Britainaja – Memasuki akhir Mei 2026 dan bertepatan dengan akhir pekan serta libur panjang Idul Adha 1447 H, pergerakan harga bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Adanya Fluktuasi harga minyak mentah dunia dalam beberapa pekan terakhir memaksa berbagai negara menyesuaikan tarif bahan bakar mereka secara bertahap.
Kabar baiknya, per 30 Mei 2026, harga BBM di SPBU Pertamina, Shell, BP, dan Vivo di Indonesia masih cenderung stabil jika kita bandingkan dengan awal bulan. Walaupun pasar energi global belum sepenuhnya tenang, sebagian besar produk bensin dan diesel belum mengalami lonjakan harga yang berarti dalam beberapa hari terakhir.
Satu info menarik bagi para pengguna mesin diesel, Shell kini kembali menyediakan produk premium mereka, Shell V-Power Diesel, di beberapa wilayah Pulau Jawa. Setelah sempat langka sejak awal tahun akibat kendala pasokan, kehadirannya kini kembali meramaikan persaingan BBM diesel non-subsidi.
Rincian Harga BBM Swasta (Shell, BP, dan Vivo)
Bagi Anda yang sering mengisi bahan bakar di SPBU swasta, berikut adalah daftar tarif terbaru yang berlaku saat ini:
1. SPBU BP
-
BP 92: Rp12.390 per liter
-
BP Ultimate: Rp12.930 per liter
-
BP Ultimate Diesel: Rp29.890 per liter
2. SPBU Shell
-
V-Power Diesel: Rp30.890 per liter (Kembali tersedia di Pulau Jawa)
3. SPBU Vivo
-
Revvo 92: Rp12.390 per liter
-
Diesel Primus: Rp30.890 per liter
Secara umum, ketiga pengelola SPBU swasta ini menetapkan kebijakan harga yang seragam dan stabil sejak penyesuaian di awal Mei lalu. Pengaruh harga minyak mentah dunia serta biaya distribusi logistik internasional masih menjadi faktor utama penentu tarif tersebut.
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Seluruh Indonesia
Pertamina memberlakukan tarif yang bervariasi bergantung pada wilayah distribusi masing-masing daerah. Berikut adalah rincian harga resmi per 30 Mei 2026:
1. Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara
| Jenis BBM | DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur | Bali & Nusa Tenggara Barat | Nusa Tenggara Timur |
| Pertalite | Rp10.000 | Rp10.000 | Rp10.000 |
| Pertamax | Rp12.300 | Rp12.300 | Rp12.600 |
| Pertamax Green 95 | Rp12.900 | – | – |
| Pertamax Turbo | Rp19.900 | Rp19.900 | Rp20.350 |
| Biosolar | Rp6.800 | Rp6.800 | Rp6.800 |
| Dexlite | Rp26.000 | Rp26.000 | Rp26.600 |
| Pertamina Dex | Rp27.900 | Rp27.900 | Rp28.500 |
2. Wilayah Sumatra dan Sekitarnya
-
Aceh, Sumatra Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Lampung
-
Pertalite: Rp10.000
-
Pertamax: Rp12.600
-
Pertamax Turbo: Rp20.350
-
Biosolar: Rp6.800
-
Dexlite: Rp26.600
-
Pertamina Dex: Rp28.500
-
-
Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau
-
Pertalite: Rp10.000
-
Pertamax: Rp12.900
-
Pertamax Turbo: Rp20.750
-
Biosolar: Rp6.800
-
Dexlite: Rp27.150
-
Pertamina Dex: Rp29.100
-
-
FTZ Sabang
-
Pertalite: Rp10.000
-
Pertamax: Rp11.550
-
Biosolar: Rp6.800
-
Dexlite: Rp24.400
-
-
FTZ Batam
-
Pertalite: Rp10.000
-
Pertamax: Rp11.750
-
Pertamax Turbo: Rp18.900
-
Biosolar: Rp6.800
-
Dexlite: Rp24.700
-
Pertamina Dex: Rp26.500
-
3. Wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua
-
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, & Seluruh Sulawesi
-
Pertalite: Rp10.000
-
Pertamax: Rp12.600
-
Pertamax Turbo: Rp20.350
-
Biosolar: Rp6.800
-
Dexlite: Rp26.600
-
Pertamina Dex: Rp28.500
-
-
Kalimantan Selatan & Kalimantan Utara
-
Pertalite: Rp10.000
-
Pertamax: Rp12.900
-
Pertamax Turbo: Rp20.750
-
Biosolar: Rp6.800
-
Dexlite: Rp27.150
-
Pertamina Dex: Rp29.100
-
-
Maluku & Maluku Utara
-
Pertalite: Rp10.000
-
Pertamax: Rp12.600
-
Biosolar: Rp6.800
-
Dexlite: Rp26.600
-
-
Papua & Sekitarnya
-
Pertalite: Rp10.000
-
Pertamax: Rp12.600
-
Pertamax Turbo: Rp20.350
-
Biosolar: Rp6.800
-
Dexlite: Rp26.600
-
-
Papua Barat & Papua Barat Daya
-
Pertalite: Rp10.000
-
Pertamax: Rp12.600
-
Biosolar: Rp6.800
-
Dexlite: Rp26.600
-
Pertamina Dex: Rp28.500
-
Dengan adanya penyesuaian Harga BBM tersebut tentunya pPengguna kendaraan diesel non-subsidi (seperti Dexlite dan Pertamina Dex) merasakan dampak penyesuaian harga paling besar pada periode ini, dengan tarif menyentuh angka Rp26 ribu hingga Rp27 ribuan per liter. Sementara itu, konsumen bensin non-subsidi seperti Pertamax masih bisa bernapas lega karena harganya jauh lebih stabil. (Tim)






