
Memasuki tahun 2026, Kementerian PU mengalokasikan pembangunan tambahan sepanjang 2 kilometer. Tim lapangan memfokuskan pengerjaan pada titik-titik yang paling rawan menampung luapan air.
Pemerintah memprioritaskan kawasan yang berhadapan langsung dengan pemukiman padat dan lahan pertanian produktif warga. Langkah ini secara signifikan menekan risiko luapan air saat debit sungai melonjak pesat.
Keberhasilan proyek ini lahir dari kehangatan gotong royong masyarakat lokal. Warga bersama para tokoh adat (Depati Ninik Mamak) serta perangkat desa memberikan dukungan penuh di lapangan.
Masyarakat menunjukkan kepedulian yang sangat luar biasa melalui dua aksi nyata:
- Hibah Lahan Mandiri: Sejumlah warga menyerahkan lahan milik mereka secara sukarela tanpa menuntut ganti rugi demi memperlancar pengerjaan proyek.
- Penertiban Bantaran Sungai: Warga secara kooperatif membantu merapikan bangunan yang berdiri terlalu dekat dengan badan sungai agar aliran air tetap lancar dan tidak menyempit.
Sinergi yang harmonis antara masyarakat dan pemerintah ini menjadi modal utama untuk melanjutkan penataan di titik-titik lain yang belum tersentuh pembangunan.
Pengendalian banjir Batang Merao membawa angin segar bagi perekonomian warga Kerinci dan Sungai Penuh:
- Sektor Pertanian Pulih Kembali: Luapan sungai yang selama ini merusak tanaman dan menggenangi sawah warga kini jauh berkurang. Para petani menggarap lahan mereka kembali dengan tenang tanpa rasa cemas.
- Konektivitas Antarwilayah Makin Lancar: Genangan air tidak lagi memutus jalan nasional dan jalan penghubung antardesa. Distribusi hasil panen berjalan lancar dan mobilitas warga meningkat.
- Pemukiman Warga Makin Aman: Ribuan keluarga di sepanjang bantaran sungai kini terbebas dari ancaman kerugian material akibat banjir berulang.
Bupati Kerinci Monadi dan Wali Kota Sungai Penuh Alfin telah mengirimkan usulan resmi secara tertulis kepada Kementerian PU untuk melanjutkan pembangunan pada titik-titik krusial lainnya. Aspirasi dari bawah (bottom-up) ini memperkuat alasan Kementerian PU untuk terus menganggarkan program penataan Batang Merao.
Melalui kolaborasi erat antara Kementerian PU, pemerintah daerah, tokoh adat, dan seluruh warga, penataan DAS Batang Merao bukan sekadar proyek fisik biasa. Ini adalah investasi keselamatan dan jalan menuju kesejahteraan jangka panjang bagi masyarakat Jambi. (Tim)






