Britainaja – Kabar terbaru bagi Anda yang berencana menambah koleksi perhiasan atau sekadar memantau nilai aset. Pada perdagangan Selasa pagi, 6 Januari 2026, harga emas perhiasan di pasar domestik menunjukkan tren penguatan. Kenaikan ini merata di hampir semua tingkat kemurnian, dengan emas kadar 24 karat tetap menjadi primadona sekaligus tolok ukur utama harga pasar.
Laporan dari berbagai sentra perdagangan emas menunjukkan adanya selisih tipis antar toko. Hal ini wajar terjadi karena setiap gerai memiliki kebijakan sendiri terkait biaya operasional dan margin keuntungan. Namun, secara keseluruhan, atmosfer pasar sedang bergairah mengikuti pergerakan harga emas dunia yang juga sedang fluktuatif cenderung naik di awal tahun ini.
Kemurnian emas atau yang sering kita sebut sebagai kadar karat menjadi faktor penentu harga paling krusial. Semakin tinggi persentase emas murni di dalamnya, semakin mahal pula banderol per gramnya. Selain itu, nilai jual kembali (buyback) perhiasan dengan kadar tinggi biasanya jauh lebih stabil dan menguntungkan bagi pemiliknya.
Rincian Harga Emas di Laku Emas dan Raja Emas
Berdasarkan pantauan per pukul 10.30 WIB, berikut adalah rincian harga beli emas perhiasan di dua platform utama, Laku Emas dan Raja Emas:
1. Daftar Harga Laku Emas (Per Gram)
Kadar Tinggi: 24K (Rp2.144.000), 23K (Rp1.918.000), 22K (Rp1.834.000).
Kadar Menengah: 18K (Rp1.499.000), 17K (Rp1.414.000), 16K (Rp1.329.000).
Kadar Rendah: 10K (Rp826.000), 9K (Rp741.000).
2. Daftar Harga Raja Emas (Per Gram)
Kadar Tinggi: 24K (Rp2.200.000), 23K (Rp1.913.000), 22K (Rp1.830.000).
Kadar Menengah: 18K (Rp1.498.000), 17K (Rp1.415.000), 16K (Rp1.331.000).
Kadar Rendah: 10K (Rp832.000), 9K (Rp750.000).
Memahami Ongkos Tukang: Sisi Lain Harga Perhiasan
Satu hal yang kerap luput dari perhatian pembeli pemula adalah adanya “Ongkos Pembuatan”. Berbeda dengan emas batangan atau logam mulia murni yang harganya relatif baku, emas perhiasan melibatkan nilai seni dan kerumitan desain. Semakin rumit bentuk sebuah kalung atau cincin, semakin besar pula biaya tambahan yang di bebankan kepada pembeli.
Biaya jasa ini umumnya berkisar antara 5% hingga 15% dari nilai emasnya. Namun, perlu di ingat bahwa saat Anda menjual kembali perhiasan tersebut, toko emas biasanya hanya akan menghitung nilai emas murninya saja tanpa menyertakan ongkos pembuatan tadi. Inilah alasan mengapa perhiasan lebih cocok di sebut sebagai investasi gaya hidup sekaligus tabungan darurat, bukan instrumen trading jangka pendek.
Bagi Anda yang ingin berbelanja hari ini, sangat disarankan untuk melakukan perbandingan antar toko dan selalu meminta surat pembelian yang lengkap. Pastikan kadar emas yang tertera di surat sesuai dengan hasil uji di toko. Ketelitian di awal akan menghindarkan Anda dari kerugian saat hendak melakukan buyback di masa mendatang. (Tim)















