Britainaja – Kepulangan jemaah haji selalu menghadirkan suasana haru dan bahagia yang mendalam. Setelah menempuh perjalanan ribuan kilometer dan menyelesaikan rangkaian ibadah yang menguras fisik serta emosi di Tanah Suci, para tamu Allah akhirnya kembali ke pelukan keluarga.
Di berbagai sudut Indonesia, masyarakat menyambut kepulangan mereka dengan pelukan hangat, untaian doa, silaturahmi, hingga syukuran sederhana. Kerabat dan tetangga berbondong-bondong datang untuk mengucapkan selamat sekaligus mengharap berkah dari mereka yang baru saja menyempurnakan rukun Islam kelima.
Menariknya, tradisi ini bukan sekadar budaya lokal. Ajaran Islam sendiri menganjurkan umatnya untuk menghormati orang yang baru pulang haji dan meminta doa kebaikan dari mereka.
Mengapa Kita Menganjurkan Doa untuk Jemaah Haji?
Ibadah haji membawa kemuliaan yang sangat besar. Seorang Muslim yang berangkat ke Baitullah berarti telah memenuhi panggilan suci Allah SWT dan mengikuti jejak spiritual Nabi Ibrahim AS.
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa haji adalah ibadah istimewa karena memadukan pengorbanan fisik, harta, kesabaran, hingga ketundukan total kepada Sang Pencipta. Oleh karena itu, orang yang baru pulang haji membawa energi spiritual yang luar biasa.
Rasulullah SAW menegaskan kesucian orang yang berhaji melalui sabdanya:
“Barang siapa menunaikan haji karena Allah, lalu tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia kembali seperti hari ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi alasan kuat mengapa kita sangat dianjurkan untuk menyambut dan meminta doa kepada mereka. Mereka pulang membawa ampunan dosa yang luas, sehingga doa-doa yang mereka panjatkan memiliki potensi besar untuk dikabulkan.
Keutamaan Istimewa Orang yang Baru Pulang Haji
Islam menyebut jemaah haji sebagai wafdullah atau tamu Allah. Buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq menyebutkan bahwa jemaah haji mendapatkan tempat yang sangat mulia karena kelapangan hati mereka memenuhi undangan Allah ke Baitullah.
Bahkan, riwayat dari Abu Musa Al-Asy’ari RA menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda mengenai keistimewaan jemaah haji yang mampu memberikan syafaat bagi ratusan anggota keluarganya. Keberkahan inilah yang membuat masyarakat selalu antusias menyambut kepulangan mereka.
Bacaan Doa Menyambut Jemaah Haji
Dra. Neni Nuraeni dalam bukunya Kumpulan Doa Makbul: Berdoa Sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah membagikan beberapa doa yang bisa kita amalkan saat menyambut kepulangan jemaah haji:
1. Doa Memohon Takwa dan Kebaikan
Kalian bisa membaca doa ini untuk mendoakan agar konsistensi ibadah mereka tetap terjaga:
Zawwadakallāhut taqwā wa ghafara dzanbaka wa yassara lakal khaira haitsu mā kunta.
Artinya: “Semoga Allah membekalimu dengan ketakwaan, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkan segala kebaikan bagimu di mana pun engkau berada.”
2. Doa Agar Mendapatkan Haji Mabrur
Doa singkat ini sangat populer di Indonesia dan memiliki makna yang sangat mendalam:
Allahummaj’alhu hajjan mabrūran wa dzanban maghfūran.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hajinya sebagai haji yang mabrur dan dosa-dosanya diampuni.”
Hukum Meminta Doa kepada Jemaah Haji yang Baru Pulang
Banyak orang sengaja datang bertamu demi mendapatkan doa dari jemaah yang baru pulang. Kebiasaan baik ini ternyata memiliki landasan yang kuat dalam literatur Islam.
Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadis:
“Apabila engkau bertemu dengan orang yang telah berhaji, maka ucapkan salam kepadanya, berjabat tanganlah dengannya, dan mintalah agar ia memohonkan ampunan untukmu sebelum ia memasuki rumahnya karena sesungguhnya ia telah diampuni dosanya.”
Para ulama dari mazhab Syafi’i, seperti Syekh Sulaiman Al-Bujairami, menjelaskan bahwa hukum meminta doa kepada orang yang baru pulang haji adalah sunnah. Jemaah haji sebaiknya mendoakan kaum Muslimin, dan masyarakat pun dianjurkan meminta doa dari mereka.
Adab Menyambut Kepulangan Jemaah Haji
Agar suasana penyambutan tetap bernilai ibadah dan mendapat rida Allah, kita perlu memperhatikan beberapa adab berikut:
-
Mengucapkan Selamat: Berikan ucapan yang tulus dan doakan agar Allah menerima seluruh rangkaian ibadah mereka.
-
Menjaga Kesederhanaan: Kementerian Agama melalui buku Bimbingan Manasik Haji dan Umrah mengingatkan agar masyarakat menyambut jemaah secara wajar. Hindari pesta yang berlebihan agar tidak merusak nilai syukur.
-
Mempererat Silaturahmi: Jadikan momen ini untuk memperkuat tali persaudaraan antar-tetangga dan keluarga.
-
Tidak Berlebihan Memuji: Tetap berikan penghormatan dalam batas wajar agar tidak menimbulkan sifat riya atau sombong pada jemaah haji.
Memahami Makna Hakiki Haji Mabrur
Kita sering mendengar istilah haji mabrur, namun apa sebenarnya maknanya? Prof. M. Quraish Shihab dalam buku M. Quraish Shihab Menjawab 1001 Soal Keislaman menjelaskan bahwa para ulama memiliki beberapa pandangan mengenai hal ini.
Imam An-Nawawi menilai haji mabrur sebagai ibadah haji yang bersih dari noda dosa. Sementara itu, Rasulullah SAW memberikan definisi yang sangat menyentuh dalam hadis riwayat Imam Ahmad dan Al-Hakim:
“Haji mabrur adalah memberi makan dan menyebarkan kedamaian.”
Artinya, tanda kemabruran haji tidak hanya terlihat saat seseorang berada di Makkah, melainkan terpancar dari perubahan akhlak yang nyata ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Ciri-Ciri Haji Mabrur Menurut Para Ulama:
-
Menunjukkan peningkatan dalam kualitas ibadah harian.
-
Lebih konsisten menjaga shalat berjamaah.
-
Memiliki kepedulian sosial yang lebih tinggi terhadap sesama.
-
Menjaga lisan dari bahaya fitnah dan ghibah.
-
Mengutamakan kejujuran dalam bekerja.
-
Gemar berbagi dan bersedekah.
-
Membina hubungan yang lebih harmonis dengan keluarga dan tetangga.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin menegaskan bahwa salah satu tanda diterimanya suatu ibadah adalah lahirnya amal saleh baru setelah ibadah tersebut selesai.
Balasan Terindah bagi Haji Mabrur
Motivasi terbesar setiap Muslim dalam menunaikan ibadah haji tertuang dalam sabda Rasulullah SAW yang sangat indah:
“Tidak ada balasan bagi haji mabrur selain surga.” (HR Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu, tradisi membaca doa saat menyambut kepulangan jemaah haji bukan sekadar seremonial tahunan belaka. Di dalam tradisi tersebut, mengalir harapan besar agar Allah SWT menerima seluruh amal mereka, menghapus dosa-dosa masa lalu, dan menjadikan perjalanan suci tersebut sebagai awal kehidupan yang jauh lebih baik. (Tim)






