Britainaja – Menjalankan ibadah puasa sering kali memunculkan banyak pertanyaan seputar aktivitas harian yang di anggap berisiko. Munculnya berbagai mitos di tengah masyarakat terkadang membuat kita merasa was-was, khawatir ibadah yang di lakukan seharian penuh menjadi sia-sia. Padahal, syariat Islam sebenarnya memberikan kelonggaran dan batasan yang sangat jelas melalui dalil-dalil sahih.
Memahami apa yang benar-benar membatalkan puasa dan apa yang sekadar “di sangka” batal adalah kunci agar ibadah terasa lebih ringan dan penuh keyakinan. Berikut rangkuman mengenai beberapa perkara yang sebenarnya aman di lakukan selama bulan Ramadhan.
Tetap Sah Meski Junub dan Urusan Pasangan
Salah satu kekhawatiran yang sering muncul adalah status puasa bagi suami istri. Rasulullah SAW melalui hadis riwayat Bukhari dan Muslim menjelaskan bahwa mencium atau bercumbu dengan pasangan halal tidak akan merusak puasa. Syarat utamanya adalah selama orang tersebut mampu mengontrol syahwatnya agar tidak sampai terjerumus pada hubungan intim di siang hari.
Kondisi serupa berlaku bagi mereka yang masuk waktu Subuh dalam keadaan belum sempat mandi wajib, baik karena mimpi basah maupun setelah berhubungan di malam hari. Anda tidak perlu berkecil hati karena puasa Anda tetap di anggap sah. Segeralah mandi janabah untuk menunaikan kewajiban shalat Subuh tanpa harus merasa ibadah puasanya gugur.
Menjaga Kesegaran Tubuh dan Kebersihan Mulut
Saat matahari sedang terik, tubuh sering kali merasa gerah dan lemas. Mengguyur air ke kepala atau mandi di siang hari untuk menyegarkan badan bukanlah hal terlarang. Riwayat dari Imam Ahmad mencatat bahwa Rasulullah SAW pun melakukan hal serupa demi menghalau rasa haus dan panas yang menyengat.
Selain kesegaran tubuh, urusan aroma mulut sering menjadi perhatian. Menggosok gigi atau menggunakan siwak tetap di perbolehkan demi menjaga kebersihan. Pastikan saja Anda melakukannya dengan hati-hati agar tidak ada air atau pasta gigi yang masuk ke dalam kerongkongan secara sengaja.
Urusan Dapur, Kesehatan, dan Faktor Lupa
Bagi mereka yang bertugas menyiapkan menu berbuka, mencicipi masakan di ujung lidah di perbolehkan. Hal ini bertujuan agar cita rasa makanan tetap terjaga. Setelah mengecap rasanya, segera keluarkan kembali tanpa ada yang tertelan sedikit pun.
Dalam aspek kesehatan, melakukan donor darah atau bekam juga tidak di larang selama kondisi fisik Anda memadai. Riwayat Bukhari dan Abu Dawud menegaskan hal ini, meski di sarankan untuk menghindarinya jika membuat tubuh menjadi terlalu lemas sehingga menghambat ibadah utama.
Hal yang paling sering di tanyakan adalah bagaimana jika seseorang makan atau minum karena benar-benar lupa. Islam memandang ini sebagai bentuk kasih sayang dan rezeki langsung dari Allah. Rasulullah SAW berpesan dalam hadis Bukhari dan Muslim agar orang tersebut segera melanjutkan puasanya sampai waktu berbuka tiba, karena makan dan minum tadi bukanlah tindakan sengaja yang membatalkan puasa.
Prinsip Kemudahan dalam Beribadah
Ibadah puasa pada hakikatnya adalah sarana melatih disiplin diri dan empati, bukan beban yang menyulitkan. Sesuai prinsip Al-Masyaqqah Tajlibut Taisir (kesulitan mendatangkan kemudahan), syariat Islam selalu memberikan jalan keluar bagi hamba-Nya. Memahami rukun dan hal yang membatalkan puasa secara literasi yang benar akan menjauhkan kita dari rasa was-was yang berlebihan (was-was syaitan).
Penting untuk selalu merujuk pada sumber yang kredibel seperti kitab-kitab fikih klasik maupun fatwa ulama kontemporer agar kita tidak terjebak dalam mitos. Selama kita menjauhi tiga pembatal utama, makan dengan sengaja, minum dengan sengaja, dan berhubungan intim di siang hari, maka esensi puasa kita akan tetap terjaga dengan baik. (Tim)















