Britainaja – Dunia maya tengah di ramaikan oleh gelombang simpati dan rasa penasaran publik terhadap buku terbaru Aurélie Moeremans berjudul Broken Strings. Karya yang sangat personal ini mendadak viral karena keberanian sang aktris membongkar sisi kelam masa remajanya yang selama ini tersembunyi dari sorot kamera. Banyak netizen kini berbondong-bondong mencari akses untuk menyelami rangkaian tulisan reflektif tersebut.
Kabar baiknya, Aurélie memilih untuk membagikan kisah perjuangannya ini secara cuma-cuma. Langkah ini diambil agar pesan mengenai pemulihan trauma dapat menjangkau siapa saja tanpa terkendala biaya. Buku ini hadir dalam dua versi bahasa, yakni Indonesia dan Inggris, untuk mengakomodasi pembaca dari berbagai latar belakang yang ingin memahami esensi dari sebuah kebebasan diri.
Bagi Anda yang ingin membaca versi Bahasa Indonesia, Aurélie menyediakan format PDF yang dapat di akses langsung melalui tautan di profil media sosial resminya. Begitu pula bagi audiens internasional, versi Bahasa Inggris tersedia dengan akses yang sama mudahnya. Mengingat tingginya antusiasme masyarakat, terkadang tautan tersebut mengalami kendala teknis akibat lonjakan pengunjung. Jika hal itu terjadi, Anda di sarankan untuk mencoba kembali secara berkala.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Aurélie mengungkapkan bahwa Broken Strings merupakan rekaman nyata atas peristiwa yang menimpanya saat masih berusia 15 tahun. Ia menjadi korban child grooming dan manipulasi sistematis oleh orang dewasa yang saat itu menjanjikan pernikahan. Buku ini memotret bagaimana kontrol ketat dan eksploitasi tersebut menghancurkan kesehatan mentalnya selama bertahun-tahun.
“Saya menulis ini tanpa bumbu romantisasi, murni dari sudut pandang seorang korban,” ungkap Aurélie lewat keterangan tertulisnya pada Selasa, 13 Januari 2026. Ia merasa lega karena ceritanya telah menyentuh hati puluhan ribu pembaca dan tidak mungkin lagi bisa di hapus dari ruang publik. Ia kembali menegaskan bahwa akses buku ini tetap gratis bagi siapa saja yang membutuhkannya melalui tautan di bio Instagram.
Buku ini bukan sekadar curahan hati, melainkan ruang ekspresi bagi Aurélie untuk melepaskan diri dari belenggu hubungan beracun (toxic relationship). Dengan gaya penulisan yang jujur dan menyentuh, ia membagikan proses panjang penyembuhan luka batinnya. Fokusnya jelas: memberikan kekuatan bagi penyintas lain agar berani bersuara dan mulai memulihkan diri dari trauma masa lalu.
Fenomena child grooming yang di angkat dalam buku ini merupakan isu serius yang seringkali sulit terdeteksi karena pelaku menggunakan pendekatan manipulatif untuk membangun kepercayaan korbannya. Secara klinis, metode ini bertujuan untuk melemahkan batasan diri sang anak sehingga pelaku bisa melakukan eksploitasi tanpa perlawanan berarti. Keberanian Aurélie untuk berbicara di tahun 2026 ini memberikan amunisi baru bagi gerakan perlindungan anak di Indonesia.
Tips bagi pembaca: Mengonsumsi konten yang berkaitan dengan trauma berat seperti dalam Broken Strings dapat memicu reaksi emosional tertentu (trigger warning). Jika Anda merasa tidak nyaman saat membaca, sangat di sarankan untuk mengambil jeda sejenak. Selain membaca buku ini sebagai referensi, pastikan Anda juga mengikuti akun-akun edukasi kesehatan mental atau lembaga bantuan hukum yang fokus pada perlindungan perempuan dan anak sebagai langkah antisipasi jika menemui kasus serupa di lingkungan sekitar. (Tim)















