Britainaja – Kehidupan selebgram Julia Prastini, yang akrab di sapa Jule, seolah tak pernah sepi dari keriuhan sejak rumah tangganya dengan Na Daehoon berakhir. Keputusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan untuk memutus ikatan pernikahan mereka ternyata menjadi gerbang pembuka bagi sederet sorotan baru. Publik kini tidak lagi melihat sosok Jule yang dulu, melainkan figur yang tengah mengalami transformasi citra secara drastis di ranah digital.
Perubahan penampilan menjadi titik awal perdebatan panjang di kolom komentar akun-akun gosip. Keputusannya untuk menanggalkan hijab dan mulai mengunggah foto-foto dengan busana lebih terbuka, seperti tanktop, memicu reaksi beragam. Sebagian menganggap ini sebagai bentuk ekspresi diri pasca-perceraian, namun tak sedikit pula yang melontarkan kritik pedas karena perubahan ini di nilai terlalu kontras dengan citra sebelumnya.
Nama Jule kian melambung saat rumor kedekatannya dengan aktor Jefri Nichol menyeruak ke permukaan. Kabar yang bermula dari sebuah unggahan TikTok tersebut menyebutkan keduanya sempat terlihat menghabiskan waktu di Bali. Kehebohan semakin memuncak setelah sebuah foto yang memperlihatkan sosok mirip Jule dan Jefri sedang bergandengan tangan di area publik tersebar luas. Hingga kini, kedekatan itu masih menjadi teka-teki yang menghiasi linimasa warganet.
Jauh sebelum isu dengan Jefri Nichol memanas, nama Safrie Ramadhan dan Yusman Kusuma (Yuka) sudah lebih dulu terseret dalam polemik ini. Kabar burung mengenai adanya pihak ketiga sering di sebut sebagai pemicu Na Daehoon melayangkan gugatan cerai. Yang paling mengejutkan adalah pengakuan Aya Balqis, yang mengklaim adanya hubungan spesial antara Jule dengan kekasihnya saat itu. Tuduhan ini menciptakan drama baru yang membuat Jule di cap negatif oleh sebagian besar pengikut setianya.
Memahami Tekanan Mental di Balik Perubahan Perilaku
Secara psikologis, fase setelah perceraian sering kali memicu seseorang untuk mencari identitas baru atau melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah di lakukan sebagai bentuk pelampiasan emosi. Fenomena ini di kenal sebagai mekanisme koping dalam menghadapi stres pasca-trauma perpisahan. Bagi seorang figur publik seperti Jule, tekanan ini berlipat ganda karena setiap langkahnya di nilai oleh jutaan pasang mata secara instan di media sosial.
Di sisi lain, publik perlu memahami bahwa apa yang terlihat di layar ponsel sering kali hanya sepenggal realitas yang telah di kurasi. Isu-isu yang melibatkan nama besar seperti Jefri Nichol atau tuduhan orang ketiga sangat mudah di besar-besarkan demi trafik semata. Penting bagi kita untuk tetap bijak dalam mengonsumsi berita selebriti agar tidak mudah terhasut oleh narasi yang belum tentu sepenuhnya akurat.
Menghadapi arus informasi yang begitu cepat, literasi digital menjadi pelindung utama kita. Jangan mudah menghakimi kehidupan pribadi seseorang hanya berdasarkan potongan foto atau komentar anonim di internet. Menghargai proses pemulihan seseorang setelah menghadapi masalah berat seperti perceraian jauh lebih bernilai daripada sekadar ikut memperkeruh suasana di jagat maya. (Tim)















