Britainaja – Penyanyi pop ternama, Ariana Grande, melayangkan protes keras kepada pihak Gedung Putih. Kemarahan ini tersulut setelah pemerintah menggunakan lagunya yang berjudul “Bye” sebagai musik latar dalam video promosi penangkapan imigran oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di TikTok.
Video tersebut menampilkan kompilasi aksi petugas ICE dengan narasi yang memuji kebijakan imigrasi Donald Trump. “Selamat tinggal! Presiden Trump telah mewujudkan perbatasan paling aman dalam sejarah,” tulis keterangan resmi Gedung Putih dalam unggahan tersebut.
Pilihan lagu “Bye” yang berasal dari album terbaru Grande, Eternal Sunshine, langsung memicu reaksi emosional dari sang diva berusia 32 tahun tersebut.
Reaksi Keras Ariana Grande: “Persetan dengan ICE”
Ariana Grande tidak tinggal diam melihat karyanya bersanding dengan konten deportasi tersebut. Melalui kolom komentar, ia langsung menumpahkan kekesalannya secara gamblang.
“Tolong jangan pernah menggunakan musik saya terkait dengan omong kosong yang biadab, tidak manusiawi, dan keji ini. Persetan dengan ICE,” tulis Grande dengan nada murka.
Tak lama setelah komentar tersebut viral, pihak Gedung Putih langsung membisukan (mute) audio video tersebut dan menghapus komentar Grande.
Meski demikian, ketegangan tidak mereda begitu saja. Juru bicara Gedung Putih, Abigail Jackson, langsung memberikan pembelaan kepada media AS. Menurutnya, langkah pemerintah sama sekali tidak keji.
“Yang benar-benar biadab, tidak manusiawi, dan keji adalah para imigran ilegal kriminal yang telah melukai dan membunuh warga negara Amerika yang tidak bersalah,” tegas Jackson.
Anggaran Fantastis di Balik Ketegangan Imigrasi
Saling lempar argumen ini terjadi di tengah langkah agresif pemerintahan Donald Trump yang baru saja menandatangani undang-undang pendanaan imigrasi. Pemerintah mengucurkan dana fantastis lebih dari 70 miliar dollar AS (sekitar Rp1.100 triliun) untuk memperkuat lembaga imigrasi selama sisa masa jabatannya.
| Informasi Utama Kebijakan ICE | Detail Kebijakan |
| Total Pendanaan Baru | Lebih dari 70 Miliar Dollar AS |
| Fokus Utama | Pelaksanaan program deportasi massal |
| Dasar Hukum ICE | UU Keamanan Dalam Negeri 2002 (Pasca Tragedi 11 September) |
Sejak kembali menduduki kursi nomor satu di AS, Trump terus memperluas wewenang, anggaran, dan misi ICE untuk memburu serta mengusir imigran tanpa dokumen resmi dari tanah Amerika.
Bukan Kali Pertama Musisi Protes ke Pemerintah
Gedung Putih rupanya sudah berulang kali memanfaatkan lagu-lagu populer demi keuntungan politik mereka. Sebelum Ariana Grande, penyanyi muda Sabrina Carpenter juga mengalami hal serupa pada Desember lalu.
Saat itu, pemerintah menggunakan lagu populer Carpenter berjudul “Juno” untuk video serupa dengan takarir, “Pernahkah Anda mencoba yang ini? Selamat tinggal.”
Sabrina Carpenter pun langsung melempar kritik tajam. “Video ini jahat dan menjijikkan. Jangan pernah melibatkan saya atau musik saya untuk kepentingan agenda tidak manusiawi Anda,” kecamnya.
Deretan musisi dunia papan atas lain seperti ABBA, Céline Dion, hingga Beyoncé juga sudah menyuarakan sikap tegas mereka. Mereka melarang keras tim kampanye Trump memutar karya musik mereka dalam rapat umum maupun konten politik tanpa izin resmi. (Tim)






